
Ketua yayasan akan berulang tahun ke 60. semua dokter dapat undangan termasuk Gavin dan Luna. Gavin akan datang dengan istrinya. sedangkan Luna berniat menghubungi Indra untuk datang bersama ke pesta itu.
"Aku akan menghubungi Indra untuk datang bersama ku, bagamana menurut mu Vin?".
"Indra pasti hadir di pesta itu Lun".
"Benarkah?, apa ia sudah mendapat undangan juga?".
"Jelas saja ia hadir di pesta ulang tahun ayahnya".
"Ayahnya?, jadi Indra anak ketua yayasan ini?". Gavin mengangguk. Luna terkejut selama ini Gavin tidak pernah bercerita apapun. Luna semakin penasaran dengan Indra. ia mengirim pesan pada lelaki itu untuk datang ke pesta bersamanya. ia pura-pura tidak tahu siapa Indra.
Sementara di kantor Indra sedang sibuk. ia terlihat berbincang dengan koleganya. ponsel di pegang oleh Bima asistennya.
"Maaf tuan, dokter Luna mengirim pesan pada anda". Bima mendekat setelah Indra selesai dengan urusan pekerjaannya.
"Dia bilang apa?".
__ADS_1
"Dokter Luna ingin mengajak anda ke pesta ulang tahun tuan besar. sepertinya ia belum tahu soal anda".
"Oh ya apa Adelia di undang?".
"Untuk dokter di rumah sakit kelas 2 tidak di undang tuan, dokter Smith sudah memberitahu hal itu".
Dokter Smith ini direktur dua rumah sakit milik ayah Indra. selain ia memegang rumah sakit kelas 1 ia juga memegang untuk yang kelas 2.
"Kalau begitu aku akan datang dengan Adelia, beritahu dia".
"Mengenai dokter Luna kau urus dia".
Bima membalas pesan singkat Luna dan memberitahu ia sudah datang dengan orang lain. Luna yang menerima pesan itu jelas kecewa. tapi ia segera paham dan memutuskan akan datang sendiri.
***
Adelia mematut dirinya di depan cermin. ia sebenarnya tidak ingin hadir di acara ayah Indra. tapi lelaki itu terus memaksanya. Adelia membeli gaun baru yang cantik. ia sempat menata rambut dan riasan wajahnya ke salon. ia mengenakan Gaun nerwarna pastel. terlihat elegan dan tidak mencolok. ia memakai sepatu hak tinggi yang senada dengan warna gaunnya. tas tangan berukuran kecil melengkapi penampilannya. Bima sudah datang menjemputnya dengan stelan jas yang rapi dan terlihat keren.
__ADS_1
"Mari nona". Bima mempersilahkan Adelia menuju mobil. Bima sempat melirik dari kaca spion terlihat Adelia sangat cantik. pasti tuan Indra akan senang. pikir Bima.
Sementara Gavin datang dengan Bianca yang terlihat menawan. keduanya terlihat serasi dan membuat mata menoleh. Bianca mengenakan gaun berwarna biru membuat kulitnya yang putih semakin terlihat bersih. Gavin juga mengenakan jas berwarna biru tua ia terlihat tampan. Luna datang sendiri dengan gaun merahnya yang mencolok dan menonjolkan kecantikannya. Luna selalu tampil sempurna, ia selalu pandai dalam memilih pakaian dan merias diri. terlihat Indra dengan stelan jasnya bediri menemani ayah dan ibunya. Indra terlihat sangat tampan seperti ayahnya. ia memiliki adik perempuan yang cantik sedang berdiri di sebelah ibunya. Luna terus mengamati dari kejauhan. Indra menghampiri Gavin dan Bianca. ia mengobrol dengan keduanya. tak berapa lama Bima datang bersama Adelia. Indra menoleh ke sudut di mana Adelia berdiri dengan canggung. Indra terpana dengan penampilan Adelia yang terlihat berbeda. gadis itu sangat cantik jika merias wajahnya seperti itu. Indra mengangkat gelasnya begitu Adelia memandangnya dari kejauhan. Indra menghampiri Adelia yang berdiri canggung. beberapa kalangan dokter dari rumah sakit kelas 1 memandangnya dan berbisik. termasuk Luna juga memandangnya dengan kesal. kenapa Indra lebih memilih gadis itu di banding dirinya. Luna sedang menimbang-nimbang dari segi mana Indra tertarik pada Adelia. ia memiliki tinggi standar saja dan penampilannya juga biasa saja. Gavin dan Bianca ikut menghampiri Adelia. Bianca mengajaknya mengobrol karena mereka sama-sama dokter dari rumah sakit yang sama yang sebenarnya tidak di undang ke pesta itu. ayah Indra memandangi anak lelakinya yang sedang berbicara dan nampak bergurau dengan Adelia. Indra sempat usil memainkan rambut Adelia. Bima nampak menghampiri tuan Biantoro ayah Indra yang tadi memanggilnya.
"Siapa gadis itu?".
"Dia dokter Adelia tuan, bekerja di rumah sakit tuan juga".
"Apa hubungan Indra dengannya?".
"Baru sebatas teman tuan".
Tuan Biantoro mengangguk, Bima bergegas pergi menghampiri Indra dan Adelia. keduanya asyik bercengkrama dan tidak sadar kalau Indra di perhatikan oleh ayahnya.
Sadarlah tuan, ayah mu sedang mrmandangi kebodohan mu sekarang!.
Gavin mengajak Bianca berdansa ketika acara santai di mulai. Indra juga mengajak Adelia berdansa. kedua pasangan itu menjadi daya tarik para tamu antara Gavin dengan Bianca dan Indra dengan Adelia. sementara Luna berdiri sinis memegang gelas minumannya.
__ADS_1