Cinta Dokter

Cinta Dokter
Tes DNA


__ADS_3

Athar mendatangi Wilanova, keduanya sempat berdebat masalah Sheril anak siapa.


Wilanova tetap bersikukuh bahwa Sheril memang darah daging Athar. ia selama ini menyembunyikan semua karena dulu ia ragu dengan masadepan Athar.


"Jika kau masih ragu juga, bawa ini dan lakukan di rumah sakit". Wila memberikan sikat gigi Sheril yang di minta Athar untuk di pakai tes DNA.


"Baiklah, aku akan melakukan tes itu". Kata Athar.


Athar pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA itu tanpa memberitahu keluarganya termasuk Luna.


Beberapa hari kemudian Athar kembali ke rumah sakit untuk mengambil hasil tesnya. dan ia bertemu Luna di sana.


"Athar?". Sapa Luna yang berdiri di belakang Athar dengan jas putihnya. Athar menatap Luna dari matanya nampak kerinduan mendalam pada istrinya itu.


"Apa kabar dokter?, kau selalu terlihat cantik". Kata Athar. ia menggenggam aplop putih di tangannya.


"Ada apa kau kemari?". Tanya Luna.


"Aku ada perlu, dan aku sekarang harus pergi dulu".


Luna terdiam, ia berbalik dan hampir melangkah pergi.


"Dokter!". Suara berat Athar menghentikan langkah Luna.


"Apa semua ini sudah berakhir?".


Luna memejamkan matanya. hatinya hancur mendengar pertanyaan Athar. ia berbalik menatap Athar.

__ADS_1


"Benar, seperti mau mu semua berakhir". Luna berusaha tampak tegar dan biasa saja di depan Athar.


Athar menatap tajam Luna dan memegang erat lengan Luna.


"Tatap mata ku dan katakan kau sama sekali tidak mencintai ku dokter".


Luna mengumpulkan segenap kekuatan hatinya dan menatap mata Athar. mata yang nampak kesedihan di dalamnya. sorot mata yang terlalu polos untuk orang seperti Athar. sorot mata Athar yang akan selalu membuat Luna tidak tega padanya.


"Aku tidak mencintai mu, sama sekali tidak".


Athar melepas perlahan genggaman tangannya di lengan Luna. matanya berkaca-kaca. ia meremas amplop hasil tes DNA di tangannya.


"Kau berbohong Luna!". Bisik Athar.


"Sampai kapan kau akan menutupi perasaan mu?, aku mencintai mu. apa kau paham itu?!".Kata Athar.


"Kenapa?, kenapa dokter...kau memberikan rasa sakit ini pada ku?".


Luna terdiam menahan air matanya.


"Bukan kah tugas mu mengobati rasa sakit?, tapi kenapa kau menyakiti ku dokter?, kau jauh lebih berbahaya dari senapan yang biasa aku gunakan".


Athar berbalik dan berjalan pergi.


Luna berjalan menuju ruang kerjanya. ia menangis sejadinya.


Kenapa kau tidak menahan ku Athar?, kenapa kau membiarkan aku pergi?!.

__ADS_1


________


Athar membuka amplop di tangannya. hasilnya memang tidak cocok dengan DNA Athar. Sheril bukanlah putrinya.


"Kenapa kau berbohong?!". Athar mencekik leher Wilanova.


"Athar apa yang kau lakukan?!". Yeslin berteriak melihat perlakuan kakak nya pada Wilanova.


"Kau tahu karena kebohongan mu, ia marah dan meninggalkan ku!".


"Athar lepaskan kau bisa membunuhnya!".


Athar melepaskan cengkraman tangannya dari leher Wilanova.


"Aku melakukan ini karena aku sangat mencintai mu Athar". Kata Wilanova terbata-bata.


"Ibu ....". Sheril menangis memeluk ibunya. Athar mengangkat Sheril dan menggendongnya. ia mencium kening Sheril. meski bukan anaknya tapi Athar tetap menyayangi Sheril karena ia tidak tahu apa yang di perbuat orangtuanya.


"Apa yang kau lakukan Wila kenapa Athar bisa melakukan tes DNA pada Sheril?!". Tanya Yeslin begitu Athar pergi.


"Aku tidak tahu jika Athar benar-benar melakukannya dengan sikat gigi Sheril".


"Kau benar-benar tidak tahu jika benda itu bisa di pakai untuk tes DNA?". Tanya Yeslin heran.


Wilanova menggeleng ia memang tidak paham dengan hal medis seperti itu.


"Selamat Wila, kau akan benar-benar kehilangan kakak ku!, sudah pasti ia akan kembali pada Luna".

__ADS_1


__ADS_2