Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Pertunjukan


__ADS_3

Mereka terkejut mendengar perkataan Sofi termasuk juga Syafira karena selama ini Sofi tidak menceritakan apapun padanya.


"Kenapa kamu bicara seperti itu, Nak? Ibu tidak mungkin melakukan hal semacam itu kepadamu?" Saras mulai ketakutan gemetar takut namanya tercoreng.


"Anda jangan mengelak lagi, selama ini saya tidak kembali kepada kalian agar Anda sadar atas apa yang telah Anda lakukan padaku dulu. Anda menawarkan saya pada lelaki kaya termasuk Mahendra untuk uang dan sebuah kehormatan. Dan sekarang Anda mengulanginya lagi kepada keponakanku. Kali ini tidak akan ku biarkan Anda melakukan nya."


"Nak, kamu ini bicara apa? apa ini balasan seorang anak kepada ibunya? Tidak ada Ibu yang menjual anaknya." Saras mulai bersandiwara agar dia terlihat menyedihkan di mata semua orang dan supaya Sofi terlihat seperti anak durhaka.


"Ini semua pasti ulah janda murahan itu. Dia sudah bikin semuanya kacau dan dia juga pasti sudah meracuni otakmu Sofi." Kata Saras menuding Syafira sebagai dalang semuanya.


"Bukan dia yang bikin kacau tapi kalian sendiri yang membuat semuanya kacau. Anda harus tahu, orang yang kau sebut janda murahan nyatanya anak tunggal dari Mahardika Siregar dan Pradita Alexander, cucu satu-satunya Albern Alexander. Dia jauh lebih sempurna di bandingkan Bela yang hanya sisa para lelaki hidung belang yang sudah menjamah tubuhnya." Pekik Sofi tak mau kalah.


Semua orang makin syok mendengar siapa Syafira. Mereka semua tahu Albern Alexander adalah pengusaha terkenal se Asia.


"Itu tidak mungkin! Janda miskin itu pasti hanya ngaku-ngaku saja!" pekik Saras syok.


"Terserah! yang jelas dia adalah cucu asli pengusaha berlian sekaligus pemilik sah SC and R di kota M dan di kota J." Sahut Sofi membongkar siapa Syafira.


Semakin terkejut saja mereka, Saras semakin syok mendengar orang yang sering ia hina nyatanya seorang bos muda Cafe dan Restoran. SC and R atau SUNSHINE CAFE AND RESTO adalah nama cafe dan restoran yang sudah terkenal ke seluruh Indonesia bahkan se Asia. (Namanya ngehalu boleh lah ya setinggi langit.)


"Dan kalian harus tahu, dia bukanlah seorang janda seperti yang kalian tuduhkan. Dia bukan janda biasa, janda hanya sebuah status palsu yang ia sembunyikan dari kalian. Dia, Aurelia Syafira jauh lebih baik dan sempurna di bandingkan Bela yang ngaku gadis namun rasa janda." Sofi menekankan setiap perkataannya saking ia kesal dan marah.


"Hei, jangan pernah kau menghina putriku!" bentak Elsa maju untuk menampar Sofi. Namun, tangannya di cekal oleh Fira.

__ADS_1


"Sudah cukup kalian melakukan drama dan sekarang giliran saya yang menunjukan siapa kalian semuanya. Kau ingin tahu siapa Bela yang sebenarnya? maka akan aku tunjukan siapa dia." Kali ini Fira berucap, ia gemas sendiri dikarenakan rencananya melenceng dari kenyataan.


Perdebatan mereka masih di tonton banyak orang. Tidak ada satupun yang beranjak dari sana karena masih penasaran endingnya akan seperti apa.


Syafira menjentikkan jari, dan tiba-tiba saja lampu padam kemudian menyala lagi cuman hanya ada sebuah layar menyala entah siapa yang telah memasangnya.


"Kalian lihat baik-baik ke arah sana! Aku akan menunjukan siapa itu Bela dan siapa ayah dari anak yang di kandungnya." Fira kembali menjentikkan jarinya lalu sebuah rekaman Video mulai berputar.


Bela syok dan gemetar melihat dirinya bersama beberapa pria sedang melakukan hubungan intim. Di layar terpangpang jelas seorang wanita sedang melakukan adegan syur namun tubuh mereka di bluur hanya menampilkan wajah dari keduanya saja.


Elsa sendiri syok karena putrinya seperti itu. Elsa merasa gagal mendidik Bela agar menjaga kesuciannya untuk sang suami kelak.


