
Kediaman Mahendra
"Aaaaaa kenapa semuanya jadi begini? aku malu, Mah. Pasti mereka sekarang mencemooh ku dan akan menghinaku. Dan bagaimana dengan anak ini, aku tidak mau dia lahir tanpa Ayah." Bela mengamuk melemparkan apa saja yang ada di kamarnya. Dia tertunduk lesu di dekat ranjang sambil menangis meratapi nasibnya.
"Ini semua salahmu sendiri! Coba kalau kamu tidak tidur dengan sembarang pria, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Kamu terlalu bodoh sampai harus menyerahkan tubuhmu pada mereka." Bentak Elsa yang kesal kepada anaknya.
Bela tersentak, baru kali ini Mamanya marah dan membentak dirinya. "Kenapa Mama menyalahkan aku? ini semua gara-gara janda murahan itu yang sudah menggagalkan rencana ku!" Bela menjawab, ia tidak mau di salahkan atas apa yang terjadi.
"Di saat seperti ini kamu masih menyalahkan orang lain, dimana otak dan pikiranmu, Bela? seharusnya kau berpikir dan sadar bahwa semua tidak akan terjadi kalau kamu tidak menjadi wanita gampangan! Sekarang lihat akibatnya, kamu hancur sendiri dan kamu gagal mendapatkan Reyhan." Elsa sadar semua yang terjadi emang akibat diri Bela sendiri. Meski dirinya pernah jahat, namun dia menyadari bahwa semua tidak akan terjadi kalau Bela mampu menjaga segalanya.
"A aku harus bagaimana, Mah? hiks hiks hiks, hidupku sekarang sudah hancur dan malu. Ini semua karena janda itu!" Bentak Bela kekeh menyalahkan Syafira.
Elsa menampar pipi Bela berusaha menyadarkan anaknya kemudian mencengkram bahu anaknya.
Bela terkejut, tangannya memegang pipi yang di tampar, ia semakin kaget saat Ibunya menjadi kasar kepadanya. "Kenapa Mama menamparku?"
"Lihat Mama dan tatap mata Mama! Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan? semua yang terjadi padamu bukan salah Syafira, semuanya murni karena kamu yang salah! Mereka tidak akan menunjukan siapa kamu kalau kamu tidak mengusik ketenangan Reyhan. Seharusnya kamu sadar bahwa kamu sendiri penyebab hancurnya kehidupanmu. Andai kamu tidak memberikan kehormatanmu kepada sembarang pria, andai kamu tidak melayani para pria hidung belang, andai kita tidak mengusik Syafira semuanya tidak akan seperti ini!" Elsa menatap serius anaknya sambil meneteskan air mata penyesalan.
Bela termangu melihat Mamanya menangis karena Elsa bukan orang yang mudah meneteskan air mata. Jika sang Ibu menangis itu tandanya ia terlalu kecewa dan sangat menyesal.
"Mah," lirih Bela.
"Mama gagal mendidik mu, Mama gagal menjagamu, dan Mama gagal melindungi mu dari mereka yang sudah menikmati tubuhmu. Andai Ayah kandungmu masih ada pasti dia akan murka dan akan berusaha menjagamu. Mama gagal Bela." Elsa juga tertunduk lesu, dia mengingat pesan mendiang suaminya agar menjaga Bela dan menjadikan Bela sebagai wanita Solehah. Sekarang Elsa benar-benar menyesal karena silau harta ia sampai melupakan janjinya kepada suaminya yang dulu.
__ADS_1
Elsa menangis menyalahkan dirinya yang telah gagal. Bela pun terdiam mendengar setiap perkataan sang Ibu. Bela juga menangis, ia langsung saja memeluk Elsa meminta maaf kepada wanita yang sudah melahirkannya.
"Maafkan Bela, Mah. Bela mengaku salah, aku sudah menyerahkan kehormatanku pada Jhon laki-laki yang aku cintai. Karena sakit hati atas penolakan Jhon atas diriku, aku menjadi gelap mata ingin menaklukan setiap lelaki kaya dan tampan. A aku melayani setiap lelaki kaya dan membuatnya tunduk padaku setelahnya aku tinggalkan. Aku juga sadar bahwa aku tidak pernah mencintai Reyhan, aku hanya ingin menaklukan nya saja." Bela mulai menyadari segalanya, dia tersadar ketika melihat Ibunya menangis akibat dia sendiri.
