Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Kamu Mau Menggodaku?


__ADS_3

PT. Kontruksi Corporation perusahan yang bergerak di bidang kontruksi atau bangunan ini merupakan salah satu aset milik Albern Alexander yang berhasil di curi oleh Mahendra.


Hendra duduk menumpangkan satu kakinya, dia berada di pinggir dinding kaca memperhatikan keindahan kota J dari atas gedung sesekali mulutnya menghisap sebuah benda yang ketika di hisap mengeluarkan asap. (sebut we rokok)


"Jhon, apa kau tahu Bela menyuruh anak buah saya untuk membantunya?"


"Tidak tahu tuan. Anda kan tahu jika selama ini saya di rawat di rumah sakit dan baru sekarang bisa berdiri lagi." Sesuai arahan Sofi dan Doni, Jhon masih bekerja bersama Mahendra di bawah kendali kekuasaan Fira.


"Ya ya, saya baru sadar. Saya merasa aneh saja sampai saat ini anak buahku belum kembali juga."


"Mungkin saja mereka sedang berlibur." Celetuk Jhon asal.


Hendra memutar kursinya berhadapan dengan Jhon. "Berlibur? apa mungkin Bela memberikan tiket liburan?"


"Bisa jadi, Tuan. Mereka pasti lelah bekerja di bawah naungan Anda, pasti mereka butuh istirahat untuk sekedar menjernihkan pikirannya."


Hendra mengerutkan keningnya berpikir keras. "Hmmm, ada benarnya juga. Setiap orang butuh waktu istirahat walau sekedar rebahan saja." Hendra manggut-manggut mengiakan.


"Kau pintar namun bodoh tuan, Musuhmu jauh lebih pintar dan selangkah lebih unggul," batinnya.


****


Ting tong (anggap saja suara bell)


Bell terus berbunyi mengganggu tidur seorang gadis beranak satu, gadis yang di sebut janda mengucek mata dan menggeliat kan tubuhnya.

__ADS_1


"Siapa sih, pagi-pagi sekali ganggu orang tidur saja?" gadis itu terus menggerutu kesal sebab waktu istirahatnya jadi terganggu. Namun ia tak urung turun dari ranjang berjalan pelan karena matanya masih merasakan ngantuk.


"Tunggu sebentar! Berisik banget sih!" Satu tangannya menutup mulut yang sedang menguap, dan tangan satunya lagi membuka pintu masuk. "Ada apa?" tanya dia lemah.


Orang yang ada di depan pintu mematung, tubuhnya tiba-tiba saja panas dingin melihat penampilan janda anak satu itu. Dia berusaha menelan ludahnya secara kasar, matanya menelisik gadis di hadapannya dari atas sampai bawah dan kembali lagi dari bawah ke atas. "Gila, bisa gila gue. Bodynya... beeuuhhh s*xy bener. Aaaaaa sadar Reyhan! Buang pikiran kotormu! Dilihat haram tidak dilihat sayang," batin Rey prustasi.


Gadis di hadapannya masih belum sadar dari kantuknya. Dirinya terus saja menguap dengan mata terpejam.


"Kamu mau menggodaku?" celetuk Reyhan sudah tidak bisa lagi mengontrol sesuatu yang tiba-tiba saja merasuk kedalam tubuhnya.


Fira membuka mata saat mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya. Seketika matanya melotot melihat Reyhan ada di depan apartemen. "Kamu?! ngapain ada disini? darimana kamu tahu tempat tinggalku?" cercanya bertubi-tubi.


Rupanya dia belum sadar dengan penampilannya yang hanya memakai lingerie transparan berwarna merah menampilkan bahu putih polos, memperlihatkan belahan dadanya dan di balik lingerie itu sedikit memperlihatkan lekukan tubuh Fira.


"Kamu tidak perlu tahu darimana aku tahu alamatmu." Reyhan menyenderkan tubuh bagian kiri ke dinding, tangannya ia lipatkan di dada matanya menatap wajah Fira kemudian bersiul. "Jayang, apa kamu mau menggodaku?" Reyhan menggerakkan alisnya ke atas ke bawah.


