
Alan berjalan memasuki rumah mewahnya, di ruang tamu tengah duduk adiknya yang bernama Mery. Alan memandangi adiknya yang sedang menangis, mata Mery terlihat sembab.
"Ada apa lagi?" suara Alan terlihat jengah ia sudah hafal pasti adiknya ingin mengadukan permasalahan rumah tangganya dengan Gerald.
"Kak Alan sepertinya Gerald berselingkuh" kata Mery sambil terisak.
"Aku heran kenapa dulu kalian menikah?" Alan menghempaskan dirinya ke sofa empuk dan duduk bersandar di samping Mery. Wajah tampannya terlihat lelah.
"Aku mencintainya kak"
"Lalu apa bajing*an itu mencintai mu?"
"Iya Gerald mencintai ku"
"Kalau kalian saling mencintai tentu tidak akan ada masalah seperti ini. Buktinya kau merengek pada kakak dan bilang suami licik mu itu selingkuh" Alan memang sejak dulu tidak menyukai adik iparnya itu. Ia merasa Gerald bukan pria baik untuk Mery.
"Sejak awal kakak tidak merestui hubungan kalian tapi karena papa dan mama memberikan restu pada kalian kakak tidak bisa berbuat apa-apa"
"Kak tolong sekali ini jangan menyudutkan aku"
"Siapa pelakor itu?" tanya Alan datar. Ia sudah terbiasa menerima aduan dari adik kesayangannya tentang beberapa pelakor yang mendekati Gerald atau sengaja Gerald yang mendekati mereka.
"Aku tidak tahu namanya, tapi aku ada fotonya besok akan ku kirim pada kakak karena ponselku mati"
"Baiklah, sekarang pulanglah"
"Baik tapi besok janji kakak akan menelpon ku?"
"Hmmm"
__ADS_1
Alan memegangi keningnya, kepalanya pusing melihat adik kesayangannya yang selalu saja bermasalah dengan suaminya.
"Yoan kemarilah aku membutuhkan bantuan mu"
"Baik dokter" Yoan adalah asisten pribadi Alan .
Tidak berapa lama Yoan tiba di kediaman Alan. Ia duduk di kursi di ruang tengah menunggu Alan yang baru menikmati makan malamnya.
"Yoan tolong kau cari tahu siapa wanita yang sedang dekat dengan adik ipar ku, Mery menangis dan mengadu padaku kalau Gerald sedang dekat dengan perempuan lain"
"Baik dokter Alan, akan saya berikan informasi paling lambat beslok sore"
"Baiklah kau boleh pergi sekarang"
Yoan berpamitan dan bergegas meninggalkan kediaman Alan.
Sementara di tempat lain Ivana terlihat di sebuah restoran ternama bersama seorang pria. Ya mereka memang sedang dekat dan pria itu adalah mantan kekasih Ivana sewaktu kuliah dulu.
"Enak aku suka"
"Apa kau juga suka pada ku?"
"Emmm...... ayolah Gery jangan membahas ini lagi aku tidak tahu..."
"Ivana aku masih sangat menyukai mu, mau kah kau mempertimbangkan hubungan kita agar seperti dulu?"
Ivana terlihat ragu, ia menyisir rambutnya dengan jemari tangannya yang lentik.
Jujur saja ia sudah lama tidak bertemu dengan Gery dan tiba-tiba mereka menjadi dekat kembali.
__ADS_1
"Entahlah Ger, aku akan memikirkannya dulu"
"Baiklah tapi jangan terlalu lama, aku membutuhkan jawaban mu segera kalau tidak aku bisa gila"
Di kejauhan seorang pria sedang memata-matai Ivana. Pria asing itu terlihat membidikkan kamera ponselnya ke arah Ivana dan Gery.
Ivana merasa curiga sebenarnya dengan pria di ujung sana. Tapi ia hanya diam dan malas menegur atau bercerita pada Gery.
"Ger pulang yuk, aku ada pekerjaan besok di radio"
"Radio?"
"Iya aku mengisi sebuah acara bincang tentang kesehatan di radio B"
"Oh baiklah, ayo aku antar kau pulang"
Ivana meraih tasnya dan bergegas berjalan menuju mobil Gery yang terparkir di pelataran restoran. Gery mengantarkan Ivana pulang ke rumahnya.
Di depan rumah Dinda sudah terlihat bersantai sembari memainkan ponselnya di temani secangkir teh dan biskuit.
"Hai Dinda" Gery terlihat menyapa Dinda yang cuek dan tidak mempedulikannya.
"Sejak kapan kau dekat lagi dengan dia?" tanya Dinda pada Ivana begitu Gery pergi.
"Kami hanya teman biasa saja tidak ada yang istimewa"
"Kau tidak takut tertipu lagi oleh nya?" Dinda juga tahu reputasi Gery dulu sewaktu di kampus. dia adalah playboy cap tikus.
"Aku masuk dulu Din mau mandi" Dinda tidak menjawab ia kembali asyik dengan ponselnya.
__ADS_1
Dinda sedang menghubungi seseorang bernama Yoan untuk di interview besok. Ia bertugas mengisi rubrik tentang tokoh pengusaha dermawn dan Yoan ini adalah salah satu pengusaha sukses yang dermawan menurut Dinda.