Cinta Dokter

Cinta Dokter
Pagi Bersama


__ADS_3

Gavin menggendong Bianca menuju kamarnya. ia meletakan pelan Bianca diatas tempat tidur. Bianca masih belum lupa kejadian masalalu dengan Gavin. jantungnya berdebar hebat.


"Aku takut Vin".


"Tenang sayang, kjta hanya akan tidur. aku akan menunggu sampai kau siap".


Gavin mencium kening Bianca. keduanya tertidur berpelukan. paginya Fani sudah masuk ke kamar membangunkan papa dan mamanya. Fani menaiki tempat tidur dan mencium satu-satu. Bianca terbangun, menggendong Fani. ia berjalan menuju dapur.


"Fani minum susu dulu ya". Bianca membuat segelas susu untuk Fani. sementara Wasti dan Suti pelanyan rumah itu sibuk di dapur. mulai memasak untuk sarapan pagi. Suti biasa membersihkan rumah sedang Wasti yang bertugas memasak.


Bianca menyiapkan pakaian kerja Gavin. kemeja berwarna putih dan celana panjang abu-abu. meski berpisah darinya cukup lama, Gavin tetap terlihat terawat. semua pakaiannya selalu di setrika ulang sebelum di kenakan. Bianca ke kamar ia sudah selesai mandi dan duduk di depan meja rias. ia memakai makeup tipis dan mulai menata rambutnya. ia memandang bayangan Gavin di cermin terlihat menggeliat.


"Bangun pemalas". Bianca menarik selimut Gavin.

__ADS_1


"Lima menit sayang".


"Kau sudah terlambat, cepat".


Gavin bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi. selesai mandi masih mengenakan handuk putih ia duduk di depan meja rias. ia memberikan handuk kecil pada Bianca meminta istrinya mengeringkan rambutnya. Bianca mengeringkan rambut Gavin dengan handuk lalu menyisir rapi. Gavin mengenakan bajunya dan mempersiapkan tas kerjanya. keduanya turun untuk sarapan. Fani sudah selesai mandi dengan Suti. sudah berpakaian rapi.


"Fani ayo sarapan dulu". Bianca mendudukan Fani di kursi makan.


"Fani mau ayam goyeng ma".


Selesai sarapan Bianca selalu makan buah pepaya ata jeruk. Gavin tidak suka pepaya kalau jeruk lumayan suka.


Pak kardi memanasi mobil yang akan di pakai Gavin. sementara Bianca ia belum mulai masuk kerja minggu depan ia baru akan bertugas di rumah sakit. Gavin mencium kening Bianca dan mencium pipi Fani. ia masuk kedalam mobil. siap berangkat bekerja.

__ADS_1


***


Bianca mengajak Fani untuk tidur siang. ia akan menyelesaikan beberapa pekerjaannya begitu Fani tidur. Fani sudah harus masuk sekolah. nanti malam Bianca berniat diskusi dengan Gavin soal sekolah Fani.


Fani tertidur pulas. Bianca membaca beberapa makalahnya. ia juga menyusun dafatar belanja apa saja yang akan di perlukan kalau dia membuka tempat praktek di rumah. Wasti membawakan puding cokelat untuk Bianca.


"Was kamu udh lama kerja sama Bapak?".


"Sudah Bu, ada barang kali lima tahun". Jawab Wasti.


"Apa selama ini tidak ada wanita datang ke rumah?".


"Sama sekali tidak ada bu, hanya seminggu sekali tuan Daud kemari menengok Fani".

__ADS_1


Daud Hendrawan mertua Bianca memang sayang terhadap Fani cucu pertamanya. dulu sewaktu Bianca di rawat di rumah sakit karena ketahuan hamil, Tuan Daud Hendrawan lah yang sering menengoknya dan membawakan bunga mawar kesukaannya. bahkan ia sendiri yang sangat keras pada Gavin untuk bertanggung jawab. di depan Bianca dan keluarganya lelaki paruh baya itu sangat bertanggung jawa. anak lelakinya sudah mencoreng namanya tapi ia masih sesabar itu. ayah dan ibu Gavin berpisah sejak Gavin berusia lima tahun. ia tidak dekat dengan ibunya. suatu saat Bianca ingin bertemu dengan ibu mertuanya itu.


__ADS_2