
Luna berada di ruang prakteknya. ia sedang berbicara dengan Gavin. membahas masalah pasiennya.
Athar tiba di rumah sakit itu. ia bertanya pada seorang perawat dimana ruang kerja dokter Luna. perawat itu menunjukan ruang kerja Luna. di kejauhan Athar menatap Luna dan Gavin yang sedang berbicara.
Athar bukan cemburu melihat Luna berbicara dengan Gavin tapi ia lebih tidak suka jika Gavin mempengaruhi Luna untuk meninggalkannya. Athar membalikan badan dan hampir melangkah pergi. tapi Luna menyadari keberadaannya di sana dan memanggilnya.
"Athar!". Luna berjalan mendekati Athar dan meninggalkan Gavin yang berdiri menatap mereka.
"Kau disini?". Tanya Luna.
"Apa kau sudah selesai dengan pekerjaan mu dokter?".
"Aku akan ada operasi sebentar lagi. kau mau menunggu ku atau pulang lebih dulu?".
"Baiklah aku akan menunggu mu".
Luna lantas pergi dengan Gavin. keduanya bersiap menuju ruang ganti. Athar menatap Luna dengan pakaian khusus untuk ke ruangan operasi. istrinya itu terlihat sangat cantik dan di sampingnya berdiri dokter Gavin yang juga tampan dan gagah.
Kenapa kedua orang itu dulu tidak menikah?.
Athar kemudian mengingat istri Gavin yang pernah membesuknya sewaktu ia masih di rumah sakit itu. ia sedang mengingat nama wanita itu. Athar tersenyum karena ia ingat istri Gavin juga tak kalah cantik dari Luna.
__ADS_1
Setelah tiga jam akhirnya operasi selesai, Luna terlihat keluar ruangan itu. Athar menatap Luna yang menenangkan keluarga pasien. ia memeluk keluarga pasien dan mencoba menghiburnya. sepertinya mereka berhasil melakukan operasinya. Gavin langsung pergi menuju ruang kerjanya. sementara Luna berjalan menghampiri Athar yang memandangnya dengan diam.
"Operasinya berhasil, dia selamat". Luna memeluk Athar dengan penuh haru. sementara Athar hanya terdiam ia tidak membalas pelukan Luna. Athar sedang berfikir keras melihat Luna senang bisa menyelamatkan nyawa orang. ia merasa malu dan kotor dengan semua tindakannya selama ini. Meski sebagian besar Josh lah yang menghabisi mereka dan Athar yang membereskan hasil perbuatan Josh. tapi ia tetap ikut terlibat di dalamnya.
"Apa kau lapar?". Tanya Athar.
"Ayo kita pulang, aku akan ganti baju sebentar".
Luna mengganti bajunya, sementara Gavin menyapa Athar yang berdiri sendirian.
"Hai Athar, apa kabar mu?". Tanya Gavin.
"Baik dokter".
"Tentu saja, lain kali kami akan mampir". Kata Athar.
"Vin kami pulang dulu ya". Kata Luna berpamitan pada Gavin.
Athar dan Luna menikmati makan malam di sebuah cafe sambil mendengar lagu-lagu klasik yang di putar di sana.
Athar memotong-motong bistik daging agar Luna lebih mudah memakannya.
__ADS_1
"Kau terlihat tidak romantis, tapi ini cukup bagi ku". Kata Luna sembari memegang wajah Athar.
Athar mengajak Luna pulang. sesampainya di rumah sedang ada keributan di rumah ibu. Yaslin menangis karena ibu dan Amar memarahinya.
"Ada apa?". Tanya Athar. Yaslin memandang benci pada Luna yang baru saja tiba. ia tidak menyukai kakak iparnya itu.
"Dia dan Tom diam-diam memiliki hubungan". Kata Amar. Athar menatap tajam pada Yaslin.
"Benarkah itu?...jawab aku benarkah itu?!!". Athar berteriak di dekat wajah adiknya itu.
Yaslin menangis, ia menggelengkan kepala .wajahnya mengiba meminta semua untuk tidak menghakiminya.
Luna menenangkan Athar. ia memegang bahu Athar.
"Jika sampai aku mendengar mu dekat dengan Tom, aku tidak akan segan meledakan salah satu di antara kalian!". Kata Athar dengan marah. semua tidak akan suka dengan Tom. ia adalah orang kepercayaan Josh yang licik meski ia penurut dengan Athar tapi Athar tahu seperti Apa Tom yang sebenarnya.
Athar melepas jaketnya, ia mengenakan kaos hitamnya dan celana hitam. Luna menenangkan Athar. ia duduk sambil bersandar di bahu Athar.
"Kenapa tidak boleh Tom?". Tanya Luna.
"Aku tahu dia selicik apa, Tom hanya akan memanfaatkan Yaslin lalau ia akan meninggalkannya".
__ADS_1
Luna mengusap dada Athar agar tenang. Athar menatap Luna yang mendongakan wajah menatapnya. Athar mengecup bibir Luna.
"Baiklah dokter kau menang". Kata Athar tersenyum.