Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Mana Suami?


__ADS_3

Dua orang anak manusia sedang bergumul dalam satu selimut di ranjang yang sama menyalurkan setiap hasrat yang sudah menjalar ketubuh keduanya.


Sebagai rasa terima kasih karena Rey sudah membantu bersandiwara, Fira memberikan servis terbaiknya. Fira menjadi pemacu kuda dan Rey menjadi sang kuda.


"Ah...terus, sayang! Semakin cepat!" Reyhan sampai merem melek merasakan sesuatu yang sulit di ungkapkan. Salah satu tangannya sibuk memegang benda kenyal kesukaan dia, dan yang satunya mencengkram pinggul istrinya.


Fira semakin cepat dan cepat dalam memacu sang kuda ketika akan sampai ke garis finish. Begitupun dengan Rey yang semakin gemas sampai dia memeluk sang istri menyesap bahkan menggigit gemas milik istrinya. Keduanya mengejang tat kala sesuatu keluar. Rey sampai menekankan pinggul sang istri memperdalam miliknya.


(Mana suami? jadi ikutan panas dingin ini mah🤣🤦 🙏)


Keduanya ngos-ngosan, keringat pun bercucuran, sudah beberapa kali mereka merasakan puncak tertinggi.


"Aku lelah, Mas. Sudah ya!" pinta Fira lesu sebab dialah yang mengendalikan nya.


"Satu kali lagi ya, Sayang. Kudanya nya masih belum puas di tunggangi. Sang kuda masih meronta ingin kembali di pacu." Pinta Rey belum juga merasa lelah.


"Aku capek, kamu sih enak di bawah sedangkan aku harus terus memacu." Fira cemberut menelusupkan wajahnya di dada sang Suami.


Reyhan membalikan sang Istri dan kini dia yang berada di atas. "Biar aku saja yang beraksi, kamu cukup diam merasakan." Rey kembali melakukan apa yang dia inginkan sampai dia benar-benar puas.


Fira sudah pasrah atas apa yang tengah di lakukan suaminya. Dia tidak mau mengecewakan Reyhan meski badannya sudah lelah dan terasa remuk.


Reyhan ambruk setelah puas dan benar-benar lelah. Dia membaringkan tubuhnya memeluk sang istri dan menelusupkan wajahnya di ceruk Fira. "Apa kamu lelah?"


"Sangat, kamu terlalu kuat dalam hal ini."


"Mas juga tidak tahu kenapa ketika bersamamu hasrat Mas semakin tak terkendali."

__ADS_1


"Kamu nya saja na**su-an," Fira mencebik.


Rey mengangkat kepalanya melihat wajah sang Istri, dia tersenyum. "Karena kamu terlalu enak bila di santap."


"Ck, emangnya aku makanan. Eh, aku mau tanya, kenapa kamu mempercayai ku padahal bisa saja aku mengarang mengenai cerita Nenekmu? dan kenapa juga kamu harus berpura-pura bertengkar dengan ku?" tanya Fira penasaran.


Rey duduk menyenderkan tubuhnya ka penyangga ranjang. Tangannya kirinya direntangkan dan Fira seolah tahu apa yang di inginkan suaminya. Firapun ikut duduk sambil menarik selimut menutupi tubuhnya dan menyenderkan kepala dia di dada sang Suami.


"Ketika kita di rumah sakit, tidak sengaja aku mendengar Nenek menelpon seseorang. Nenek merencanakan sesuatu agar kita bertengkar dan aku memusuhimu. Dan tadi waktu yang pas untuk ku mengikuti sandiwara yang Nenek buat. Aku ingin tahu apa rencana Nenek sebenarnya. Tapi aku malah terkejut mendengar ucapanmu dan air mata di pipimu dan aku semakin terkejut ketika melihat semua bukti nya. Aku tidak menyangka Nenek seperti itu." Kata Rey mengusap bahu mulus sang Istri.


Fira termenung, "Maafkan aku, Mas."


Rey mengerutkan keningnya, dia menunduk melihat wajah sang istri. Tangannya mengangkat dagu Fira agar Fira mendongak. "Kenapa kamu meminta maaf?"


"Karena aku sudah membuka aib Nenekmu di hadapan kalian semua." Balas Fira murung merasa bersalah tak enak hati kepada Rey dan keluarganya.


