Cinta Dokter

Cinta Dokter
Rencana Gila


__ADS_3

Luna tertidur di lantai, udara sedang sangat dingin. Athar masuk ke dalam ruangan dimana Luna berada. ia mengamati gadis itu tidur. Athar tersenyum dan berjongkok di dekat Luna.


Kau memang wanita yang cantik dokter, tidur pun kau terlihat mengagumkan.


Athar mengangkat tubuh Luna menuju kamarnya dan membaringkannya di tempat tidur. Athar menyelimuti tubuh Luna dengan selimut tebal. sementara ia sendiri tidur di sofa di kamar itu.


Luna terbangun dari tidurnya, tubuhnya menggigil kedinginan. ia mengamati sekelilingnya ada Athar yang sedang tidur di sofa. di sebelahnya ada senapan sedang tergeletak bebas. senjata itu nampak tak bertuan sekarang. Luna sangat ingin pergi dari tempat itu. ia ingin pulang ke apartemennya dan hidup tenang.


Luna turun dari tempat tidur ia berjalan berjingkat mendekati Athar yang sepertinya sedang tertidur pulas. Luna mengamati wajah Athar.


Lihat dirimu Athar seharusnyanya dengan wajah mu itu kau jadi aktor hebat bukan jadi penjahat.


Luna meraih senapan itu, jantungnya berdebar. sebelah tangannya mencari kunci kamar. Luna meraih jaket Athar dan mencari kunci kamar itu di sana.


"Kau mencari sesuatu dokter?". Suara serak Athar mengejutkan Luna. ia menodongkan senjata ke dada Athar. wajah Luna memucat dan tangannya sedikit gemetar. ia biasa memegang pisau bedah buka pistol seperti sekarang.


"Lepaskan aku atau aku akan menembak mu!". Kata Luna mengancam. Athar diam tidak bergeming.


"Dimana kunci pintu itu? cepat katakan dan serahkan padaku?!". Luna refleks menaiki tubuh Athar ia menodongkan senjata dengan kedua tangannya.


Bukannya takut Athar malah tertawa dan itu membuat Luna semakin panik.


"Kenapa kau tertawa?, aku bisa saja membunuh mu sekarang!". Ancam Luna.


"Baiklah dokter aku takut, takut sekali. aku mohon jangan melukai ku dokter". Athar pura-pura takut. dengan satu gerakan lincah Athar menepis lengan Luna dan senjata yang di pegang Luna terlempar di dekat tempat tidur.


"Hahaha!". Athar terlihat senang dan menikmati seolah semua itu permainan baginya. Athar membalikan tubuh Luna berada di bawahnya dan menindihnya.


"Dengar dokter, aku sudah bilang padamu. obati dan bangunkan si keparat itu baru aku akan melepaskan mu". Suara Athar berbisik di dekat telinga Luna. hidung mancungnya menyentuh daun telinga Luna membuat Luna merinding.


"Ku mohon lepaskan aku Athar, aku tidak tahu apa-apa". Luna mulai terisak.


"Shhhhh....... jangan menangis, aku tidak akan menyakiti mu. aku hanya butuh bantuan mu".


"Jika aku ingin menyakiti mu sudah kulakukan sejak tadi!".


Athar mengecup bibir Luna, Luna terperanjat dan mendorong tubuh kekar Athar. pria itu tersenyum dan bangun dari sofa. ia mengambil senjatanya dan pergi keluar dari kamar meninggalkan Luna sendiri.

__ADS_1


Athar membenturkan pelan kepalanya ke dinding. ia merasa gila dengan gadis tawanannya itu.


Athar memutuskan pergi ke rumah ibu di dekat vilanya. ia berjalan menembus kabut menyalakan sebatang rokok.


"Ibu....". Seorang wanita berusia menjelang 50 tahun yang terlihat masih cantik membuka pintu.


"Athar, masuklah. Amar juga sedang disini".


Athar masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamarnya. ia merebahkan diri di atas tempat tidur.


Amar mengetuk pintu kamar Athar dengan tergesa-gesa.


"Ada apa?!". Tanya Athar sambil menatap adiknya kesal.


