
Sepanjang jalan korodir kampus, Fira menelpon seseorang. "Kita ketemuan di Cafe saja! Sekarang aku menuju ke sana. Suruh tunggu mereka di ruangan ku! Aku sendiri yang akan menyeleksi calon pekerjanya!"
Kegiatan hari ini cukup padat, gadis cantik nan tangguh seperti Fira harus melakukan segalanya secepat yang ia mau agar semuanya cepat selesai.
Saat sedang berjalan ke arah luar, tubuhnya tiba-tiba di dorong dari belakang sampai tersungkur ke lantai.
"Rasain! Ini belum seberapa, akan ku buat kau malu dan hancur. Kalau bisa sampai di usir dari kampus dan kampungmu!" Bela mencondongkan tubuhnya mencengkram kuat dagu Fira.
Fira menatap Bela, lalu tersenyum misteri. "Apa salah aku sama kamu bela?" pekik Fira lantang dan keras. "Aku tidak pernah mengganggumu, kau sendiri yang terus menggangguku." Fira sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar murid lain. Rencana Fira berhasil, sebagian orang sudah mendekat ke arah keributan.
Bela panik, tadi dia mendorong tubuh Fira ketika tidak ada orang. "Hei, apa yang kau bicarakan? gue tidak melakukan apapun pada loe! Loe yang sudah mengganggu gue!" Bela berusaha membela dirinya di hadapan yang lain. Wanita rubah itu memasang mimik tidak bersalah agar semuanya iba.
"Aku tidak pernah mengganggumu, kau yang sering menggangguku, mem bullyku, bahkan kau telah merebut Mas Reyhan dariku di saat kau masih berpacaran dengan Haikal." Bentak Fira masih duduk di bawah lantai. Fira melancarkan rencananya, dia meneteskan air mata buaya untuk menarik perhatian orang lain.
Bisik-bisik tetangga mulai terdengar. "Fira benar, Bela sering mengakui abangnya Amel calon dia padahal saat itu di masih resmi pacaran sama haikal."
"Reyhan itu milikku! Kau tidak boleh memilikinya! Dasar pelakor!" Bela terpancing, dengan marah dia menunjuk muka Fira.
"Eh, eh, pelakor kok teriak pelakor ya? tidak tahu malu sekali Bela ini." Bisik yang lainnya.
"Kau yang pelakor! Kau yang sudah merebut Reyhan dariku, kau juga sering merebut pacar orang dengan dalih yang ganteng dan kaya harus menjadi milikmu. Bahkan kau sering menyerahkan tubuhmu pada mereka yang beduit asalkan keinginanmu terpenuhi." Pekik Fira lantang lalu berdiri tegak di hadapan Bela.
Bela terkejut, "𝘋𝘢𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶?" Begitupun dengan yang lain juga terkejut. "Apa benar Bela seperti itu? di lihat dari tingkahnya bisa jadi dia yang murahan dan keganjenan." Bisik para mahasiswa karena sering melihat gaya pacaran Bela yang terkadang tidak tahu tempat melakukan adegan kissing.
"Jangan asal nuduh!" bentak Bela ingin menampar Fira. Namun tangannya di cekal oleh Amel.
"Amel! Apa yang kau lakukan? lepaskan tanganku!"
Amel menghempaskan tangan Bela dengan Karas. "Tidak akan ku biarkan tangan kotormu menyentuh Kaka iparku!"
Bela menatap tajam pada keduanya, mukanya sudah mengeras murka. "Kalian akan menyesal telah berurusan denganku!" bentaknya lalu pergi meninggalkan kampus.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa?" tanya Amel pada Fira.
"Tidak perlu khawatir, aku tidak selemah itu. Kau kan sudah tahu siapa aku?" cebik Fira.
"Ya, ya, ya. Aku tahu." Amel memutar malas bola matanya. Fira hanya tersenyum melihat kekesalan Amel.
"Mending kau ikut denganku!" Fira merangkul pundak Amel dan berjalan keluar.
"Kemana?"
"Ke Cafe, nanti aku kasih makanan gratis."
"Hmmm, baiklah." Amel menyetujui permintaan Fira.
"Bagaimana akting ku? bagus tidak?" tanya Fira masih dengan merangkul pundak Amel berjalan keluar dari area kampus.
"Sangat-sangat bagus. Kau pandai sekali bersandiwara."
