Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Terima Kasih Sudah Membantu Kami, Nak.


__ADS_3

Syafira menelungkupkan dahinya ke stir mobil, dia masih bingung tentang semua yang barusan di dengar. Amel juga ikut terdiam, dalam benaknya terus bertanya tentang Syafira.


"Ra, jujur, gue masih tidak mengerti yang mereka bicarakan. Dia bilang Aurelia Syafira seorang pewaris tunggal kekayaan milik Albern Alexander. Setahu gue, Albern Alexander adalah seorang pengusaha berlian yang terkenal se Asia, dan terkaya no 2 se Asia. Apa mungkin loe keturunannya?" Amel terus bicara, dan matanya menatap Fira.


"Aku tidak tahu. Nama Aurelia Syafira 'kan banyak, mungkin saja yang lain, bukan aku." Fira berusaha menyembunyikan dirinya, jika yang di maksud dua orang tadi memang Syafira.


"Hhhmmm, nama yang sama dengan kita pasti banyak. Tapi aku yakin, Aurelia Syafira yang di maksud mereka itu adalah kau. Kalau itu bukan kamu, kamu tidak akan menyamar dan mendengarkan mereka, dan yang pasti kamu tahu siapa mereka." Amel menelak ucapan Fira.


Syafira terdiam, yang di katakan Amel benar adanya, jika Syafira mengenal Doni. Tapi, wanita yang bersama Doni tidak di kenali Fira karena ketika melewati meja Doni, Fira hanya memandang Amel.


"Benar 'kan dugaanku, diam mu menandakan jika itu emang kamu!"


"Aku benar-benar tidak tahu mengenai itu, Mel." Syafira merubah posisi duduknya menjadi menyamping berhadapan dengan Amel. "Aku sendiri bingung tentang siapa diriku, aku emang kenal dengan pria tadi. Tapi, aku tidak mengenal wanita yang bersamanya. Begitu banyak misteri mengenai hidupku."


"Kenapa tidak kau selidiki saja!" usul Amel.


"Mulai darimana? Aku saja bingung." Fira berucap sambil menyalakan mobilnya berniat untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


"Dari rumah mu yang dulu, siapa tahu dapat petunjuk." Usul Amel mengingatkan kembali rumah Fira di kota M.


"Kota M." Ucap Fira. "Iya, kau benar, kota M. Aku harus mulai mencari dari sana."


"Kalau kau ke kota M, aku ikut ya!" pinta Amel memelas, Amel ingin sekali jalan-jalan keluar kota. Mumpung ada kesempatan, kenapa tidak di manfaatkan, begitulah kiranya.


Fira menoleh sebentar ke Amel. "Ngapain?"


"Mau jalan-jalan, soalnya gue belum pernah keluar kota naik pesawat," jawabnya jujur.


Fira mengernyit. "Ah, masa sih? Bukannya keluargamu salah satu orang terpandang di kota J. Terkenal akan toko mainan yang terletak di berbagai tempat, memiliki kurang lebih 30 toko tersebar luas di daerah kota J."


"Darimana kau tahu keluargaku memiliki 30 toko?" Amel bingung kenapa Syafira bisa mengetahuinya, padahal belum ada yang ngasih tahu.


"Dari artikel, aku cari tahu nama papa mu di google, dan hasilnya yang tadi ku sebutkan."


"Oohhh, iya ya, gue lupa," sahutnya cengengesan.


****


Di sebuah ruangan seorang wanita terus menambahkan ritme permainan agar pria yang berada di bawahnya puas. Sampailah keduanya pada erangan panjang, kedua manusia itu terkulai lemas.

__ADS_1


"Kau tambah pintar bermain, aku suka itu." Ucap si pria, lalu duduk mengatur nafasnya sejenak.


"Ck, aku sudah membayarnya dengan tubuhku. Sekarang giliran kau yang membayar ku dengan cara melenyapkan janda sialan itu!" Wanita itu memberikan sebuah foto perempuan.


Lelaki itu mengambil fotonya memperhatikan orang yang ada di foto, seketika matanya membola karena terkejut. "๐˜š๐˜บ ๐˜š๐˜บ๐˜ข๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ข! ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜”๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?"


"Jhon, kau lenyapkan dia! Menurut anak buah Papa dia menuju rumah sakit. Jika ada tempat sepi dan kesempatan, habisi dia! Kau boleh menikmati tubuhnya sepuasmu." Wanita itu berucap sambil memakai pakaian nya.


Jhon berusaha tidak memperlihatkan wajah keterkejutannya. "Ok, sesuai permintaanmu, Nona Bela. Saya akan menyingkirkannya!"


