
Bandara
Baru saja seorang wanita paruh baya tiba ke kota J dari kota M. Dia terus berjalan sambil menelpon, meski usianya sudah mau kepala lima, tapi dia masih terlihat sangat cantik dan awet muda.
"Doni saya sudah sampai di kota J, tolong kamu urus dulu mereka! Terus pantau Syafira dari jauh! Mbak tidak mau dia terluka."
"Baik mbak, maafkan saya yang lalai menjaganya."
"Kamu tidak perlu meminta maaf, kamu juga memiliki kesibukan yang lain. Jadi wajar jika waktu mu tidak 24 jam untuk Syafira."
Tak lama kemudian pembicaraan pun selesai, setelah mematikan panggilannya, dia terus menunduk mengecek kiriman foto dari orang suruhannya. "Sudah cukup kalian berusaha mencelakai putriku, kali ini aku tidak akan membiarkan itu. Ku tidak ingin kehilangan yang kedua kalinya, Syafira sudah ku anggap putriku dan aku akan menjaganya."
Dia adalah Sofi. Sofi memutuskan untuk menemui Syafira dengan wajah samarannya sebagai bi Caca. Sofi mendapat laporan jika Fira sering mendapat cemoohan orang dan akhir-akhir ini sering di serang.
Bruukk....Sofi menabrak tubuh seseorang.
"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja," ucap Sofi menunduk.
"Saya yang salah, saya tidak melihat karena terlalu fokus sama handphone saya," balasnya.
Sofi mendongak, keduanya saling pandang.
Deg..!
Mereka tertegun, Sofi sudah gemetar saat melihat wajahnya, dia mundur secara perlahan, ingatan beberapa puluh tahun lalu kini kembali melintas di benaknya. Lalu dia berlari menjauh menghindarinya.
"Wanita itu? wajahnya? dia!" Dia kaget, sekarang dia ingat, jika wanita itu wanita yang dulu pernah dia rusak masa depannya. "Aku yakin, dia wanita itu! Kemana dia pergi?" Pria itu mengejar Dofi, matanya terus mencari kesana kemari. "Cepat sekali dia pergi, aku harus mencari dia!" gumamnya. Namun sayang, dia tidak berhasil menemukannya.
****
"Dimana mereka?"
"Mereka berada di ruangan bawah tanah, mereka tidak bisa berjalan karena kakinya terluka dan tangan mereka kami borgol, lalu kami ikat tubuh mereka." jawab Doni.
__ADS_1
"Bagus, hari ini mbak akan sedikit bermain dengan dia."
Mereka masuk ke dalam bangunan tua, dengan dinding tinggi yang kokoh. Jika di lihat dari jauh bangunan ini terlihat seperti rumah kosong tidak berpenghuni dan menyeramkan.
Setibanya di ruangan bawah tanah, Sofi membuka kain penutup yang menutupi wajah yang mereka sebut bos.
Byurrrr....
Sofi menyiramkan air tepat di wajahnya agar orang itu bangun.
"Lepaskan!" bentak Jhon.
Setelah Jhon di tangani oleh Dokter, dia di bawa Doni dan Kakanya ke rumah tua ini.
"Melepaskanmu? Cuuiih, tidak akan!" bentak Sofi dengan mata memerah bak ingin membunuh.
Doni mematung melihat Sofi yang lain, dia tidak menyangka jika di hadapannya adalah Kaka angkatnya.
"Tidak semudah itu kau bebas, jawab pertanyaanku, kenapa kau berusaha melenyapkan putriku?" tanya Sofi lalu dia duduk di hadapan pria itu dengan menumpang kan kaki dan tangan di lipat di dada.
"Saya tidak mengenal putrimu."
"Oh...begitukah? lalu ini apa, hah?" bentak Sofi sambil melemparkan foto dia yang berusaha mencelakai Fira waktu di kota M, foto saat dia berusaha menusuk Fira, dan foto saat tadi malam.
"Kau bilang tidak mengenalnya? lalu kenapa kau berusaha melenyapkan anakku?"
Orang itu berpikir jika lawannya bukanlah tandingannya. Terbukti dari setiap ia berusaha menyingkirkan Fira, Fira selalu melawan dan selalu ada tameng di belakangnya. Dia juga kaget wanita yang di benci Bela ternyata wanita sama yang Mahendra ingin lenyapkan.
"Kenapa kau diam? kau kaget jika Fira selalu selamat dan selalu ada yang melindungi? Syafira begitu baik padamu Jhon, bahkan dia juga yang sering menolongmu ketika kau di bully, ketika kau kesulitan. Bahkan dalam hal apapun Fira selalu membantumu. Tapi, kau malah mengkhianatinya dengan berusaha melenyapkannya." Sofi menatap tajam Jhon.
