Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Resepsi


__ADS_3

Tak ada yang tidak bahagia di acara ulang tahun Reyhan. Tak ada yang tidak menikmati acara tersebut karena semuanya menikmatinya.


Tinggal menunggu hari esok dimana besok merupakan hari untuk kedua pengantin baru, baru mengadakan resepsi tentunya.


Semua orang menginap di apartemen Fira mengingat waktu sudah dini hari dan tentunya mereka kekenyangan dan juga mengantuk. Daripada mengemudi dalam keadaan ngantuk mending menginap begitulah pemikiran mereka.


****


Keesokan harinya


Fira mengerjapkan mata dan meraba kasur bagian tengah. Fira heran sebab tubuh mungil Felix tidak ada. Dia membuka mata dan ternyata bukan hanya Felix, Reypun tidak ada di sana.


"Mas, Felix, dimana kalian?" Fira mendudukan tubuhnya menguap dan menggeliatkan tangan.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan tubuh kekar sang suami yang habis mandi. "Mas, Felix mana?"


Rey menggosok kepala yang basah dan berjalan menghampiri lemari pakaian. "Mas juga tidak tahu. Waktu bangun Felix sudah tidak ada di sini dan ketika ku periksa keluar, semua orang juga tidak ada."


"Hmmm apa mungkin Felix ikut sama mereka?" Fira bingung karena tidak biasanya Felix bangun pagi-pagi sekali.


"Tadi, Mami sempat telpon kalau Felix ikut mereka." ucap Rey sambil memakai pakaiannya.


"Oh, gitu." Fira mengangguk-ngangguk mengerti. Dan diapun turun dari ranjang pergi ke kamar mandi.


Ketika Rey sedang menyisir rambut, bell apartemen berbunyi dan Rey pun segera membukanya.


"Mami," Rey sempat terkejut pasalnya baru tadi Dita menghubungi dia.


"Dimana istrimu?" Dita langsung masuk.


"Sedang berganti baju. Mami ada apa? Apa ada sesuatu yang ketinggalan?"


"Iya, kalian ketinggalan dan kedatangan Mami kemari untuk membawa kalian."


"Memangnya mau di bawa kemana kami, Mi?" Tanya Fira ikut bergabung.


"Mungpung kamu sudah selesai. Mending kita langsung pergi saja ini darurat soalnya." Wajah Dita menjadi panik.


Syafira tidak bisa membaca pikiran sang Mami dan tidak bisa menebak gerakan Dita. Hanya Dita yang sulit di ketahui dan di baca pikirannya. Jadi Fira mengikuti Dita saja.

__ADS_1


"Ayo cepetan." Tanpa bantahan dan penolakan Rey dan Fira ikut Dita.


Setelah sekian lama melewati setiap tikungan, mereka tiba di sebuah gedung.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Fira dan Rey bersamaan.


"Nanti juga kalian akan tahu. Ayo masuk!" Karena penasaran Fira dan Rey ikut masuk.


Dita membawa keduanya ke tempat ruangan presidential suite hotel. Di atas kasur sudah tersedia gaun dan tuxedo untuk mereka berdua.


"Mis tolong dandani keduanya!" Titah Dita kepada MUA yang ia sewa.


"Tentu nyonya. Eike akan merias wanita cantik ini supaya tampil lebih cantik dan anggun."


"loh, ada apa ini, kenapa harus di rias juga?!" Tanya Fira.


"Hari ini di tempat ini akan di adakan resepsi pernikahan kalian. Kami sudah menyiapkannya untuk kalian." Dita memberitahukan apa rencana.


"Wow, kalian benar-benar sulit di tebak." Rey tentunya terkejut namun bahagia sebab dunia akan tahu kalau dia sudah tidak sendirian lagi.


"Cepetan! Waktunya sudah mepet!"


MUA itupun mulai merias wajah Fira. Sedangkan Fira tak bisa menolak karena ia sendiri ikut bahagia dan menginginkan acara resepsi itu.


"Kalian sangat serasi sekali. Tampan dan cantik. Kalian tunggu di sini dulu ya. Mami mau manggil mereka." Dita memuji keduanya dan diapun pamit untuk memanggil keluarga yang lain.


"Bunda, Ayah." Felix memanggil keduanya. Felix juga sudah menggunakan pakaian senada dengan Reyhan. Bocah itu menghampiri keduanya dan berhenti di tengah-tengah menggandeng tangan Rey dan Fira.


"Felix! Ganteng sekali anak Bunda." Fira terpesona melihat penampilan sang anak.


