
Dokter Helena, seorang dokter muda yang menggantikan dokter Bianca praktek keliling untuk mengunjungi pasiennya. Dokter Helen dikirim ke kota kecil itu sejak dokter Bianca menikah dan pergi dari kota itu.
Helena juga menempati rumah yang dahulu di tempati oleh Bianca. Ia memulai kunjungan rutinnya besok di hari Senin dengan mobil jeep yang di wariskan oleh Bianca.
Helen mungkin tidak secantik dokter Bianca tapi ia memiliki wajah yang manis dan senyum yang menyenangkan. Bola matanya berwarna cokelat tua dan selalu terlihat berbinar. Kulitnya tidak putih tapi kecoklatan dan terlihat eksotis.
Pagi itu Helena sudah siap dengan perlengkapan kerjanya. Ia memasukan tas kerja ke dalam mobil Jeep warna hitam di halaman rumah dinasnya.
Helena memeriksa daftar pasien yang akan ia kunjungi terlebih dulu. Cecilia seorang wanita muda yang hamil tua dan bekerja sebagai petani gandum.
Helena segera tancap gas menuju rumah Cecilia yang lumayan jauh. Ia harus melewati jalanan berbatu. Setelah perjalanan selama setengah jam akhirnya Helena sampai di depan rumah Cecilia yang sedikit berantakan.
Helena mengenakan sepatu but berwarna hitam pagi itu. Ia melangkah menuju rumah pasiennya.
"Hai Cecil...." sapa Helena saat melihat Cecilia sedang menarik gulungan skamp bekas panen gandum
"Hai cantik..., dokter kau kemari? kenapa tidak mengabari?" Cecilia segera meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Helena.
"Aku sudah mengabarimu dua hari yang lalu, kau lupa?"
"Oh maaf dokter aku lupa, kalau aku ingat kau akan kemari aku akan memasak hidangan yang enak untukmu"
__ADS_1
"Baiklah lain kali aku akan memberitahumu lagi agar kau bisa masak enak untukku. Sekarang aku akan memeriksa kondisi kesehatanmu dulu"
"Ayo masuklah, Tim sedang pergi ke ladang gandum untuk menunggu hasil panen kami" Tim adalah Sumi Cecilia.
"Okay tidak masalah nanti sampaikan salamku pada Tim. Sekarang duduklah aku akan memeriksa tekanan darahmu dulu"
Dokter Helena memeriksa tensi Cecilia dan hasilnya cukup tinggi.
"Cecil tensimu tinggi ku harap kau banyak beristirahat"
"Baiklah dokter, akhir-akhir ini aku memang kelelahan".
"Aku akan memberimu vitamin dan kau harus beristirahat dan makan makanan sehat. Lihatlah kakimu sudah bengkak karena tensimu yang tinggi. Sebentar lagi kau akan bersalin jadi jaga kehamilanmu baik-baik"
"Baik dokter, tapi apa itu berbahaya?"
"Iya akan jadi berbahaya jika tensimu tidak segera turun"
"Tenanglah, turuti perkataanku, beristirahatlah dan jangan terlalu banyak pikiran"
"Baik dokter"
__ADS_1
"Aku pergi dulu Cecil" Helena memeluk Cecilia sebelum pergi. setelah berpamitan Helena berjalan menuju mobilnya dan bergegas ke rumah Felix.
Helena pernah membaca catatan medis tuan Felix dari dokter Bianca yang menanganinya sebelum Helena.
Tuan Felix memiliki riwayat asma akut. Dan sering kambuh jika kelelahan atau perubahan musim. Helena meengemudikan mobilnya menuju rumah tuan Felix.
Ia memarkir mobilnya di halaman yang luas milik tuan Felix. Disana juga terparkir sebuah mobil jeep. Helena meraih tas kerjanya dan berjalan menuju pintu rumah Felix yang kebetulan terbuka lebar.
"Hai tun Felix...." sapa Helena.
"Oh hai sayang kemari masuklah. Kebetulan kau datang"
"Apa aku mengganggumu tuan Felix?"
"Sama sekali tidak dokter, aku ada tamu tapi dia sudah seperti saudara untukku"
Tuan Felix menunjuk seseorang yang duduk bersandar di sofa. Tamu tuan Felix seorang pria.
"Adam kemarilah.." Pria itu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Felix dan Helena.
"Perkenalkan ia dokter terbaik disini dan ia juga sangat cantik" kata Felix. Helena dan Adam saling berkenalan. Adam pria yang tampan bahkan sangat tampan. Ia seperti tidak memiliki cela di fisiknya.
__ADS_1
Helena segera memeriksa kondisi Felix ia tidak menghiraukan Adam yang sedari tadi memandangnya.