Cinta Dokter

Cinta Dokter
Permintaan Ayah


__ADS_3

"Tuan besar sakit". Bima memberikabar pada Indra yang sedang bersama Adelia di rumahnya.


"Pergilah dan temui ayah mu, pasti ia sangan ingin bertemu dengan mu". Kata Adelia sembari memegang tangan Indra. Indra terdiam sejenak, sebenarnya ia masih kesal tapi ayahnya juga sedang sakit. akhirnya ia memutuskan untuk menemui ayahnya. Bima mengantar Indra menuju rumah besar milik keluarga Indra. sesampainya di rumah ibunya sudah menangis.


"Ibu ada apa?". Tanya Indra bingung.


"Ayah sakit adamasalah dengan jantung".


Indra menuju kamar ayahnya. terlihat ayahnya sedang berbaring lemah di atas ranjang. terlihat pucat dan lebih kurus. Indra duduk di samping ayahnya dan memegang tangan ayahnya.


"Ayah akundatang". Bisik Indra. tuan Biantoro membuka matanya dan menatap dalam-dalam anak lelakinya.


"Indra...". Bisik ayahnya lemas. airmata mengalir dari pelupuk mata tuan Biantoro.

__ADS_1


"Tak bisakah kau mengikuti kata ayah?". Tuan Biantoro terlihat memohon dengan sorot matanya. ia bersikeras menginginkan Indra bertunangan dan menikah dengan Luna. Imdra melepas tangan ayahnya. ia memandang sekeliling kamar. ibu dan adiknyabterlihat memohon padanya. Indra menghela nafas panjang. air matanya juga hampir menetes tapi di tahannya. bayangan wajah Adelia melintas, senyum veria gadia yang ia cintai terbayang jelas.


Bima menunggu keputusan apa yang akan di ambil oleh Indra. ia juga berat dan kasihan melihat tuan mudanya. tapi bakti seorang anal juga harus di jalankan.


"Baiklah ayah terserah pada mu". Indra menyerah. tekatnya untuk bersama Adelia telah runtuh. tak ada lagi harapn untuk hubungan keduanya. Indra meninggalkan rumah ayahnya dan pulangbke rumahnya sendiri. ia berlari menuju kamar dan berteriak melampiaskan kesal dan sakit hatinya. ia menangis sejadinya sambil memevahkan barang-barang di kamar itu.


"Apa mau mu sebenarnya ayah!". Teriak Indra di depan cermin yang retak karena dia memukulnya. tangan Indra berdarah terk3na pecahan kaca. Bima bergegas mendobrak pintu kamar Indra memapah Indra menuju tempat tidur. Bima dan seorang pelayang mengobati luka Indra. sementara ponsel Indra berbunyi panggilan telepon dari Adelia.


Siang itu Indra mengajak Adelia makan di restoran dekat rumah Adelia. wajah tampan Indra terlihat sesih dan muram. sedsri tadi ia emmandangi Adelia seolah takut gadis itu akan raib dari hadapannya.


"Ada apa?". Tanya Adelia dengan lembut.


"Ayah ku sakit, aku tak bisa menolak keinginannya".

__ADS_1


"Keinginan?". Adelia bersiap dengan semua jaeaban Indra. ia tahu sampai detik ini ayah Indra belum menurunkan restunya dan mungkin tidak akan pernah memberikan restunya pada hubungan keduanya.


"Ayah ingin aku.....". Indra tidak bisa melanjutkan ucapannya. ia menatap lekat mata Adelia.


"Katakanlah, aku akan mendengar dengan baik". Adelia sudah membaca kemungkinan perpisahannya dengan Indra.


"Aku harus bertunangan dan bahkan mungkin menikah dengan Luna".


Degh!!


Adelia sudah mempersiapkan mentalnya tapi rasa sakit yang menghantam hatinya terasa sangat pedih. ia hanya bisa mengangguk dan menahan tangis. ia juga tidak bisa memaksa Indra untuk membantah ayahnya karena ia tidak punya hak untuk itu. Adelia berfikir mungkin mereka tidak memiliki takdir yang sama untuk bersama.


"Aku ingin memohon pada mu, bolehkan aku minta waktu mu sehari untuk bersama ku sebelum kita berpisah. aku hanya ingin memandangi mu itu saja". Indra menggenggam tangan Adelia. gadis itu mengangguk pasrah. ia mencintai Indra karena itu ia setuju dengan permohonan Indra. besok mereka berencana akan piknik berdua ketempat yang jauh.

__ADS_1


__ADS_2