Cinta Dokter

Cinta Dokter
Tidak baik untuk kita terlalu dekat


__ADS_3

freya sekarang sedang berada dirungannya, dia sedang memainkan ponselnya, melihat pesan kemarin malam yang dia kirimkan untuk vian, telah dibaca namun tak kunjung dibalas.


"hey!, kenapa bengong aja" tanya temannya freya sambil memakan cemilannya


"enggak ada kok, silvi kamu sibuk tidak? " tnya freya sambil memakan cemilan miliknya


"engak tu, kamu mau ngajak aku ke mall? ayok" ucap silvi dambil mengepalkan tanganya semangat


"baiklah, kita akan ke mall, tapi sebelum itu, temani aku ke suatu tempat ya" ucak freya


"kemana? " tanya silvi


"udah, kamu ikut saja" ucap freya yang diangguki silvi. lalu setelah itu mereka berbincang bincang tentang kejadian kejadian yang mereka alami, sesekali mereka tertawa jika ada yang lucu


--------------------------


freya dan silvi sedang berjalan beriringan keluar rumah sakit untuk pergi ke suatu tempat yang freya ucapkan tadi, setelah itu baru mereka akan pergi ke mall, mereka berjalan sambil berbicara yang membuat mereka tertawa lepas, saat sedang berjalan tiba tiba ada seseorang yang menghalangi jalan mereka dia menatap freya sambil membawa bunga


"Adit" suara lembut freya yang membuat Adit langsung tersenyum


"hai frey, kamu mau kemana? " tanya Adit smbil melihat ke arah silvi yang memandang Adit kurang suka


"aku mau ke suatu tempat, setelah itu pergi ke mall" ucap freya sambil melihat ke arah silvi yang masih dengan tatapan tidak sukanya pada Adit


"owh, aku boleh ikut? " tanya Adit sambil tersenyum pada freya


"enggak! " freya dan Adit melihat ke arah silvi yang sedang menahan emosi


"kenapa, aku teman freya jadi gak papa dong aku ikut" ucap Adit sambil merangkul freya yang mulai risih


"kamu teman nya, aku sahabtnya, kita cuma mau berdua" silvi menatap tajam pada Adit


"kan sekalian aku mau jagain kalian" ucap Adit sambil tersenyum pada freya tangannya masih merangkul freya


"kamu kira kami gak bisa jaga diri apa" ucap silvi baru Adit akan bersuara

__ADS_1


"udah udah, Adit maaf kami mau pergi berdua saja" ucap lembut freya sambil menyingkirkan tangan adit, Adit pun tak bisa apa ap lagi kalau sudah freya yang bilang


"yaudah, ini buat kamu" Adit menyerahkan bunga yang dia pegang sangat indah


"kenapa buat aku? " heran freya tapi tetap menerima bunga tersebut


"gak papa ambil aja, yaudah aku pergi ya, dadah" ucap Adit sambil mencubit kedua pipi freya dan melangkah pergi. freya dan silvi pun ikut melangkah pergi menuju mobil silvi didalam mobil silvi terus memperhatikan freya


"kamu suka sama Adit?" tannya silvi yang membuat freya langsung melihat kearah nya


"iya, sebagai teman" silvi mendengus setelah mendengar perkataan freya


"frey, kamu gak sadar kalau dia suka sama kamu? " tanya silvi


"iya suka sebagai teman" ucap freya yang membuat silvi kembali mendengus


"frey, gak ada suka sebagai teman tapi sikapnya kayak gitu, apalgi sampai memberi bunga seperti itu" freya terdiam memdengar perkataan silvi, memang benar yang dikatakan silvi tidak ada orang yang suka sebagai teman tapi bersikap seperti itu


"terus, bukannya kamu lagi dekat dengan pengusaha tampan itu" freya melihat ke arah silvi saat mendengar pengusaha tampan


"Aku memang dekat dengannya, tapi akhir akhir ini sikapnya berubah kepadaku, tidak seperti biasanya" ucap freya


