Cinta Dokter

Cinta Dokter
Bonus Part (Kapal Pesiar bag.1)


__ADS_3

Helena mengunjungi rumah pasiennya dengan berjalan kaki melalui jalanan berbatu ia sempat terjatuh dan kakinya sedikit terkilir. Helena sudah meminum obat anti nyeri untuk mencegah peradangan dan rasa sakit.


Helena tertatih membuka pintu rumahnya ketika seseorang datang. di depan pintu rumah sudah berdiri Adam yang baru tiba dari mengambil mobil Helena di stasiun.


"Hai aku sudah mengambil mobilmu" Adam menyerahkan kunci mobil yang di genggamnya pada Helena.


"Terimakasih" Helena hampir menutup pintu rumah tapi Adam segera menghalangi dengan sebelah kakinya.


"Tunggu, apa hanya terimakasih saja? kau tidak menawariku minum teh?"


Helena sedang malas berdebat, ia membiarkan Adam masuk kedalam rumah. Helena berjalan tertatih menuju dapur memanaskan air untuk membuat teh.


"Ada apa dengan kakimu?"


Helena diam tidak menghiraukan pertanyaan Adam. pria itu meraih lengan Helena dan mendudukkannya di kursi dekat meja makan. Adam memeriksa kaki Helena, dengan melihatnya Adam tahu kalau itu bekas terkilir.


"Kau jatuh dimana?"


"Di jalan" jawab Helena sambil meringis ketika Adam memegang memar di mata kakinya.


"Aku akan segera kembali" Adam langsung pergi entah kemana. Helena terduduk diam sembari menunggu air mendidih. tidak berapa lama Adam kembali dengan kotak obatnya. Ia mengompres luka di kaki Helena, mengolesi dengan salep lalu kaki Helena yang terkilir tadi di perban oleh Adam.

__ADS_1


Pria ini memang dokter sungguhan, lihat caranya mengobatiku.....


"Kau sudah dapat undangan dari dokter Reiner?"


"Iya sudah dan aku tahu itu pasti karenamu"


Adam tersenyum. "Benar sekali dan kau harus datang"


"Tidak bisa, kakiku sakit"


"Kakimu tidak akaan terasanya nyeri lagi, setidaknya kau bisa berjalan normal saat acara nanti"


"Aku tidak punya gaun"


Helena kehabisan alasan menghadapi Adam. Helena berjalan tertatih meraih dua buah mug dan menyeduh teh camomile.


Adam memeluk pinggang Helena dari belakang. Pria itu menunduk dan menyenderkan wajahnya di kepala Helena.


"Hei apa yang kau lakukan?!" teriak Helena kesal.


"Sssttttt....bisakah kau tenang dan tidak marah padaku?"

__ADS_1


Helena terdiam, jantungnya berdebar kencang. Ia merasa canggung sekali. Dan yang terpenting untung ia sudah mencuci rambutnya tadi pagi.


Tangan Adam meraba dada kiri Helena tepat di jantung gadis itu.


"Ada yang berdebar disini, kau takut?......" Adam menyeringai sembari memejamkan matanya. Merasakan debar jantung Helena yang semakin tidak beraturan.


Adam memutar tubuh Helena hingga menghadap dirinya.


"Bola mata coklatmu itu selalu menghipnotisku Helen, lihat aku dan jangan ketus padaku"


Adam mengusap lembut pipi Helena dan bisa di pastikan dalam hitungan detik ia mencium bibir Helena dan merengkuh gadis itu kedalam pelukannya.


***


Hari itu Helena setuju berangkat ke acara penggalangan dana yang di adakan oleh yayasan pusat. Ia berangkat menuju kota dengan kereta pagi. Sementara Adam sudah berangkat lebih dulu. Acara berlangsung di sebuah kapal pesiar milik keluarga Adam. Sebagai tamu dan donatur adalah mereka para pengusaha sukses.


Semua tamu pria wajib mengenakan jas lengkap dengan dasi kupu-kupu. Sementara tamu wanita di haruskan mengenakan gaun panjang. Acara di mulai dengan Adam yang melakukan sambutan pada para tamunya. Helena berdiri di sudut Dengan gaun merah panjang yang menampakan kulit bagian punggungnya. Gaun indah yang kontras dengan warna kulit Helena yang kecoklatan.


Helena terlihat menganggumkan dengan gaun itu. Selesai pidato, Adam sengaja tidak mendekati Helena. Ia menjamu beberapa tamu undangan termasuk dokter Gavin Hendrawan dan dokter Bianca.


Adam juga terlihat mengobrol mesra dengan wanita cantik berkulit putih dan berambut pirang. Wanita itu terlihat cantik dan sexy sangat serasi mendampingi Adam.

__ADS_1


Helena berjalan sedikit tertatih dan hampir pergi menikmati pemandangan laut lepas. Sampai sebuah tangan meraih lengannya yang kurus.


"Adam?...."


__ADS_2