
Helena berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Ia mengenakan jas putihnya, wajahnya sumringah menyapa beberapa perawat yang berada disana. sampai seseorang membuat langkahnya terhenti dan senyum sumringahnya menghilang. seolah seperti tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Pria itu berdiri disana, iya dia yang meninggalkan Helena tanpa kabar, pria itu yang sudah membuat Helena menunggu dengan hati yang hancur. Sekarang ia berdiri di sana sedang berbicara dengan seorang dokter.
Helena ingin sekali menghampiri Adam dan bertanya kenapa pria itu mempermainkannya. tapi segera Helena urungkan ketika ia melihat seorang gadis menghampiri Adam dan bergelayut mesra di lengan Adam.
Detik itu juga Helena tahu kenapa Adam tidak kembali ke desa menemuinya. Ia mengerti sekarang kenapa Adam hilang bak di telan bumi dan ponselnya sama sekali tidak bisa di hubungi. semua karena gadis cantik itu.
Helena meratapi kebodohannya karena berharap pada pria seperti Adam. mereka jelas berbeda level. Helena menguatkan hatinya dan berjalan pergi. Ia tidak perlu lagi meminta penjelasan kenapa Adam menghilang dari kehidupannya.
"Sayang kau mencari siapa?" Angelica menarik lengan Adam yang terlihat sedang mencari seseorang di rumah sakit. Ia yakin tadi melihat gadis itu lagi. gadis di foto itu. Adam mengejar ke arah ruang praktek para dokter. Ia berdiri tepat di depan pintu ruang praktek dokter Helena.
Adam mengetuk pintu itu dengan ragu, rasanya ia ingin berbalik dan pergi saja. tapi seseorang membuka pintu itu dan sudah terlanjur melihatnya. Gadis itu, benar dia yang ada di foto.
"Kau...."
"Ada apa?!" tanya Helena ketus. Adam tidak jadi bertanya, ia memandang Helena yang terlihat begitu marah padanya.
"Kau...siapa?" Adam bertanya pada Helena.
__ADS_1
"Apa?!"
"Iya kau benar aku memang bukan siapa-siapa, jadi pergi dari hadapanku!"
Adam terdiam bingung mendapat omelan dari wanita di depannya itu. Ia sibuk memandangi wajah Helena.
"Kau mengenalku?" tanya Adam.
Suasana Hening........
Helena merasa pria itu sudah tidak masuk akal. Ia membanting pintu masuk ke ruang kerjanya dan membiarkan Adam berdiri disana.
Adam kembali ke ruangan dokter spesialis syaraf. Ia akan melakukan terapi. tiga hari lagi akan ada pemeriksaan menyeluruh terkait kondisi Adam pasca kecelakaan. Adam di anjurkan istirahat di rumah dan tidak di perbolehkan keluar rumah untuk menghindari kelelahan.
Angelica sedikit cemas jika ia tidak bisa menemui Adam, ia tidak akan bisa memberi Adam obat yang biasa ia campur ke makanan. atau minuman Adam.
Jika ingatan Adam pulih ini bisa berbahaya, ia akan ingat jika dirinya dan Angelica sudah lama putus dan tidak ada hubungan lagi.
Adam dan Angelica berjalan keluar gedung rumah sakit. Mereka menuju parkiran mobil.
__ADS_1
"Adam!"seseorang terdengar memanggil Adam.
"Adam ku dengar kau kecelakaan, apa kau baik-baik saja?"
"Maaf kau siapa?" tanya Adam.
"Aku siapa?"
"Aku kehilangan ingatanku jadi aku kesulitan mengenali orang-orang yang ku kenal sebelumnya"
"Oh aku ikut prihatin Adam, aku dokter Bianca temanmu"
"Dokter Bianca?"
"Benar, pasti kecelakaan yang kau alami sangat parah hingga membuatmu cidera seperti sekarang"
"Benar, oh dokter Bianca boleh aku meminta nomor ponselmu? lain kali aku ingin bicara dengan mu"
"Tentu saja"
__ADS_1
Angelica semakin cemas, ia takut jika dokter Bianca menceritakan semua pada Adam. sepertinya mereka berdua berteman cukup dekat.