Reyhan panik, lelaki tampan itu segera membekap mulut Fira menariknya masuk kedalam lalu menutup pintu dengan rapat. "Jangan teriak! Teriakanmu bisa membuat para penghuni apartemen pada keluar."


Fira mengangguk, jantung nya berdetak tidak karuan ketika tubuhnya menempel dengan Rey yang hanya terhalang oleh kedua tangannya saja. Tangan kiri Rey menaut erat pinggang Fira, dan tangan kanannya membekap mulut Fira.


Mata keduanya saling memandang. Perlahan Rey menurunkan bekapannya dan berpindah memegang pipi putih nan halus. Empat jarinya menelusup di bawah telinga Fira, jempolnya terus mengusap pipi namun masih dengan menatap bola mata gadis di hadapan dirinya.


"Kamu cantik meski baru bangun tidur," ucap Rey pelan. Sontak saja wajah Fira merona menampilkan semburat merah di wajah cantiknya.


Rey tersenyum tipis, .ata keduanya tak bisa lepas dari manik mata mereka. Sekelebat setanpun merasuk ke tubuh Reyhan membuatnya nekat menyatukan benda kenyal milik mereka. Fira melotot, dia mematung, merasa tidak ada penolakan dari Fira, Reyhan menggerakkan bibirnya menyesap pelan benda kenyal itu. Reyhan tergoda, setan mampu menggoyahkan pendiriannya untuk tidak mencicipi kembali bibir merah itu.

__ADS_1


Fira sendiri malah terdiam, ingin menolak, tubuh malah menginginkan. (Plin plan loe 🤣)


Baru kali ini Reyhan berani melakukan tindakan di luar batas kepada seorang perempuan. Meski belum pernah melakukannya, Reyhan bisa merasakan jika Syafira masih kaku dalam hal ini. Reyhan menjauhkan wajahnya karena ia merasa hawa panas mulai menjalar kemana-mana. "Reyhan, kau kurang ajar sekalai. Tapi entah kenapa gue malah tidak menolak dan ingin lagi?" batin Fira menolak tapi tubuh menikmati.


Jempolnya kembali mengusap bibir milik Fira yang basah akibat ulah dirinya. "Sekarang kamu milikku! Kita resmi menjadi pasangan."


"Hah!" Fira langsung melepaskan diri dari dekapan Reyhan. "Enak saja! Aku tidak mau!" tolak Fira.


"Bilang tidak mau, lalu barusan apa? tidak menolak bukan." Goda Reyhan memperlihatkan senyum menggoda.


"Reyhaaaan...! Dasar mesum, kurang ajar, brengsek, beraninya kamu mencuri ciumanku! Kau lelaki pertama yang mencuri ciumanku, aku tidak terima itu!" Fira berusaha memukul Reyhan dan tanpa sadar mengakui jika Reylah orang pertama mengecupnya.


Tangan Fira di cekal oleh Rey. "Jadi aku yang pertama?" tanya Rey serius.


Fira terdiam menyadari ucapannya. "Bu bukan, suamiku yang pertama menyentuhku." Jawab Fira gugup.


"Jika sudah berpengalaman kenapa seperti baru pertama kali melakukannya? kata orang, perempuan yang pertama kali melakukan kissing akan terasa kaku! Ah, tauh ah, pusing gue," batin Rey bertanya-tanya.


"Kapan kamu ganti pakaian? apa kamu memang berniat menggodaku, Jayang?" tanya Rey mengkerlingkan sebelah matanya.


Fira bergidik ngeri, langsung saja dia melepaskan cekalan Reyhan dan berlari kekamarnya. Reyhan tersenyum gemas. "Menggemaskan sekali. Ingin sekali ku menidurimu. Astaga Reyhan..! Dasar otak mesum, udah gila loe gara-gara janda." Reyhan mengacak rambutnya prustasi, janda satu ini mampu menggoyahkan segalanya.


Di dalam kamar mandi Fira menyenderkan punggungnya ke pintu. Dia memegang dada yang terus berdetak tak menentu.


"Perasaan apa ini? kenapa jantungku dag dig dug terus?" Lalu tangannya memegang bibir. "Dan ini, kenapa aku juga tidak menolaknya. Oh hati, ada apa denganmu? bodoh, bodoh!" Fira metutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Dia malu sendiri atas apa yang terjadi barusan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2