
Juwita baru saja sampai di rumah sakit jiwa, tempatnya bekerja. Jangan salah pasien rawat jalan rumah sakit tersebut, bukan hanya orang gila saja, mereka rata rata adalah orang normal, dengan sedikit gangguan akibat dari traumanya.
Juwita segera duduk di kursi kebesarannya, sebagai seorang dokter, menunggu kedatangan pasien yang telah mengantri.
"Makan siang di mana tadi dok? Tumben tidak di kantin," ucap suster yang membantu Juwita, suster tersebut mencoba menggoda Juwita. Dirinya tahu bahwa Juwita tadi ke kantor Brayen.
"Ah..." Juwita sedikit salah tingkah saat menjawabnya. "Itu tadi em, apa namanya ya... Aku sedang malas makan di kantin, jadi aku makan di luar, ya di luar," ucap Juwita sedikit gugup.
"Oh... kirain sama pacarnya," suster tersebut tersenyum, melihat wajah gugup Juwita.
"Ga ah, saya masih jomblo kok," jawab Juwita sedikit gugup.
"Oh semoga cepat dapat jodoh deh dok," kembali lagi suster tersebut menggoda Juwita. "Sudah siap dok?"
"Ah, sudah siap jiwa dan raga," ucap Juwita tersenyum kikuk.
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu dok, mau manggil pasien selanjutnya," ucap suster tersebut, berjalan meninggalkan Juwita.
Tak lama kemudian suara pintu membuat Juwita segera memandang ke arah pintu. "Selamat siang, silahkan duduk," Juwita memandang ke arah pasiennya. "Eh Aska, kamu mau ngapain? Mau bertaubat dari dunia per casanova an?"
Aska hanya mendengus mendengar ucapan Juwita, dirinya sudah tahu kalau wanita yang ada di hadapannya ini hanya ingin menggodanya.
*Note, Aska adalah sepupu Angel.
"Ck, urusan biologis tolong di singkirkan dulu kak, ini kenalin teman ku, Jojo,"
__ADS_1
"Jhonatan," laki laki itu mengulurkan tangannya, memandang Juwita dengan sangat dingin.
"Jojo, panggilan ya, nama aslinya Jhonatan to? Juwita, panggil kakak saja," ujar Juwita tersenyum. "Ngomong ngomong ada malah apa?"
"Ini kak, dia ini aneh, kadang berubah seketika, kadang ke suatu tempat tapi dia sendiri tidak tahu kenapa dia ada di tempat itu," ucap Aska memasang wajah serius.
"Maksudnya?" Juwita mengerutkan keningnya bingung dengan maksud dari Aska.
"Begini loh kak ceritanya. Kami itu adalah sahabat sejak SMA, terus dia itu akhir akhir ini aneh kak. Kadang suka marah marah, kadang tiba tiba bercandaan, kadang ramah, kadang ceria, kadang dingin, pokoknya nano nano deh," ujar Aska menjelaskan. "Kadang juga dia ini sikapnya berubah drastis. Pernah aku tanya kak, dari mana Jo? Terus dia jawab. Aku bukan Jojo, aku Jhonatan, atau dia bilang aku Bari, kadang Nando."
Juwita mengerutkan keningnya melirik ke arah Jojo, atau saat ini Jhonatan.
"Awalnya aku kira dia kesurupan, jadi aku sembur kak, aku bacain Al-fatiha dulu kak, eh terus dia marah marah," ucap Aska dengan panjang lebar. "Eh ternyata si Jhonatan yang ada di dalam nya, untung saja aku ga di jadikan daging panggang, kan kasian para wanita jika tidak melihat lelaki tampan seperti ku, bisa tandus hati mereka, terutama para mantan dan calon pacar pacar ku."
"Ehem," Juwita menetralisir rasa ingin tertawanya. "Saat ini yang ada di hadapan saya berarti si Jhonatan?"
