
Semua orang terkejut dan tidak percaya.
"Apa yang kau katakan, hah? jangan memfitnahku dan ibuku! Saya seorang wanita terhormat yang terlahir dari keluarga kaya. Lihat lah istrimu, Rey! Dia sungguh keterlaluan menuduh Nenekmu seperti itu." Saras bersandiwara meneteskan air mata supaya mereka percaya.
"Ra, kamu jangan main nuduh sembarang. Mana mungkin Nenek seperti itu dia wanita terhormat," ucap Reyhan tidak percaya.
Fira tersenyum sinis, dia melipatkan kedua tangannya di dada lalu menyenderkan punggungnya ke kursi dan menatap serius Saras. "Bersandiwara lah sampai Anda benar-benar mampu membuat mereka percaya. Aku tidak mudah di bohongi dan tidak mudah percaya pada orang sekalipun itu saudaraku sendiri atau saudara suamiku. Dan kamu, Mas. Coba kamu pikirkan baik-baik dan renungkan lah! Mana mungkin seorang wanita terhormat selalu menghina dan mengatai orang sembarangan. Dan coba tanyakan padanya siapa ayah dia dan dimana letak kuburannya." Fira sudah tidak bisa lagi bersahabat, kesabarannya mulai tidak terkendali kala anaknya selalu di katai anak haram.
"Yang di katakan Fira benar. Selama ini Papa tidak tahu dimana letak kuburan Kakek Papa dan tidak pernah tahu siapa namanya. Jika di tanya, Nenekmu selalu menjawab sudah meninggal namun tidak pernah menunjukannya," sela Arman membenarkan.
Saras diam tak berkutik, keringat dingin mulai bercucuran, takut kehormatan yang selama ini ia agungkan sirna dalam sekejap mata.
"Sudahlah, Nak. Jangan di bahas lagi! Biarkan itu menjadi rahasia nyonya Saras sendiri." Dita menyela untuk memberhentikan Fira agar tidak melanjutkan lagi ucapannya.
"Aku akan tetap membahasnya biar Nyonya Saras mikir siapa dia dan tidak seenak udelnya mengatai anakku anak haram. Felix masih memiliki ayah yaitu ka Rio anaknya Mama Sofi. Ka Rio sendiri memiliki Ayah yang jelas yaitu Nicholas Saputra. Sedangkan Nyonya Saras?" Fira sudah tidak bisa berdiam diri lagi dan dia membuka setiap rahasia yang ia simpan selama ini.
"Sudah cukup bagiku berdiam diri atas apa yang telah Anda lakukan, bahkan Anda masih saja merencanakan sesuatu terhadap kami. Jangan kira saya bodoh sehingga Anda merencanakan sesuatu bersama Tuan Mahendra."
"Tidak, Nak. Tuduhan kamu itu palsu. Saya tidak seperti itu, kamu sudah memfitnah saya sedemikian rupa. Segitu inginnya kah kau membalas setiap yang ku lakukan? saya sudah menyesal tapi balasanmu sungguh menyakitkan saya." Saras mengelak, dia tidak ingin rahasianya di ketahui dan berbagai macam cara akan di lakukan nya supaya Reyhan dan Arman percaya padanya.
"Sayang, kamu jangan keterlaluan seperti itu! Nenek pasti sudah menyesal, jangan kamu hukum dia dengan menuduhnya!" Reyhan mulai termakan sandiwara Saras.
__ADS_1
Fira menatap Reyhan. "Kau bilang aku keterlaluan? ya aku memang keterlaluan karena sudah membuka aib Nenek mu di hadapan kalian. Biar kalian semua tahu siapa dia, biar Nenek mu tahu bahwa dia anak seorang wanita malam yang tidak di ketahui siapa ayahnya, biar Nenek mu tahu bahwa dia hanya seorang wanita malam yang sering melayani para pria hidung belang berduit bahkan dia juga masih melayani lelaki lain di saat dia memiliki suami. Nenek mu selalu bilang anakku anak haram, maka akan aku katakan di hadapan mu dan di hadapan semuanya bahwa Nenek mu juga tidak lain dan tidak bukan hanya seorang anak haram." Pekik Fira berdiri dari duduknya dan menunjuk wajah Saras.
Fira sudah tidak peduli lagi mengenai rasa sopan santun. Biar dia di kata tidak sopan, kurang ajar, keterlaluan, Fira sudah tidak peduli. Fira sakit di saat anaknya selalu di katakan anak haram, mereka tidak tahu seperti apa kehidupan yang Fira alami, mereka hanya menilainya dari luar saja tanpa melihat kenyataan yang terjadi.
