
Brayen tersenyum menyantap makanan yang di hidangkan, tersenyum memandang ke arah Juwita, yang sibuk menyantap makanan dengan hikmat.
Brayen mengartikan bahwa Juwita tengah mengajaknya ber*cin*ta, pasalnya Seafood memang merupakan makanan penambah stamina, di mana akan memberikan beberapa stamina untuk tubuh ketika ber*cin*ta.
Bahkan menurut sebuah penelitian dai Harvard School of Public Health, makanan laut banyak mengandung protein, vitamin D dan asam lemak omega tiga. Kandungan ini bisa memberi dorongan seksual yang tinggi dan meningkatkan libido seseorang. Sehingga ia memiliki kualitas be*rci*nta yang lebih baik. Bahkan kerang dan tiram dapat menaikkan libido seseorang. Asam lemak omega tiga dapat meningkatkan kualitas air mani dan embrio.
"Kau ingin kualitas ber*cin*ta?" Brayen menggoda Juwita. Juwita hanya mengangkat bahu dan menggeleng menggeleng.
"Biasanya seafood bagus untuk kesehatan rahim, membantu wanita lebih mudah untuk hamil, jadi aku berisiniatif memesan seafood," ujar Juwita menggeleng, sungguh setelah menikah suaminya itu berubah menjadi sangat me*sum, terkadang apa yang di lakukan Juwita menjadi bisa tiba tiba terhubung dengan pemikiran me*sum suaminya.
Bagi wanita seafood bisa membantu hamil lebih mudah. Ini bukan hanya sekedar mitos, pasalnya beberapa ahli juga telah melakukan penelitian tentang kandungan seafood yang mampu membuat wanita lebih cepat hamil. Kandungan omega tiganya membuat wanita lebih cepat hamil.
Mereka duduk memandang langit malam, sembari Brayen memeluk tubuh Juwita dari belakang pemandangan dari four season full harbour room menampilkan berbagai sisi, baik dari sisi Opera yang menampilkan Sydney Opera house.
Sydney Opera House (Gedung Opera Sydney) merupakan salah satu landmark di Australia, tepatnya di Kota Sydney. Ciri khas yang paling terkenal dari bangunan tersebut adalah atapnya yang unik dan berbeda dari bangunan terkenal lainnya di dunia. Hebatnya, bangunan yang berfungsi sebagai tempat berbagai pertunjukan ini telah dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2007.
Bentuk Sydney Opera House saat ini merupakan hasil desain dari pemenang Opera House International Design Competition pada tahun 1956, Jorn Utzon. Seorang arsitek asal Denmark, dinobatkan sebagai pemenang kompetisi tersebut. Ia pun diberi hadiah uang tunai sebesar lima ribu Poundsterling. Tentu saja ia tidak memenangkan kompetisi tersebut dengan mudah. Awalnya, karyanya ditolak oleh ketiga juri pada kompetisi tersebut. Akan tetapi, juri keempat memilih karyanya sehingga ia pun keluar sebagai pemenang. Pada tahun 1959, Sydney Opera House mulai dibangun berdasarkan desainnya.
Bangunan yang khas itu mempunyai banyak ruangan di dalamnya, totalnya mencapai seribu ruangan. Masing-masing ruangan tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Akan tetapi, hanya ada tujuh ruangan yang berfungsi sebagai ruang pertunjukan. Ruangan pertunjukan terbesarnya dinamai dengan Concert Hall yang berkapasitas dua ribu enam ratus tujuh puluh sembilan kursi, sedangkan ruangan terkecilnya dinamai dengan Utzon Room yang berkapasitas suara dua ratus sepuluh kursi. Jumlah atap dengan berbentuk cangkang tersebut adalah sebanyak empat belas buah, dengan betuk atapnya dibuat seperti kulit jeruk yang tercabik sehingga dianggap seperti cangkang oleh banyak orang.
"Ayo tidur, aku sudah benar benar bertenaga, kita langsung tancap gas saja," ujar Brayen mengecup pundak Juwita dengan Juwita yang berada di pangkuannya.
"Hm..." Juwita berdehem dengan wajah memerah, sungguh dirinya memang menginginkannya.
"Ayo..." ujar Brayen segera mengangkat tubuh Juwita menuju tempat tidur.
.
__ADS_1
.
.
.
Pagi hari menyapa Juwita langit Sydney, membuat Juwita menarik selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Semalam Brayen lupa menutup tirai jendela mereka, sehingga kini cahaya matahari masuk dengan leluasa. Dinginnya AC membuat Juwita menelusup ke dalam dekapan Brayen. Brayen hanya merespon dengan pelukan yang hangat.