"Polisi mencari keberadaan si pria sekarat itu".


Athar menyambar jaketnya, memnyelipkan senapan kedalam pinggang nya. ia berjalan cepat menuju vila. dibangunkannya Luna yang sedang tiduran sambil menangis.


"Berhenti menangis, karena sebentar lagi kau akan melihat adegan yang belum pernah kau lihat dalam hidupmu!". Kata-kata Athar membuat Luna merinding. Athar menyuruh Luna menunggu di luar ruangan. ketua mafia sudah berada di ruangan pria sekarat itu bersama anak buahnya.


"Tidak ada pilihan lain". Ketua mafia itu buka suara. Athar berdiri di belakangnya terdiam.


Suara senapan di lepaskan, Luna mengintip dari balik pintu. ia menutup telinganya dan panik. ia benar-benar melihat adegan gila di depan matanya. mereka menghabisi pria malang itu.


Athar melirik Luna yang terlihat mengintip dari balik pintu. Luna bergegas kabur, ia berlari menerobos pintu samping yang tidak terkunci. Athar dan anak buahnya segera mengejar Luna.


Athar menarik lengan Luna hingga tubuh Luna menabrak dada bidang Athar.


"Mau kemana kau?!". Suara Athar pelan tapi terdengar penuh ancaman.


"Lepaskan aku, kalian para penjahat kejam!". Luna menangis histeris.


"Pasti nanti kalian juga akan membunuh ku seperti pria malang itu!".


Luna kembali berlari menyusuri hutan di samping vila itu. Athar segera mengejar Luna. dan menariknya dengan kasar.


"Kau sudah melihat semuanya, apa boleh buat". Athar menodongkan pistolnya ke arah Luna.

__ADS_1


"Maafkan aku, ku mohon jangan membunuh ku Athar". Luna memegang kaki Athar dan memohon pada pria kejam itu.


Sementara Gavin di rumah sakit bingung mendengar kabar dokter Luna menghilang sudah tiga hari. Gavin mencoba menghubungi ponsel Luna tapi tidak aktif.


Ayah Luna melapor pada kepolisian kalau ia kehilangan puteri kesayangannya.


Terakhir ada yang melihat Luna di jemput seorang pria asing di cafe sebrang jalan dekat rumah sakit. kepolisian segera memeriksa Cctv di cafe itu. Mereka menangkap wajah Athar disana.


"Kakak!, kepolisian sedang memburu mu karena ayah dokter Luna melaporkan penculikan terhadap puterinya".


Athar menyeringai menatap Luna yang hanya menunduk diam.


Terimakasih ayah, akhirnya aku selamat.


"Kau lihat polisi akan menangkap mu Athar". Kata Luna.


"Polisi tidak akan menangkap ku jika yang ku culik adalah isteri ku sendiri".


"Apa?!". Luna dan Amar sama kagetnya.


"Kakak, apa kau akan......". Amar dan Luna saling berpandangan bingung.


"Carikan aku cincin pernikahan dan gaun pernikahan untuk Luna". Athar melirik tajam ke arah Amar.


"Ba..baiklah".


Maafkan aku dokter Luna, aku tidak bisa menyelamatkan mu dari kakak ku.


"Menikah dengan mu?!". Luna menampar wajah Athar.


"Apa kau tahu siapa aku dan kau?!, kita sangat berbeda dunia. kau penjahat dan mau menikahi ku?!, jangan bermimpi aku tidak akan pernah sudi menikah dengan mu!".


"Terserah pada mu hanya ada dua pilihan menikah dengan ku atau kau tidak akan selamat?, kau pikir bos mafia itu tidak akan menghabisi mu karena kau sudah mengetahui rahasianya membunuh keparat itu?!".


Luna terduduk lemas, benar juga ia pasti juga akan di buru. mereka benar-benar kejam. Luna menangis nyaris frustasi.


"Jika kau menikah dengan ku, aku akan selamat dari kejaran kepolisian karena sudah menculik mu. dan aku juga akan melindungi mu dari ketua mafia".

__ADS_1


Luna tidak punya pilihan, situasi yang benar-benar gila telah menjebaknya.


__ADS_2