Amel memberhentikan langkahnya. "Maksudnya?" tanya Amel bingung.
"Nanti juga kamu akan tahu yang sebenarnya." Fira tersenyum penuh misteri. banyak sekali rencana yang ia siapkan kedepannya.
****
Di sebuah bar seorang wanita sedang duduk. Di hadapannya sudah banyak sekali minuman kosong. "Janda miskin sialan, darimana dia tahu gue sering melayani om-om berduit? Reyhan tidak boleh tahu mengenai gue." Dia terus meracau lalu kembali meneguk wine hingga habis.
"Hai, cantik. Boleh kah saya ikut gabung denganmu?" Bela yang sudah mabuk berat mengangguk dia mendongak menatap pria dihadapannya lalu memicingkan mata.
"Reyhan, kau Reyhan kah?" yang ada di penglihatan Bela, pria dihadapannya seperti Reyhan. Bela berdiri, tubuhnya sempoyongan menghampiri pria itu lalu menghambur memeluknya.
"Reyhan, kau milikku! Kau tidak boleh pergi meninggalkanku! Hanya aku yang boleh meninggalkanmu setelah ku bosan." Racaunya mengusap rahang kokoh pria itu.
__ADS_1
"Kenapa harus kau yang meninggalkanku?"
"Karena aku tidak mencintaimu. Aku hanya terobsesi akan wajah tampan dan kekayaanmu saja. Aku hanya ingin menaklukan dirimu saja, setelah berhasil akan ku tinggalkan kau! Hahahaha tidak ada yang bisa menolak diriku." Tanpa di sadari racauan Bela di rekam oleh seseorang.
"Bela, apa yang kau lakukan salah. Semua ini tidak benar!" pria itu berusaha menopang tubuh Bela agar tidak jatuh ke lantai.
Tiba-tiba saja wajah Bela menjadi murung. "Aku salah? ya, aku emang salah. Aku begini karena cintaku di tolak setelah dia mengambil kehormatan ku bahkan dia sering menikmati tubuhku. Dengan gamblangnya dia bilang jika dia mencintai wanita lain. Aku benci orang yang di cintainya! Aku benci lelaki seperti itu. Maka dari itu aku akan menghancurkan para pria tampan." Bela mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini ia pendam.
Pria itu melirik kepada orang yang merekam mereka. "Siapa pria yang kamu maksud."
Bela menatap lelaki gagah di hadapannya. "Jhon," sedetik kemudian Bela ambruk karena kebanyakan minum.
Deg...! Pria itu tertegun, dia terkejut siapa orangnya. "Alex, apa kau sudah merekam semuanya?" tanya Leo pada teman seperjuangannya.
"Semuanya sudah terekam jelas di sini. Gue tidak menyangka di balik ini semua Jhon lah penyebabnya. Ck, si Jhon emang kurang ajar, cinta sama siapa, tidur dengan siapa."
"Kasihan juga dia. Ah, sudahlah. Sekarang kita bawa dia ke ruangan itu!" tunjuk Leo pada salah satu ruangan yang ada di bar tersebut.
"Loe saja yang bawa! Gue mah ogah." Alex menolak membawa Bela.
Leo mencebik, akhirnya dia sendiri yang membawa Bela ke salah satu kamar yang sudah di sewa. Setelahnya kedua orang itu meninggalkan Bela. Tapi sebelumnya Leo menyuruh pemilik bar itu untuk menjaga Bela agar tidak di manfaatkan oleh lelaki hidung belang. Sebenarnya bukan Leo yang nyuruh, melainkan Fira lah yang menyuruh Leo melakukan itu karena Fira tidak suka orang lemah di manfaatkan.
Bukan Aurelia Syafira jika dia tidak tahu apapun tentang seseorang disekitarnya. Dia akan selangkah lebih maju di bandingkan para musuhnya. Alasannya untuk menjaga yang akan terjadi.
Bersambung....
Apa kalian bingung dan pusing dengan ceritanya?
Aku aja yang buat bingung dan pusing, apa lagi kalian yang baca. Hadeehhh, butuh keseriusan dalam merangkai kata dan aku harus menyiapkan alur ceritanya akan seperti apa di memori otakku.
Belibet banget sih aku ini. 🤦🤦
__ADS_1
Maaf ya jika kurang sesuai dengan ekspektasi kalian. 🙏🙏