Cinta Dokter

Cinta Dokter
Bonus Part (Diam-Diam Dokter)


__ADS_3

Rumah sakit pusat memanggil dokter Helena untuk ikut meeting. Helena berangkat pagi menaiki mobilnya menuju stasiun terdekat. Ia meninggalkan mobilnya di sana dan menaiki kereta menuju kota besar.


Perjalanan dengan kereta di tempuh selama delapan jam. Helena menghabiskan waktunya untuk membaca novel di dalam kereta. Ia baru saja membeli terbitan baru hasil karya penulis favoritnya.


Helena tidak bisa tertidur selama perjalanan, mungkin karena ia tidak terbiasa tidur di kendaraan.


"Apa ini kebetulan?" sebuah suara menegur Helena. ia mendongak ke arah pria yang berdiri di samping kursinya.


Oh Tuhan, pria ini lagi.....


Helena hanya terdiam dan malas meladeni Adam yang ternyata juga menaiki kereta itu. Entah kenapa kemanapun Helena pergi pria itu juga ada.


"Kau mau ke kota?"


"Bukankah kereta ini memmang menuju kota?"


"Benar juga" Adam tersenyum ia sudah biasa dengan kejutekan sang dokter.


"Di kota besar itu kau tinggal dimana Helen?".

__ADS_1


"Di apartemenku pipa air tidak bermasalah jadi kau tidak perlu tahu alamatku"


Adam nyengir sembari menggaruk kepalanya. Benar-benar gadis angkuh yang sulit di taklukkan oleh pria setampan dirinya.


"Baiklah kalau begitu nanti aku saja yang mengundangmu ke rumahku"


"Terserah kau saja tapi aku datang ke kota hanya sebentar lalu aku akan kembali lagi dinas"


"Tidak masalah. Oh ya Helen aku duduk di sebelah sana jika kau ada perlu denganku datanglah ke kursi ku.


Helena diam dan tidak mempedulikan Adam. Akhirnya setelah delapan jam perjalanan, kereta tiba di pemberhentian terakhir. Helena segera turun dari kereta dan masuk ke dalam sebuah taxi. Ia malas jika berbasa-basi dengan Adam lagi.


"Hai Helena...kau terlihat baik" sapa dokter Reiner yang menjabat direktur rumah sakit.


"Tentu saja dokter bukankah aku memang harus baik-baik saja sejak kau mengirimku ke rumah sakit terpencil di pinggiran kota?".


"Benar sekali, kabar baik apa yang kau bawa dari tempatmu itu?" ejek dokter Reiner.


"Penduduk disana sangat baik dan hangat. mereka bukan memperlakukanku seperti orang asing melainkan keluarga"

__ADS_1


"Oh aku terharu Helena...hahaha"


"Terimakasih atas rasa haru-mu dokter, itu suatu penghargaan untukku" Helena melangkah pergi keruangan meeting di rumah sakit itu dan dokter Reiner kesal di buatnya.


Semua dokter yang berkepentingan sudah hadir termasuk dokter Reiner juga sudah memasuki ruangan. Kasak kusuk terdengar bahwa pimpinan yayasan utama telah di ganti. Pimpinan yang baru akan memegang rumah sakit itu sekarang.


Seorang pria memasuki ruang meeting, pria itu mengenakan stelan jas hitam lengkap dengan dasi. Terlihat rapi dan berwibawa sekali. Helena terkejut setengah mati ketika memandang pria yang baru saja tiba di hadapannya.


"Selamat siang semua" dokter Reiner mengawali pembicaraan. Pria di sampingnya mengedarkan pandangannya melewati Helena begitu saja. Iya pria itu adalah dia....


"Perkenalkan beliau adalah tuan Adam Kambers, pemimpin baru yayasan pusat dan sekaligus pemegang posisi tertinggi di rumah sakit ini" kata dokter Reiner.


"Tuan Adam juga seorang dokter spesialis bedah"


Deg! .....


wajah Helena memerah. ia tidak pernah menyangka pria itu adalah seorang dokter dan apa lagi ia juga pimpinan pusat. Helena menunduk tidak berani memandang Adam.


Bodoh sekali aku karena selama ini menyangka dia tukang ledeng. Kenapa Felix tidak pernah bercerita siapa pria ini padaku.

__ADS_1


Helena merasa malu mengenang percakapan mereka selama bertemu. Helena cukup jutek dan ketus pada Adam Kambers yang ternyata bukan orang sembarangan. Lalu untuk apa ia ada di kota pinggiran itu..........


__ADS_2