"Kamu tidak perlu meminta maaf, seharusnya kami yang meminta maaf padamu atas apa yang telah di lakukan Nenek padamu, pada Felix, dan juga pada Bibi Sofi. Aku tidak mempermasalahkan apa yang kamu lakukan namun aku mempermasalahkan kenapa kamu terlalu pintar dalam segala hal?" ujar Rey masih memegang dagu istrinya.


"Dan itu yang membuatku jatuh cinta padamu karena kau wanita yang berbeda. Dan aku akan percaya padamu dalam segala hal. Hati kecilku sudah terlalu mempercayaimu bahwa kau tidak akan pernah berbohong padaku, maka aku akan mengikuti kata hatiku."


Fira bisa merasakan ketulusan Reyhan untuknya karena Fira tahu mana yang pura-pura tulus, mana yang pura-pura modus, dan mana yang hanya ingin pulus nya saja. "Mas," lirih Fira, tangan kirinya mengusap rahang tegas sang Suami.


"Iya, Sayang." Reyhan enggan mengalihkan matanya dari mata bening Fira dan tangannya masih memegang dagu Fira.


"Aku mencintaimu." Fira mengungkapkan apa yang ia rasa secara langsung agar Reyhan tahu jika dia juga mencintainya dan cinta Rey tidak bertepuk sebelah tangan.


Bibir Reyhan mengembang memperlihatkan senyuman menawan dan yang pasti senyum kebahagiaan. "Aku juga mencintaimu, istriku." Rey menundukan wajahnya menempelkan kedua benda kenyal milik mereka.

__ADS_1


Reyhan menyalurkan rasa cintanya dengan tindakan. Kali ini Fira bisa merasakan kalau sentuhan Reyhan terasa begitu lembut dan penuh perasaan. Dirinya sampai terhanyut kedalam lautan cinta yang telah di berikan suaminya. Dia tidak bisa menolak setiap sentuhan, kecupan, remasan, dan lu****n dari Suami sahnya. Kamar itu kembali terasa panas di saat keduanya kembali memadu kasih. Bahkan suara-suara indah dari keduanya mengiringi setiap kegiatan yang mereka lakukan sampai keduanya terlelap akibat kelelahan.


****


Di kamar yang berbeda dan tentunya di rumah yang berbeda pula sepasang suami istri tidak bisa memejamkan matanya akibat terus mengingat apa yang telah terjadi tadi.


Arman dan Dinda terus menatap langit-langit kamar, keduanya tidak bisa tidur dan keduanya hanya terdiam tanpa banyak berkata.


Arman sulit mempercayai segalanya, namun bukti menunjukan faktanya. Arman ingin menolak kenyataan, tapi takdir berkata lain.


Dinda memiringkan tubuhnya menghadap Arman. "Pah, apa Papa masih memikirkan yang tadi?"


"Iya, Mah. Papa tidak menyangka." Jawab Arman masih menatap langit-langit.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?"


Arman menoleh, "Entahlah, Papa tidak tahu harus melakukan apa." Balas Arman yang memang tidak tahu harus apa.


****


"Aaaaa sialaaaan... kenapa wanita itu bisa mengetahui siapa saya? siapa dia sebenarnya?" (Ni nenek-nenek pikun apa gimana sih? masa dari kemarin tidak tahu juga siapa Fira? hadeuuhh dasar nenek tua. Saya yang nulis jadi gemas sendiri pemirsa. Namanya juga sudah tua ya pasti suka pikun)


Saras mengamuk di tempat club malam. Dia melemparkan gelas dan beberapa botol kosong bekas dia minum. (Tua-tua keladi)


"Maaf, Nyonya. Jika Anda membuat keributan disini, maka saya terpaksa harus mengeluarkan Anda dari tempat sini." Kata pemilik club menarik tangan Saras membawanya keluar.


Saras menepis tangan itu. "Berani sekali kau mengusirku? aku ini wanita terhormat kaya raya dan si segani banyak orang. Akan ku beli club ini setelah uang 15 milyar di tanganku." Racau Saras yang sudah mabuk.

__ADS_1


Pria itu hanya diam tak menjawab. "𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘨𝘪𝘭𝘢, 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘮𝘱𝘪𝘭𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘤𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘳𝘢 𝘳𝘢𝘺𝘢." Pria itu meninggalkan Saras di luar.


Bersambung....


__ADS_2