Cinta Dokter

Cinta Dokter
Keluarga Hendrawan


__ADS_3

Bianca telah melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan dan di beri nama Claries Putri Hendrawan.


Claris hampir berusia dua tahun sekarang. ia sedang lucu-lucunya. Bianca melanjutkan prakteknya di rumah agar bisa menjaga anak-anaknya.


"Mama, Fani mau berangkat sekolah di antar papa". Fani merengek minta di antarkan ayahnya. Bianca sedang sibuk di dapur bersama Wasti menyiapkan bekal makan siang untuk Gavin dan Fani.


"Iya Fani berangkat bersama papa". Kata Gavin yang muncul dari kamar Claries dan menggendong Claries yang menangis.


"Clair udah bangun ya....ayo kita mandi dulu". Bianca mengambil alih Claries dari gendongan ayahnya.


Gavin sibuk memakai dasinya. ia merapikannya di depan cermin.


"Oh ya sayang kau sudah bertanya pada Luna apa lusa ia akan ikut ke pantai bersama kita ?".


"Entahlah, ponselnya tidak aktif. kemarin aku tidak sempat bertemu dengannya. nanti akan ku coba tanyakan pada Luna".


Gavin dan Fani duduk di meja makan menikmati sarapan mereka. Bianca mendandani Claries dan menggendongnya.


"Clair juga sarapan ya, seperti papa dan kak Fani". Kata Bianca mulai menyuapkan sesendok bubur tim pada Clairies.

__ADS_1


"Anak papa sudah pintar ya makannya lahap". Gavin mencium pipi Clairies dan ia mengecup kening Bianca. Gavin dan Fani siap berangkat. keduanya menaiki mobil dan bergegas meluncur meninggalkan rumah.


Bianca menyelesaikan menyuapi Clairies. sembari melihat ikan lohan yang baru di beli Gavin beberapa hari yang lalu karena Fani merengek ketika pergi melihat-lihat di toko ikan.


"Wasti, kau ajak Clairies aku harus siap-siap untuk buka praktek". Kata Bianca. ia membuka jadwal pagi untuk tiga hari berturut. senin hingga rabu dan sisanya ia membuka praktek jam sore.


Pasien Bianca sudah menunggu di ruang tunggu. ia mengenali salah satu dari atrian pasiennya itu. seorang ibu muda dengan anaknya yang kira-kira berusia hampir empat tahun.


Bianca selesai memeriksa beberapa pasiennya dan tiba giliran ibu dan anak tadi.


"Hai ayo sini masuk". Kata Bianca. ia melihat anak kecil laki-laki yang lucu dan menggemaskan.


"Apa dokter masih mengingat kami?". Tanya si istri.


"Iya benar, dokter dulu yang memeriksa istri saya dan memberikan kami banyak sekali oleh-oleh". Kata si suami malu-malu.


Bianca tersenyum senang. ia jelas masih mengingat mereka.


"Saya beberapa hari ini mual dokter dan lemas". Bianca meminta si istri untuk berbaring. ia memeriksa dengan seksama.

__ADS_1


"Baiklah, anak pintar siapa namanya?". Bianca meraih lengan anak kecil itu.


"Fadli dokter". Jawab si ayah.


"Fadli mau punya dedek bayi lagi, Fadli mau jadi kakak". Kata Bianca senang. pasangan suami istri itu terlihat senang.


"Tunggu sebentar ya". Bianca masuk kedalam rumah. ia meminta Wasti membungkuskan buah yang ada di meja makan dan beberapa camilan milik Fani.


Bianca menyerahkan sekantong besar berisi beberapa jenis buah dan camilan.


"Ini untuk Fadli ya". Bianca menyerahkannya pada si suami. mereka mnegucapkan terimakasih pada Bianca.


"Terimakasih dokter, anda baik sekali".


"Jika anak kami nanti perempuan bolehkah kami memberi nama Bianca padanya?, kami berharap anak kami nanti juga bisa sebaik dokter". Kata si suami, si istri mengangguk terharu.


"Tentu saja boleh terimakasih atas penghargaan kalian pada saya. jaga kesehatan dan jangan segan kemari jika butuh bantuan". Kata Bianca.


Bianca memandangi keluarga kecil itu. ada rasa hangat mengalir di hatinya, mereka masih mengendarai motor bututnya tapi mereka terlihat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2