Cinta Dokter

Cinta Dokter
Teman Baru


__ADS_3

Ada dokter baru di rumah sakit tempat Gavin bekerja. namanya dokter Luna. orangnya cantik dan ramah. keduanya banyak berbincang. Gavin menanggapi setiap obrolan Luna dengan ramah. ia tida memiliki rasa kagum atau apapun pada wanita itu. tapi sebaliknya sepertinya dokter Luna menaruh hati pada Gavin


"Jadi kau sudah menikah?". Tanya Luna. ia tidak menyangka lelaki parlente dan flamboyan seperti Gavin sudah menikah.


"iya benar dan aku punya satu jagoan berusia 5 tahun". Luna makin terbelalak.


"Lalu apa pekerjaan istrimu?".


"Bianca seorang dokter juga".


"Apa kalian dulu satu tempat kerja?".


"Ah ceritanya panjang sekali. lain kali akan kuceritakan kalau kita ada waktu meng.obrol lagi. aku harus pulang". Gavin buru-buru pergi karena Bianca dan Fani menunggunya di rumah untuk makan malam.


Dijalan cukup macet. klanson berbunyi sana sini orang semakin tidak sabar. Gavin merasa penat ia ingin mandi air hangat sampai di rumah nanti. setelah terjebak macet satu jam Gavin sampai di rumah. makanan terhidang di meja. Wasti memasak banyak. Fani sedang bermain dengan Bianca.


"Halo sayang". Gavin mengecup pipi Bianca dan mengangkat Fani ke udara lalu memeluknya. Fani tertawa-tawa senang.


"Papa pulang..". Teriaknya.

__ADS_1


"Aku ingin mandi air hangat. penat sekali rasanya". Gavin mrlepas dasinya dan menyerahkan pada Bianca. Bianca mengikuti Gavin ke kamar. membantu menyiapkan air mandinya. sementara Fani sedang bermain dengan Suti dan Wasti.


"Tadi ada dokter baru sayang, orang nya cantik".


"Siapa namany?". Bianca sebenarnya tidak tertarik mendengar Gavin bercerita tentang wanita lain.


"Dia dokter Luna".


"Bagus namanya, seperti apa orangnya?". Bianca membereskan baju kotor Gavin dan menaruhnya di keranjang pakaian.


"Seperti bidadari mungkin hahaha". Gavin sengaja memanasi istrinya. Bianca termasuk wanita yang sulit terprovokasi untuk cemburu. ia jauh lebih tenang dan diam.


"Baguslah jadi aku tak perlu repot berdandan di rumah, karena di tempat kerjamu sudah ada bidadari".


"Jangan memuji wanita lebih cantik atau lebih jelek dari wanita lain itu tidak penting Vin".


"Baiklah kau yang menang". Gavin melanjutkan mandinya. Bianca mengambilkan baju ganti dari lemari buat Gavin. ia kembali turun menemui Fani.


***

__ADS_1


Luna menikmati makan malamnya seorang diri. ia bermimpi bisa makan malam bersama Gavin. lelaki itu tampan dan menarik sekali. sayang sekali ia sudah menikah dan memiliki anak. Luna ingin mengenal Gavin dan istrinya. ia ingin tahu seperti apa tipe Gavin. Luna menyelesaikan makan malamnya. ia lanjut dengan buah. sebelum tidur ia berniat untuk memakai masker wajah. sudah lama ia tidak melakukan perawatan.


***


Bianca duduk di depan cermin riasnya. ia memakai masker. Gavin sibuk dengan ponselnya. ia memantau kabar pasiennya melalui ponsel.


"Sayang kapan kau siap buka praktek di rumah?". Tanya Gavin.


"Secepatnya".


"Kalau begitu pakai paviliun di samping saja kita renovasi dan tata ulang semua".


"Baiklah aku setuju".


"Oh ya Vin tadi sore Suti bilang ia akan pulang kampung dan belum tau bisa kembali kapan".


"Kenapa apa keluarganya ada yang sakit?". Gavin selalu perduli dengan orang-orang terdekatnya. termasuk para pelayan di rumahnya.


"Iya bilang ibunya sudah tua, sudah tak mampu mengurus anak Suti yang masih sekolah dasar".

__ADS_1


"Nanti aku akan bicara pada Suti".


Bianca berjalan menuju kamar Fani. ia melihat Fani sudah tertidur atau belum.


__ADS_2