"Iya kak, saya Jhonatan," ucap Jhonatan datar. Juwita mengangguk paham, laki laki di hadapannya ini kini berubah menjadi pria yang dingin dan arogan, dengan sistem senggol dikit bacok.
"Oh dari apa yang saya dengar, saya simpulkan kemungkinan nya, bahwa kamu mengalami penyakit, yang namanya dissociative identity Tau DID. kamu pernah mengalami kejadian trauma di masa lalu? Seperti kanak kanak atau saat remaja?" Juwita memandang lekat wajah Jojo.
"Kak dissociative identity itu semacam penyakit kepribadian ganda kan?" Aska mencoba mencerna kata kata Juwita, Juwita mengangguk setuju, kembali memandang ke arah Jojo.
"Hm," JoJo hanya mengangguk membenarkan.
"Jujur saja agar kita bisa sama sama mencari jalan keluarnya," ujar Juwita sehati hati mungkin, Juwita tahu betul Jojo yang saat ini berubah menjadi Jhonatan, sangat tidak bisa di singgung.
__ADS_1
"Mungkin ini berawal saat saya masih kecil dulu. Orang tua saya sering bertengkar di hadapan saya, bahkan saling menyakiti secara fisik," Jojo sedikit menarik nafasnya dalam dalam. "Bahkan mereka selalu menuntut saya untuk berprestasi terus di sekolah. Dan di sekolah, karena perekonomian keluarga saya kurang bagus, saya sering mendapatkan pem bully-an di sekolah."
Jojo mengernyitkan keningnya, mencoba menghilangkan kembali bayangan masa lalunya. "Tapi saya lebih kasihan melihat ibu saya, yang terkadang di pukuli oleh ayah saya, jika ayah kembali dari mabuknya." Jojo menghela nafasnya kembali. "Jadi saya mencoba untuk berpura pura bahagia di depan ibu saya, seolah saya memiliki banyak teman yang baik di sekolah, agar ibu saya tidak bertambah beban pikirannya."
"SD Samapi kapan? Kamu menjadi bahan pem bully-an di sekolah?" Juwita kembali memandang serius ke arah Jojo.
"Hingga SMP kak," ujar Jojo datar. Nada suaranya bahkan kembali dingin seperti semula.
"SMA?" Juwita memandang ke arah Aska.
"Oh, SMA dia sama saya kak, cuma cendrung pendiam, namun tiba tiba ngebanyol, dan ngelawak sendiri. Cuman Aska fikir itu karena kita dekat," ujar Aska, segera berbicara dari sudut pandang nya.
"Lalu pernah melakukan hal ekstrim?" Juwita semakin serius dengan pembicaraannya ini. Pasalanya ini bukan masalah main main. Traumanya berbekas semenjak mas kanak kanak.
"Kemarin kak, dia hampir bunuh diri dengan cutter," Aska segera mengeluarkan pisau cutter ke arah Juwita. Juwita menggeleng, melihat kelakuan kakak sepupu sahabatnya.
"Itu untuk apa?" Juwita melirik cutter tersebut.
"Untuk bukti kak, ayolah kita kembali ke pembicaraan," kepala Aska mencebikkan mulutnya. "Dari mana tadi? Aska tampak berfikir keras, itu gara gara bertengkar dengan papa nya. Semenjak saat itu Aska membujuknya untuk datang ke sini."
*Hai guys penyakit di atas merupakan salah satu penyakit akibat bullying, pertengkaran orang tau, di hadapan anak anak, hingga kekerasan terhadap anak.
Sebagai orang tua, anak muda, maupun yang sering hidup bersosialisasi dengan tetangga, sebaiknya jangan melakukan sesuatu hal yang menyakiti teman, karena terkadang itu adalah hal remeh untuk kita, namun membawa perubahan besar untuk orang itu.
Guys jangan lupa like, dan komentar ya. Karena hal itu memberikan semangat kepada othor untuk rajin update, kalau perlu beri dukungan dan vote ya guys.
__ADS_1