"Bagus, lakukan tugasmu dengan benar sayang." Bisik Bela di telinga Jhon sehingga membangkitkan kembali gairahnya.


Bela segera menghindar saat melihat kabut di mata Jhon. "Jangan nambah lagi, aku sudah capek! Kita bermain cukup lama."


"Ck, kau sendiri yang datang padaku menyodorkan tubuhmu, dan kau sendiri yang terus-menerus meminta, saya hanya nurut saja apa kata nona bos." Sindir Jhon, lelaki mana yang tidak tergoda jika di suguhkan santapan lezat. Bak kucing kelaparan, ya langsung saja di terkam.


Bela mencebik, dia memang seperti itu. Bela akan melakukan apapun demi keinginannya berhasil, termasuk memuaskan pria.


Bela berdiri merapikan dresnya lalu mengambil tas dan pergi begitu saja meninggalkan Jhon.


****


"Aku berubah fikiran," jawab Fira.


Keduanya terus melangkah ke ruangan pak Komar berada. Fira mengetuk pintu dan masuk setelah di persilahkan dari dalam.


Terlihat pak Komar masih mengenakan seragam rumah sakit, dan sedang makan di temani istrinya.


"Nak Fira," ucap Siti dan Komar.


"Bagaimana keadaan Bapak?"


"Saya baik, Neng. jauh lebih baik," jawab Komar.


"Syukurlah, aku ikut bahagia mendengarnya. Bapak jangan banyak beraktifitas dulu! Istirahatlah sampai benar-benar sembuh!"


Amel memperhatikan interaksi Fira dengan dua orang ini. "๐˜ž๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช."


"Tapi, bagaimana dengan pekerjaan bapak?" Pak Komar bingung.

__ADS_1


"Aku yang bekerja! Bapak harus benar-benar sembuh. Aku mau ke dokter sebentar menanyakan keadaan Bapak. Mel, kamu tunggu di sini saja! Cuman sebentar doang."


Amel mengangguk, dan Fira pamit ke ruangan dokter.


"Temannya Nak Fira?" tanya Bu Siti.


"Iya, Bu. Saya teman satu kampus."


"Satu kampus! Dia kuliah sambil bekerja! Pasti anak itu sangat kelelahan. Waktunya dan pikirannya pasti terbagi kesana kemari." Wajah Bu Siti murung mengingat pengorbanan Fira untuk keluarganya.


"Kenapa Ibu murung?" tanya Komar.


"Kasihan dia, Pak. Dia yang selama ini gantiin bapak nyupir, dia juga yang biayain tagihan rumah sakit ini. Dia sering bolak balik rumah sakit hanya untuk menyetorkan penghasilan dari nyupir ke ibu, di tambah dia harus kerepotan ngurus anaknya."


"Ya Tuhan! Jadi selama ini Nak Fira yang bantu kita?" Komar terkejut, dia baru mengetahuinya. Bu Siti mengangguk mengiyakan.


Syafira sudah kembali lagi, dia mengernyit melihat tatapan dari ketiganya. "Ada apa dengan kalian? Kenapa memandangiku seperti itu?"


"Terima kasih sudah membantu kami, Nak." Kata pak Komar, dia terharu masih ada orang baik yang mau membantu mereka.


"Tidak perlu berterimakasih, aku ikhlas membantu kalian. Oh, iya." Fira mencari sesuatu di dalam tasnya. "Ini uang setoran hari ini, pasti tadi kalian membicarakan ku, jadi aku tidak perlu sembunyi lagi memberikannya." Fira terkekeh melihat wajah keterkejutan dari mereka.


"Darimana kamu tahu bahwa kami membicarakanmu?" tanya Amel.


"Dari cara kalian menatapku," jawab Fira singkat. "Tadi aku sudah bicara sama dokter, katanya besok Bapak boleh pulang mengingat kondisi Pak Komar sudah sangat baik," lanjutnya.


Mereka berucap syukur, tanpa aba-aba Siti langsung memeluk Syafira. "Terima kasih."


Fira mengusap punggung Bu Siti. "Sama-sama, aku hanya membantu semampuku saja."


Bersambung....


****


Mohon maaf bila cerita saya kurang memuaskan๐Ÿ™ Saya masih belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jujur, cukup sulit orang Sunda menulis pakai bahasa Indonesia. Banyak kosakata yang belum saya pahami.


Jangan lupa mampir ke ceritaku yang lain, ya!


Judul : Karena Kamu, Takdirku.

__ADS_1


__ADS_2