Elsa membalas pelukan Bela. "Semua yang kamu lakukan salah, Mama juga salah tidak bisa menjagamu." Ucap Elsa di sela tangisnya.
"Aku yang salah, maafkan aku, Mah."
"Belaaaa...! Elsaaa....! Dimana kalian? keluar kalian!" Hendra berteriak mencari keberadaan Elsa dan Bela.
Elsa mengurai pelukannya. "Papa!" dia sudah khawatir dan ketakutan. Takut suaminya marah atas apa yang terjadi.
"Mah," Belapun panik.
"Aku takut," lirih Bela.
"Kita harus menghadapinya apapun yang terjadi." Belapun mengangguk dan keduanya keluar kamar menemui Hendra.
"Elsaaa...!" pekik Hendra.
"Iya, ada apa, Pah?" jawab Elsa setelah sampai di ruang tamu.
"Kalian..! Apa kalian tahu akibat ulah Bela beberapa klien ku mengundurkan diri karena mereka tidak mau berkerja sama dengan wanita pelakor dan murahan seperti mu, Bela!" cerca Hendra langsung saja memarahi keduanya. "Mereka tidak mau namanya ikut tercoreng akibat berkerja sama dengan perusahaanku! Sekarang perusahaanku merugi miliaran rupiah akibat ulah anakmu, Elsa!" Hendra marah, dia mendapat laporan jika sebagian klienya memutuskan menarik kembali saham mereka.
__ADS_1
"Ma mafkan Bela, Pah. Ini di luar kendalinya." Ucap Elsa terbata dan gugup ketakutan.
"Di luar kendali kau bilang? seharusnya kau ajarkan anakmu untuk tidak melakukan kesalahan seperti ini! Dia sudah membuat seorang Mahendra Siregar malu akibat skandal yang ia buat sendiri!" Hendra murka, bahkan dia menatap sinis ke arah Bela. Dan memperhatikan penampilan Bela dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Bela menunduk takut melihat Papa sambungnya menatap seperti itu.
"Maafkan Bela, Pah. Dia anakmu, ku mohon maafkanlah dia!" ucap Elsa menghiba.
"Anakku? apa kamu tidak ingat jika Bela bukan anak kandungku melainkan anak dari suamimu dulu! Aku menikahimu karena kau hamil anakku akibat kau menjebakku dengan mencampurkan obat perangsang agar aku menidurimu. Tapi anakku malah mati karena kau teledor. Dan apa kau bilang, memaafkan Bela setelah apa yang terjadi? tidak segampang itu! Kalian harus mempertanggung jawabkan segalanya!" sahut Hendra mengungkapkan siapa Bela yang sebenarnya.
Bela sendiri tidak terkejut sebab ia sudah mengetahuinya. Gadis yang sudah tak gadis lagi diam tak berkutik dan tak berani membantah. Elsa sendiri diam karena semuanya memang benar.
"Dengan cara apa agar kami bisa bertanggungjawab?" tanya Elsa menunduk ketakukatan.
Hendra menyeringai, matanya terus melirik ke arah Bela. "Layani aku!" pungkasnya.
"Ba baiklah, aku akan melayani mu sepuasnya." kata Elsa.
"Bukan kau, melainkan anakmu, Bela!"
Deg...! jantung Elsa dan Bela tertegun. Keduanya mematung akibat terkejut. Ini kesempatan Hendra untuk bisa mencicipi tubuh wanita yang sedari dulu ingin ia nikmati. Tubuh Bela terlihat menggoda di mata para lelaki hidung belang dan Hendra salah satu lelaki tua yang tergoda akibat bentuk tubuh Bela. Hendra merupakan seorang Casanova, bahkan sampai sekarangpun lelaki itu masih sering menyewa wanita untuk memuaskan hasratnya tanpa sepengetahuan Elsa. Setiap keluar kota, Hendra selalu membayar satu wanita untuk menemani dia tidur dan melayani birahinya.
"Ja jangan anakku! Aku saja!" Elsa tidak mau Bela kembali melayani pria yang bukan suaminya. Cukup sampai disini saja Bela menjadi seorang pe****r.
__ADS_1
Bersambung....