Jhon terkejut, dia tidak menyangka wanita di hadapannya tahu jika dia mengenal Syafira. Jhon seorang yatim piatu, dia tinggal di salah satu panti asuhan di kota M bersama adiknya. Dirinya bertemu Syafira ketika dia di bully karena penampilannya yang culun, wajahnya penuh jerawat, bahkan pakaian nya kumel.
Syafira datang ke kehidupan Jhon bak seorang peri. Fira membantu Jhon merubah penampilannya, membantu Jhon mendapat pekerjaan, membantu Jhon di setiap kesulitan. Di situlah Jhon menaruh hati kepada gadis berwajah cantik bak Barbie itu. Ketika Fira masuk kelas 12 Jhon mengutarakan hatinya, namun malah di tolak oleh Fira dengan alasan tidak menyukainya dan tidak berniat berpacaran. Fira hanya menganggap Jhon sebagai Kaka saja. Jhon merasa sakit hati saat cintanya di tolak, dan dia tidak terima jika Fira dekat dengan siapapun bahkan Jhon akan menjauhkan setiap pria yang mendekati Fira.
__ADS_1
Fira muak, dan akhirnya memutuskan menjauhi Jhon demi keselamatan orang di sekitarnya karena Fira takut Jhon berbuat nekat. Jhon pun kembali menyatakan perasaannya di depan semua orang berharap Fira menerima. Tapi, Fira masih menolaknya. Lelaki itu marah, murka dan akan menghabisi Fira agar tidak ada yang mendapatkan Fira.
Di saat itulah ada seseorang datang menawarkan Jhon untuk menghabisi Fira, tanpa pikir panjang Jhon menyutujui tawaran itu.
Sofi mencondongkan tubuhnya, mengeluarkan benda tajam yang ia bawa. "Atau....nyawa adikmu menjadi taruhannya!" Sofi sedikit menggoreskan ujung pisau ke pipi Jhon. "Seperti kau melenyapkan putra dan menantuku!" bentak Sofi marah.
Doni dan para penjaga yang berada di sebelah ruangan bergidik ngeri melihat kekejaman dan tatapan mata Laras yang menusuk ingin membunuh.
"Jangan! Jangan sakiti adikku! Dia tidak salah," kata dia memohon.
"Cuihhh, sekarang kau memohon dan bilang dia tidak bersalah? Lalu dimana perasaanmu yang selalu berusaha membunuh putriku yang tidak bersalah, hah?"
"Kau harus mengikuti perintah kami! Dan kau lupakan Syafira! Dendammu hanya akan membuatmu hancur Jhon. Jangan hanya karena cinta di tolak kau menjadi biadab!"
"Kau tenang saja, saya tidak akan melaporkanmu. Tapi, jika kau melanggar ucapanmu maka adikmu jaminannya!" lanjut Sofi tegas sambil menunjukan foto seorang wanita muda yang tertawa bahagia.
"Jangan sakiti adikku! Baik, saya akan menuruti perkataanmu, tapi jangan sakiti dia!" Pinta Jhon. Dia hanya memiliki satu keluarga yaitu adiknya. Adiknya hanya tahu jika Jhon sedang bekerja di luar kota.
"Pilihan bagus."
Sebenarnya Sofi wanita yang lembut dan baik hati, namun takdir yang kejam membuat dia membentuk karakter yang baru.
Hamil di luar nikah, di usir dari rumah, kemudian merantau ke kota M dan menjalani hidup di sana tidaklah mudah.
Banyak cacian, makian, hinaan yang dia dapatkan, jatuh bangun Sofi alami, namun dia terus berusaha bangkit serta berusaha menghidupi kehidupannya dan putranya.
Hingga dimana titik terendahnya saat segerembolan orang ingin menodai dia kembali, dan disaat itulah dia bertemu Doni yang menolongnya dari orang-orang bejat itu.
Dari situlah Sofi mulai membentuk karakter baru dalam dirinya, atas bantuan Doni. Kini Sofi mampu berbuat kejam pada orang yang berusaha mengusik ketenangan keluarganya. Tapi, satu yang tidak bisa ia lupakan membuat dia memiliki rasa trauma, yaitu orang yang memaksa dia hingga ia hamil.
Bersambung...
Pasti bingung kan kenapa Sofi masih hidup? hayoo... kita main tebakan saja, 😅 penjelasannya nanti di bab-bab berikutnya ya.
__ADS_1