Cinta Dokter

Cinta Dokter
Kasus Adelia


__ADS_3

Adelia mendapat masalah pelaporan mal praktek yang di lakukannya pada seorang anak yang menjadi pasiennya. ia akan di laporkan pada pihak berwenang. Adelia tidak merasa ada kesalahan ketika menangani anak itu. ia melakukan sesuai prosedur medis yang benar. anak itu sekarang juga sudah boleh pulang tinggal menunggu pemulihan. tapi kedua orangtua anak itu melaporkan Adelia dengan tuduhan mal praktek. dokter Smith selaku direktur rumah sakit dan sekaligus pimpinan Adelia memanggil dokter Adelia ke ruangannya. ia sedang di sidang beberapa dokter yang berwenang di rumah sakit itu. jika Adelia terbukti bersalah makan lisensinya akan di cabut dan sudah pasti ia akan di keluarkan dari rumah sakit tempatnya bekerja. Adelia mencoba membela diri dengan memberi keterangan sejelas-jelasnya pada para dokter yang menyidangnya. termasuk dokter Smith yang sedari tadi ikut memojokannya. kasus ini sampai juga ke telinga Indra. Bima mendapat kabar itu dan langsung melapor pada tuannya.


"Selidiki apa kasus ini ada sangkut paut dengan ketua yayasan". Indra curiga ayahnya sengaja membuat masalah untuk Adelia.


"Baik tuan".


"Aku ingin kau pastikan segera dan kabari aku secepat mungkin".


"Baik tuan".


Cukup rumit bagi Bima untuk menembus kasus itu karena selama ini ia bekerja untuk Indra jadi areanya bukan di rumah sakit melainkan di perusahaan. Bima mencari alamat tempat tinggal anak yang di tuduhkan sebagai korban Adelia.


Saat Bima sampai di alamat yang ia tuju, ia melihat anak itu sedang bermain lari-larian dengan saudaranya. tidak ada tanda-tanda sakit dan lainnya. Bima mengambil rekaman anak itu. Bima menyerahkan hasil kerjanya pada Indra. Indra meremas kertas di tangannya. sudah pasti ini adalah masalah yang sengaja di buat oleh ayahnya untuk Adelia.


"Apa kasus ini sudah sampai ranah hukum?".


"Sudah tuan dan sedang dalam proses penyidikan".


"Siapkan pengacara terbaik, dan simpan rekaman itu sebagai bukti".

__ADS_1


"Baik tuan".


***


Bianca dan Gavin membaca artikel berita yang memuat kasus Adelia. Bianca sendiri sebagai sahabat dekat tidak bisa membantu Adelia.


"Apa menurut mu ini ada sangkut paut tentang kedekatannya dengan Indra?". Bianca ikut curiga.


"Bisa jadi, karena ayah Indra tidak akan membiarkan anaknya dekat dengan gadis dari kalangan biasa seperti Adelia, ku dengar cerita dari Luna, tuan Biantoro akan menjodohkannya dengan Indra".


"Benarkah?".


"Was jangan lupa bekal Fani".


Wasti sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan.


"Iya bu".


Bianca membangunkan Fani. pagi ini ia sendiri yang memandikan Fani, biasanya anak itu di mandikan oleh Wasti. Bianca memakaikan seragam sekolah Fani dan menyisir rapi rambut Fani. Gavin sudah siap dengan stelan kerjanya. ia duduk di meja makan untuk sarapan.

__ADS_1


"Papa...". Fani berlari dan memeluk lengan Gavin.


"Fani ayo sarapan dulu".


"Iya pa". Bianca membuatkan sereal untuk Fani. dan mengambilkan nasi di piring Gavin. sementara Bianca sarapan roti gandum dengan selai. ia lebih suka roti dan segelas capuchino di pagi hari.


***


Adelia tidak berangkat bekerja. ia sedang di skors karena menghadapi persoalan hukum. pagi ini selesai berolahraga dan mandi, Adelia menikmati sarapannya seperti biasa. ia seolah tidak punya masalah dalam hidulnya saat ini. ia tahu kenapa bisa sampai mendapat masalah seperti itu maka dari itu ia terlihat tenang. Adelia merapikan tanaman di halaman rumahnya. ia menata beberapa pot bunga mawar di halaman. Adelia tertegun ketika melihat Indra sudah berdiri di dekat pintu gerbang. lelaki itu nampak rapi dengan jas hitamnya. Indra tersenyum dan berjalan menghampiri Adelia. ia menyentuh wajah Adelia dengan lembut. aroma wangi parfum indra tercium membuat Adelia tersenyum manis memandang Indra.


"Aku suka dengan aroma parfum ini". Kata Adelia.


"Aku suka dengan mu". Indra mencubit pipi Adelia.


Indra memeluk Adelia. mengisyaratkan akan melindungi Adelia.


"Maaf ya". Kata Indra berbisik di telinga Adelia yang masih berada dalam pelukannya.


"Iya tidak masalah". Adelia balas berbisik yang membuat Indra kegelian dan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2