"berubah? " tanya silvi heran


"iya, dia sekrang cuek dengan ku, bahkan saat aku menghubunginya tidak pernah diangkat lagi" ucap freya


"kamu membuat kesalahan? " freya menggeleng


"mungkin kamu membuat kesalahan, hingga membuatnya seperti itu" ucap silvi yang di angguki oleh freya lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka tidak lama setelah itu mereka sampai di gedung tinggi dan mewah terdapat tulisan PradanaGrup di sana, silvi pun mengerti akan tujuan freya untuk kesini,


mereka keluar dari mobil langsung menuju resepsionis untuk daftar bertemu dengan ceo perusahaan tersebut.


"maaf mbk, ada yang bisa saya bantu? " tanya nya


"saya ingin bertemu dengan bapak alvian pradana " ucap freya yang membuat resepsionis tersebut kaget.

__ADS_1


"apakah mbk sudah membuat janji? " tanyanya


"belum, saya kesini ingin berbicara dengan dia" ucap freya


"baiklah mbk isi ini dulu, setelah itu tunggu disana" ucapnya yang diangguku freya


freya dan silvi pun menunggu di tempat yang ditunjukan oleh resepsionis tadi mereka menunggu sambil berbicara, saat berbicara mata freya menatap sosok seseorang yang dia kenali


"vian" vian menghentikan langkahnya saat suara yang sangat dia kenali memanggilnya, semua yang disana memperhatikan mereka, para pegawai mentap freya dengan tatapan sulit untuk dj artikan, karna baru kali ini ada seseorang yang panggilannya di respon oleh vian


"bisa berbicara sebentar" tanya freya yang sudah berada didepan vian, vian hanya menangguk dan menarik tangan freya agar masuk kedalam suatu ruangan, semua pegawai membelakkan matanya tidak percaya, ceo mereka yang sangat tidak suka disentuh, sekarang memegang tangan seorang perempuan? bahkan wanita itu sangat cantik. silvi? dia hanya menatap sekilas dan langsung melanjutkan bermain ponselnya dia sudah biasa melihat vian dan freya bahkan mereka pernah berpelukan didepan silvi.


"katakan, apa yang ingin kamu bicarakan" vian duduk didepan freya sambil menatap freya menunggu ucapan yang akan keluar dari mulut gadis tersebut


"kenapa kamu tidak pernah mengangkat panggilan ku?" tanya freya sambil menatap vian


"aku sibuk" ucap vian sambil mengalihkan pandangannya


"sesibuk itu? samapai tidak bisa membalas pesan ku sedikit saja? aku mengkhawatirkan mu vian" ucap freya


"aku sengaja melakukan itu, untuk mengurangi kedekatan kita frey, tidak baik kita terlalu dekat" ucal vian


"kenapa seperti itu? " tanya freya yang belum mengerti


"freya, kamu sudah memiliki hubungan dengan orang lain, tidak sepantasnya kita terlalu dekat frey, aku tidak ingin disebut sebagai perusak hubungan orang lain, jadi mulai saat ini, kita kurangi kedekatan kita, kita masih tetap berhubungan tetapi hanya sebagai teman tidak lebih" ucap vian yang membuat freya kaget


"vian ini... " ucapan freya terpotong vian


"tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, ayok kita keluar" ucap vian yang sudah keluar, freya terdiam beberapa saat setelah itu dia kekuar hendak mengejar vian ingin menjelaskan bahwa yang dikatakan vian itu tidaklah benar, freya tidak miliki kekasih bahkan dia menyukai vian itu tidak pernah dibantah lagi oleh dia. dia berjalan cepat untuk mengejar freya tapi terlambat mobil vian telah meninggalkan gedung ini, silvi yang melihat freya berjalan cepat pun heran ada apa dengan mereka?


----------------------------------------------------------------------------------


hey, hey, hey😊 bagaimana dengan bab kali ini? 😊ikutin terus ya 😊Jagan lupa like, komen, vote😁


mampir juga yuk di cetitaku yang lain "Cinta Tulus Kita" 😁

__ADS_1


__ADS_2