"Harus dong, Bun. Inikan acara spesial kita." Ucap Felix tersenyum manis.


Rey memangku Felix lalu mengecup pipi gembul sang anak.


"Ayo, semuanya sudah siap!" Dita kembali lagi dan kali ini para keluarga berkumpul untuk mengapit kedua mempelai.


"Pah, Mah."Ucap Rey pada orang tuanya.


"Ini kejutan untuk kalian berdua."


Wajah bahagia Rey dan Fira terlihat jelas. Rey mengulurkan tangannya pada Fira dan Firapun paham dan langgusng melingkarkan tangannya ke tangan Rey. Merekapun berjalan menuju green ballroom hotel dengan di iringi keluarga dan juga anak.

__ADS_1


Felix berjalan di paling depan, pasangan Dika dan Dita serta Arman dan Dinda mengapit di sisi kedua pengantin itu. Amel, Doni, dan Sofi mengiringi langkah mereka dari belakang.


Setelah rombongan pengantin sampai di grean ballroom, suara emas seorang penyanyi papan atas pun mengalun merdu menyanyikan lagu Perfect milik Ed Sheeran mengiringi setiap langkah sang pengantin menuju singgasana nya. Senyum keduanya terus mengembang, binar bahagia dari keduanya terus terpancar dikala keduanya saling melempar pandang.


Para tamu yang menyadari perubahan suasana sontak langsung berdiri menyambut kedatangan mereka. Mereka terpesona akan kecantikan dan ketampanan kedua mempelai. Mereka semua memberikan sambutan dan bersuka cita atas kedatangan rombongan pengantin.


"Woow, gue terpesona melihat si bos yang terlihat tampan." Belum juga selesai kepala Daffa sudah ada yang menjitak.


Pletak...


Kepala Daffa di jitak oleh Gilang. "Eh, Pea. Ngapain loe terpesona sama cowok? mata loe bener-bener sakit nih kayaknya."


"Aduhhh, jitakan loe sakit oncom. Loe yang pea, ucapan gue belum selesai loe malah langsung maen jitak aja." Daffa protes dan mencebik kesal.


"Oh, belum selesai? sok di lanjut! Kita ulangi lagi adegannya!" Gilang cengengesan dan mengusap kepala Daffa.


Daffa menepis tangan Gilang, "Tidak usah pegang-pegang! Bukan muhrim. Gue bilang gue terpesona melihat si bos yang terlihat tampan dalam balutan texodo senada dengan pakaian Syafira, keduanya sangat cocok ganteng dan cantik. Itu yang mau gue bilang Gilang peaa...!" Daffa menekankan kata Gilang peaa.


"Hehehe ya sorry sorry don't worry." Gilang menggaruk tengkuknya.


"Eeeeehhh, pea loe." Cebik Daffa.


"Sesama pea tidak boleh mencela!" sahut salah satu teman kerja mereka.


"Diem pea!" ucap kompak Gilang dan Daffa.


Tiba-tiba suara bariton seseorang menginterupsi dan mereka sontak terdiam mendengar suara itu.


"Selamat siang para hadirin semuanya, saya ucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah bersedia hadir di acara resepsi pernikahan anak saya. Sebenarnya mereka sudah menikah tiga bulan yang lalu, namun karena ada beberapa peristiwa membuat kita baru mengadakan resepsi nya sekarang. Bagi yang belum mengenal saya, perkenalkan, nama saya Mahardika Siregar. Dalam kesempatan ini, saya akan memperkenalkan putri kandung saya yang selama ini tidak di ketahui banyak orang. Perkenalkan, ini adalah putriku AURELIA SYAFIRA. Owner berlian AS JEWELRY dan Owner SUNSHINE CAFE & RESTO atau sering di sebut SC and R."


"Dan untuk merayakan kebahagiaan ini, saya persilahkan Anda semua menyantap hidangan yang telah kami sediakan." Kemudian Dika kembali duduk setelah selesai mengungumkan acaranya dan siapa Syafira.


Bersambung...


Terima kasih masih setia bersamaku. Oh iya, jangan lupa juga mampir di cerita baruku yang berjudul TERNYATA AKU MENCINTAIMU.



Itu baru netas dari telurnya loh, masih hangat-hangatnya. 🤣


Tinggal beberapa episode lagi cerita ini akan selesai. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada kalian karena sudah mendukungku. Tanpa kalian aku bukanlah apa-apa dan tidak akan menjadi apapun.

__ADS_1


Salam dari saya Aisah (Arion Alfattah)


__ADS_2