
Brayen baru saja terbangun setelah merasakan pergerakan Juwita yang sedang berjalan ke kamar mandi. Brayen memandang punggung Juwita sedikit menyipitkan matanya.
"Mau kemana sayang?" Brayen membuka suaranya yang serak.
"Ke kamar mandi, mau wudu," ujar Juwita tanpa menoleh Juwita tampak terburu buru. Brayen tahu gadis itu pasti hendak membuang hajatnya.
"Ya sudah, gantian," ujar Brayen segera memeluk bantal guling yang sepanjang malam di peluk oleh Juwita. Wal hasil bantal tersebut membuat Brayen kesal, karena berada di antara dirinya dan juga Juwita. "Cih, setelah ini kau akan ku singkirkan."
Tak lama kemudian Juwita keluar dengan wajah basah, sementara Brayen segera bangkit dari tempat tidurnya, menghempaskan bantal guling yang di peluknya kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Juwita sholat terlebih dahulu, sementara Brayen melaksanan nya setelah Juwita. Juwita segera berjalan ke arah dapur meninggalakan Brayen yang masih melaksanan kewajiban nya. Juwita segera membuat sarapan untuk mereka berdua sudah sejak dirinya tidak membuat sarapan.
Selesai melaksanakan kewajibannya, Brayen segera berdiri dan menelfon asistennya Indri. Brayen meminta Indri untuk mencarikan lokasi sunat laser untuk nya. Tentu saja Indri menyetujui nya. Setelah menelfon Indri, Brayen akhirnya menyusul kekasihnya yang tengah memasak untuknya, tampak di meja makan sudah ada nasi goreng yang Juwita masak. Namun tampak Juwita masih sibuk berada di atas kompor miliknya. Brayen melangkah mendekati Juwita.
__ADS_1
"Sayang lagi masak ya?" Brayen tiba tiba bersuara, membuat Juwita terkejut, untung saja Juwita belum mengambil air yang telah ia panaskan. Jika iya mungkin saja tangannya akan terkena air panas.
"Eh lepas Bray, ini aku sedang memegang air panas loh," ujar Juwita ketika hendak menuangkan air panas ke dalam gelas, namun Brayen tak kunjung melepaskannya.
"Iya, tuang saja dulu," ujar Brayen semakin mengeratkan pelukannya.
Akhirnya Juwita meletakkan air panas itu kembali, dan meraih sendok untuk mengaduk kopi dan teh panas tersebut. Namun Brayen malah mengecup pipi Juwita terus menerus, hingga bibir basah Brayen mengenai cuping dan leher Juwita.
"Hm... Kita gini terus ya, nanti setelah kita menikah harus seperti ini terus," ujar Brayen tak perduli dengan rengekan Juwita yang meminta untuk di lepaskan, Brayen terus memeluk dan menciumi wajah Juwita dari samping.
Juwita segera meletakkan kembali gelas yang hendak ia angkat ke meja makan, di samping kompor listrik miliknya. Brayen menarik Juwita untuk segera duduk di atas meja wastafel, mengecup wajah gadis itu hingga berbunyi, Juwita tertawa geli merasakan bibir basah Brayen membasahi wajahnya.
"Aduh Bray sudah dong," ujar Juwita sembari terkekeh kegelian. "Aku lapar ini."
__ADS_1
Brayen menghentikan aksinya memandang Juwita dengan lembut. "Sayang habis ini aku punya filling kalau kita akan sedikit susah bertemu, karena pasti kakek akan memintamu untuk... hm... apa itu namanya yang seperti Al kemarin sebelum menikah dengan Chandra?" Brayen tampak berfikir keras.
"Pingitan," ujar Juwita mencubit hidung Brayen kemudian menghapus air liur yang di tinggalkan Brayen di wajahnya. Brayen kembali mengecup wajah Juwita hingga kembali basah.
"Nah itu maksudnya. Jangan di hapus," ujar Brayen segera menurunkan badan Juwita, Brayen mengambil alih dua buah gelas minuman yang tadi di buat oleh Juwita.
Usai sarapan Brayen menunggu kedatangan Indri dengan memeluk Juwita erat di sofa ruang tengah, Brayen berbaring di sofa dengan bantalan pa*ha Juwita, Juwita terus mengusap lembut kepala Brayen, Brayen tersenyum merasakan usapan tersebut. Tak lama kemudian Indri datang dengan sebuah plastik putih di tangannya, Indri sudah membawa pesanan tuannya untuk calon nyonya nya.
Setelah menerima bingkisan tersebut Brayen segera bertanya. "Apakah sudah ketemu tempatnya?"
"Sudah tuan tepat di jalan merdeka, saya sudah menjadwalkan besok adalah jadwal tuan untuk di sunat," ujar Indri membuat Juwita tersenyum hangat mengapa kekasihnya sangat ketakutan.
Hai sampai di sini dulu ya, soalnya othor masih belum bisa terlalu lama update othor masih dalam keadaan pemilihan babay doakan othor semoga update double Hari ini ya.
__ADS_1