Cinta Dokter

Cinta Dokter
Perbedaan Latar Belakang


__ADS_3

Adelia berjalan ke pelataran parkir rumah sakit. ia terkejut melihat Indra berdiri di sana. Adelia menghentikan langkahnya. ia memandang Indra yang juga sedang melihatnya. Bima keluar dari mobil Indra. Adelia merasa sedikit lega karena ada Bima juga.


"Kenapa disini?". Adelia berjalan mendekat pada Indra.


"Aku menunggu mu". Indra menggandeng tangan Adelia. Adelia merasa canggung karena di sana ada Bima yang memperhatikan keduanya.


"Kau ikut mobilku saja". belum sempat berkata-kata Indra sudah menarik Adelia umtuk masuk ke dalam mobilnya. Bima menutup pintu mobil dan duduk di balik kemudi. ia menjalankan monil dengan kecepatan sedang. di kursi belakang Indra dan Adelia hanya terdiam.


"Tentang kemarin aku....". Adelia menutup mulut Indra dengan telapak tangannya agar lelaki itu tidak melanjutkan bicaranya. ia merasa malu pada Bima. Bima yang melirik dari kaca spion cukup terkejut melihat tindakan Adelia yang menutup mulut Indra dengan tangan mungilnya.


"Kita mau kemana sekarang?". Tanya Adelia mengalihkan pembicaraan Indra.


"Makan malam".


"Kemana ke resto mewah lagi?, atau kita ke rumah mu?".

__ADS_1


Indra tersenyum tidak menjawab. Bima terus melajukan mobinya sampai tiba di gerai makanan yang di jajakan di kaki lima. di sebuah stand yang cukup ramai dan berdesakan. Adelia tertegun memandang Indra yang melepas jasnya lalu menggulung lengan kemejanya. sekarang ia memakai kemeja navy dan jam tangan mahal berwarna hitam terlihat di pergelangan tangannya. begitu juga Bima ia melakukan serupa yang dilakukan tuannya.


Eh ada apa ini kenapa kedua orang itu jadi aneh sekali.


"Ayo kita makan enak". Indra menggandeng lengan Adelia yang masih terkejut. Bima mengekor di belakang mengikuti keduanya.


"Kenapa kemari?".


"Memang kenapa?, bukankah makanan disini sangan enak dan kau menyukainya?".


"Aku ingin mencicipi makanan disini, kata Bima disini juga enak".


Adelia tak bicara lagi, ia hanya tersenyum memandang Indra yang mencoba menjadi biasa dengan berjalan-jalan dan makan di tempat yang pasti brlum pernah datangi. Adelia dan Bima memesan beberapa jenis makanan ada somai, mendoan dan beberapa camilan lagi. Indra menerima sepiring somai hangat.


"Apa itu enak?". Adelia mengamati Indra yang menyendokan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


"Lumayan juga rasanya".


Adelia terkekeh. Ia tak habis pikir kenapa Indra melakukan itu. sementara Bima tahu kenapa Indra melakukannya.


Epilog


"Kau tahu bagaimana gadis itu dengan kehidupannya yang sederhana?". Tuan Biantoro menatap lekat anak lelakinya.


"Kau tidak akan bisa mengikuti cara hidupnya". Tuan Biantoro tidak menyetujui hubungan Indra dengan Adelia. ia tidak perduli mereka sudah jadian atau baru berteman. karena ia tahu anaknya tertarik dengan gadis itu.


"Ku dengar dia juga hanya anak angkat".


"Cukup ayah!". Indra merasakan kemarahan karena ayahnya merendahkan Adelia.


"Jika ayah tak menyukainya jangan sekali-kali menghinanya. karena aku tidak akan tinggal diam ayah". Indra berkata pelan tapi terdengar tegas. tuan Biantoro terdiam memandang putranya. sementara Bima yang sedari tadi mematung di belakang Indra ikut mendengar semua percakapan ayah dan anak. di dalam hatinya ia kasihan juga pada Adelia kalau sampai menjalin hubungan dengan Indra pasti gadis itu akan mendapat banyak kesulitan. tapi semenjak Indra dekat dengan Adelia, perilakunya mulai berubah lebih baik. ia juga semangat dalam bekerja dan sikapnya ke orang lain lebih manusiawi.

__ADS_1


__ADS_2