"Syafira...!" Ucap Sofi ikut berdiri merangkul pundak anak yang telah ia rawat.
"Aku sudah lelah menyembunyikan semuanya dari kalian, aku sudah capek pura-pura kuat di hadapan kalian semua. Aku hanya wanita biasa yang memiliki rasa sakit hati, rasa kecewa, dan rasa marah." Fira meneteskan air mata.
"Hiks hiks hiks lihatlah, Rey. Istrimu sungguh keterlaluan menuduh Nenek." Saras menangis sesegukan memperdalam sandiwara nya.
"Diaaamm.....!" bentak Fira menggelegar.
"Tidak perlu kau bersandiwara karena aku mempunyai buktinya!"
"Fira..! Kamu tidak boleh membentak Nenek ku! Walau bagaimanapun dia orang yang ku sayangi." Bentak Rey termakan sandiwara Saras.
Saras menyeringai. "𝘉𝘢𝘨𝘶𝘴, 𝘙𝘦𝘺𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢. 𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘤𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘊𝘬, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘺𝘢. 𝘏𝘢𝘩𝘢𝘩𝘢 15 𝘮𝘪𝘭𝘺𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯." Saras ternyata masih tidak mempercayai nya. Entah apa yang sudah menutup matanya sampai semua bukti pun tidak di percaya.
Saras tidak tahu saja jika Felix memperhatikannya. Felix polos, tapi bisa menjadi dewasa tiba-tiba. Felix diam, namun diamnya bukan tidak mengerti melainkan memperhatikan gerak-gerik orang di sekitarnya. Felix memiliki sesuatu yang istimewa yaitu bisa membaca pikiran orang dan bisa mendengar bisikan hati seseorang. Dan Fira tahu apa kelebihan yang dimiliki anaknya. Hanya Fira saja yang tidak bisa Felix baca pikiran dan tidak bisa mendengar kata hatinya. (Aneh kan? namanya ngehalu, jadi di maklumi saja ya pemirsa 😅)
Syafira menyunggingkan senyuman tipis, tanpa sepengetahuan yang lain Fira mengerlingkan mata kepada Reyhan. "𝘚𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘢𝘳, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶."
__ADS_1
Reyhan menatap serius wajah istrinya. "𝘈𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘯𝘥𝘪𝘸𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭. 𝘌𝘯𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘕𝘦𝘯𝘦𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘴𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘮𝘱𝘪𝘢𝘯𝘬𝘶. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯. 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘩-𝘴𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯, 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘺𝘢𝘳 𝘯𝘺𝘢."
"Kau membentakku? kau tidak percaya padaku? akan ku buktikan kalau ucapanku itu benar." Fira pun ikut bersandiwara seolah dia kecewa terhadap Reyhan.
Reyhan gelagapan takut istrinya benar-benar marah dan sakit hati atas bentakannya. Syafira pandai bersandiwara dan sandiwara nya mampu membuat orang percaya tapi tidak dengan Felix.
"𝘉𝘶𝘯𝘥𝘢, 𝘢𝘬𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘭𝘶𝘢𝘭 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢." 𝘉𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘍𝘦𝘭𝘪𝘹 𝘬𝘢𝘨𝘶𝘮. Felix semakin mengagumi sosok Ibu yang sudah merawatnya. Di usianya yang 4 tahun, Felix harus menjadi dewasa karena sebuah kehidupan keras yang mereka alami.
"Akan aku buktikan jika omonganku benar." Fira menepuk-nepuk tangannya dan muncul lah seorang pria bisa di bilang salah satu detektif kepercayaan Fira. Lelaki itu membawa map coklat lalu menyerahkannya kepada Fira.
"Ini, Bos. Sesuai yang Anda inginkan, semuanya komplit."
"Terima kasih, Bang. Kau memang yang terbaik," balas Fira.
Reyhan mencebik kesal istrinya memuji pria lain.
Fira membuka map itu dan menaruhnya di atas meja. Terpangpang lah semua bukti mengenai siapa Saras yang sebenarnya. Mereka semua terkejut, mereka tidak menyangka kalau Saras seperti itu. Arman menatap kecewa Ibu nya, dan ternyata banyak rahasia yang selama ini Ibu nya sembunyikan. Reyhan juga diam tidak berkutik, dia tidak menyangka kalau ucapan Istrinya serius. Rey menyangka jika Fira berpura-pura makanya dia ikut berpura-pura. Tapi nyatanya, semua bukti sudah jelas.
Saras sudah tidak bisa lagi berkata apapun selain diam seribu bahasa. Kemudian Saras pergi dari situ meninggalkan mereka tanpa pamit.
Bersambung....
__ADS_1