Aroma maskulin di pagi hari, di tambah aroma kamar hotel yang memang berbau Cendana menambah rasa malas yang ada di diri Juwita, entah berapa lama mereka melakukan pacuan kuda tadi malam, sesekali Juwita lah yang memimpin, dan Brayen lebih mendominasi. Juwita sangat lelah membuatnya enggan meninggalakan tempat tidur tersebut.
Brayen terbangun merasakan nafas hangat Juwita yang menerpa kulit tubuhnya, Brayen tersenyum melihat mata Juwita yang terpejam dengan rapat. Brayen kemudian segera turun dari tempat tidur dengan perlahan. menyusun bantalan di sekeliling Juwita, agar istri cantiknya itu merasa aman. Brayen membersihkan diri, kemudian memesan makanan. Brayen hanya duduk memandang indahnya pemandangan pagi hari, gedung Sydney Opera house tak kalah indah ketika di malam hari.
Juwita mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya ketika dirinya melihat ke arah Brayen yang sedang memandang jauh ke arah pemandangan yang memang memanjakan mata. Juwita segera bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Juwita tersenyum kala melihat indahnya pemandangan dari dalam kamar mandi. Juwita memutuskan untuk merendam dirinya di dalam air hangat.
"Ayo sayang kita sarapan dulu, ini sudah cukup siang, kita akan ke salah satu tempat yang cukup terkenal di sini, di jamin kau akan suka," ujar Brayen mengecup pipi Juwita.
"Hm..." Juwita mengangguk, Brayen segera berdiri kembali dan meninggalakan Juwita yang berada di dalam kamar mandi, Brayen tersenyum ketika melihat senyum mengembang Juwita. Setelah memastikan Brayen keluar, barulah Juwita berdiri, dan berjalan menuju shower.
......................
Brayen tersenyum kala Juwita menarik senyumnya saat mereka berpijak di salah satu dessert bar ternama yang berdiri di Sydney. KOI dessert bar yang berdiri di Kensington Street, Chippendale, Sydney, Australia. Memiliki sejarah berdiri yang cukup menarik. Dan yang lebih menarik adalah ini adalah milik orang Surabaya. Tempat tersebut dijalankan oleh Poernomo bersaudara, yakni Ronald Poernomo, Arnold Poernomo, dan Reynold Poernomo. Ketiga kakak beradik ini lahir dari pasangan Junarmo Poernomo (Surabaya) dan Boyke Malada atau Ike Malada (Kupang).
Salah satu di antara mereka merupakan seseorang yang pastinya sangat terkenal di Indonesia, yaitu Arnold Poernomo. Sementara Reynold Poernomo merupakan the king of dessert. Ia mendapatkan gelar tersebut ketika mengikuti kompetisi memasak terkenal di Australia.
__ADS_1
"Ayo sayang," Brayen menggandeng tangan Juwita untuk masuk ke dalam. Juwita tersenyum mengangguk.
"Terimakasih," bisik Juwita membuat Brayen terkekeh sendiri, istrinya itu tak henti hentinya berterimakasih sejak kemarin. Brayen sangat bahagia kala mengetahui istrinya sangat senang berada di tempat yang telah ia rencanakan. Brayen hanya berharap semoga kedepannya istrinya akan selalu bahagia dengan pilihannya.
Sesampainya di dalam berbagai makanan telah tersaji secara mendetail. Di dalam sana sudah terdapat hidangan yang cantik dan tentu saja Instagram-embel. Juwita segera memilih beberapa satu yang sangat menarik untuknya. Bentuk nya sungguh sangat cantik, dan rasanya jangan di ragukan lagi.
Setiap detailnya mempresentasikan sebuah keindahan yang luar biasa, sungguh Juwita tak heran kenapa salah satu pemilik restoran ini bisa di sebut the king of dessert, bahkan telah masuk menjadi tv nasional. Tempat tersebut memang tak pernah sepi, selalu ramai akan pengunjung. Kemewahan dan keeleganan tempat tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih Juwita memang penggemar dessert.
Brayen menyengusap lembut kepala Juwita ketika gadis itu selesai memotret makanan mereka. Brayen sadar betul istrinya ini adalah seorang selebritis internet, yang terkenal di dunia Instagram.
Coconut Kalamansi makanan dengan perpaduan manisnya kelapa, dan kalamasi coklat yang memiliki keseimbangan rasa.
Mango Yuzu sebuah perpaduan antara mangga dan Yuzu dengan kelembutan antara manis dari buah mangga dan asam yang berasal dari buah Yuzu.
Strawberry Pillow makanan ini berasal dari strawberry, almond dan leci ini memiliki kesempurnaan rasa yang benar benar sempurna.
Dan yang terakhir tiramisu dengan keju mascarpone, lady finger, espresso sponge, coffee jelly, dan honeycomb, memberikan rasa tersendiri di lidah.
__ADS_1