Video itu mati, dan kembali memperlihatkan Bela bersama pria lain yang tak bukan dan tak lain adalah Jhon.


"Bohong, Video itu bohong! Aku tidak mungkin seperti itu. Anak ini, Reyhan lah ayahnya." Bela menggeleng kepala mengelak akan kenyataan yang ada.


"Aku tidak pernah berbohong. Aku masih punya bukti yang lain." Fira menjentikkan jarinya dan rekaman itu memperlihatkan pembicaraan Bela, Elsa, dan Jhon ketika di cafe sampai mereka pergi.


"Bagaimana kejutannya? seru bukan?" ucap Fira dingin.


"Itu tidak mungkin," Saras termangu menyaksikannya.


Dinda murung karena menyesal telah percaya kepada bukti palsu. Arman tersenyum tipis merasa lega jika bukan Reyhan yang melakukannya. Reyhan sendiri merasa bahagia ada bukti menyatakan ia tidak bersalah. Reyhan menatap sang istri penuh cinta. Dia tidak menyangka istri nya secerdas ini, dan Rey semakin mencintainya.

__ADS_1


"Itu wanita pilihanmu Nyonya. Dia wanita sempurna dan yang paling cocok untuk berdampingan dengan suamiku bukan?" sindir Fira.


"Kamu lah wanita yang cocok untukku." Reyhan merangkul pinggang sang istri dan mengecup pucuk kepala Fira lalu ******* bibir Fira secara tiba-tiba di hadapan semua orang.


Fira memukul pelan dada Rey. "Di sini banyak orang, Mas. Main sosor saja kayak soang." Fira cemberut kesal.


"Biarkan mereka tahu bahwa kamu milikku, istriku." Kata Rey serius.


"Hahaha lihatlah janda itu, dia murahan bukan. Dia sudah berani menggoda suami orang." Saras tertawa seakan ia menolak percaya dengan kebenarannya. "Dia harus pergi dari sini! Dasar janda miskin murahan, tidak tahu diri sekali kau merayu cucuku di hadapan semua orang." Bentak Saras seperti orang gila.


"Jangan pernah Anda menghina dia, Nek! Sudah ku katakan akulah lelaki pertama yang menyentuhnya. Apa bukti di hadapanmu kurang jelas?" pekik Reyhan membela Fira.


"Percuma kita menjelaskan semuanya. Orang yang tidak menyukai kita sampai kapanpun akan tetap membenci walau seberapa keras kita menjelaskannya," kata Fira. Lalu ia menggandeng Reyhan mengajaknya pergi dari sana.


Arman dan Dinda juga ikut meninggalkan tempat itu begitupun dengan orang tua Fira.


Sofi menatap Saras. "Bu, harta hanya akan menghancurkan dirimu saja. Jangan kau korbankan keluargamu demi ambisi yang di inginkan. Terima kasih atas apa yang telah Anda lakukan kepada Saya. Maaf dulu saya membuatmu malu. Dulu Anda menyuruh saya mengugurkan kandungan dan mendoakan agar anak saya mati. Semuanya terkabul, anak saya meninggal bersamaan dengan istrinya dan semua itu akibat Mahendra dan doa Anda." Sofi meneteskan air mata mengingat almarhum anaknya.


Saras mematung mendengarkannya. Sedangkan Bela dan Elsa diam tidak berkutik. Pikiran Bela kacau, ia linglung dengan apa yang terjadi padanya. Seharusnya hari ini hari bahagia untuknya, tapi kebusukannya malah terbongkar di sini. Bela malu karena banyak orang yang mulai mencibir dirinya sebagai wanita murahan dan pelakor.


Kehadiran Sofi membuat Mahendra terdiam dan terkejut. Sofi memang orang pertama yang di inginkan Hendra. Hendra menyukainya dan berniat menikahinya namun Saras tidak setuju karena saat itu Hendra hanyalah anak dari seorang pedagang warteg saja. Saras menghina habis-habisan Hendra dan di bilang miskin. Dari situ Hendra nekat mencuri sebuah perusahaan milik mertua adiknya agar Saras memberikan Sofi padanya dengan jaminan seperempat harta miliknya menjadi milik Saras.


Batin Hendra berkata, "Kau sudah kembali, tidak ada yang berubah dengan hati ini." Dia memperhatikan Sofi dari tempat tersembunyi agar tidak kelihatan oleh Sofi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2