Cinta Dokter

Cinta Dokter
Sebagai Dokter dan Sebagai Manusia


__ADS_3

Bianca bangun pagi dengan stelan olahraganya. sementara Gavin masih tertidur pulas di balik selimutnya. Bianca melakukan gerakan pelemasan dan jogging di seputaran rumahnya. Gavin menggeliat mencari sosok Bianca di sampingnya tapi sudah tak ada. dengan malas Gavin bangun dari tidurnya berjalan menuruni tangga. di meja sudah ada dua gelas susu hangat. Gavin meminumnya.


"Ibu kemana Was?".


"Ibu Olahraga pak".


Gavin mengambil surat kabar yang masih hangat. ia membolak baliknya membaca berita terbaru. berita politik, seputar artis dan lainnya Gavin sedikit bosan. ia melipat lagi surat kabarnya dan berjalan menuju kamar Fani. dilihatnya Fani masih tertidur pulas. Gavin kembali kekamarnya untuk mandi. sementara Bianca kembali dari berolahraga membawa kantong plastik berisi beberapa jenis buah. ia tadi sempat mampir ke los buah yang sengaja di buka pagi-pagi sekali.


"Was bawa ini". Bianca menyerahkan kantong plastik dan bergegas ke kamar. ia melepas stelan olahraganya dan mengganti dengan jubah mandi. Bianca menyiapkan kemeja putih lengan panjang, Dasi berwarna hitam dan celana panjang warna krem untuk Gavin. ia menata peralatan kerja Gavin dan memasukannya ke dalam tas. Gavin selesai mandi ia mengenakan bajunya, Bianca memasangkan dasi untuk Gavin lalu pergi mandi. Gavin turun ke lantai bawah menuju meja makan. Fani sudah selesai mandi dengan Wasti. anak itu sudah rapi dan siap ikut sarapan. hari ini hari pertama Fani masuk sekolah taman kanak-kanak.


"Ganteng sekali anak papa". Fani sedang menikmati sereal cokelatnya dan segelas susu hangat.

__ADS_1


Bianca menyusul ke meja makan dengan pakaian rapi dan make up tipis. hari ini ia akan mengantar Fani ke sekolah.Bianca mengambilkan sarapan untuk Gavin dan untuknya sendiri.


"Fani ayo cepat makannya, nanti kita terlambat".


"Iya mama".


Gavin mencubit pipi Fani. tak terasa Fani sudah masuk bangku sekolah. rasanya baru kemarin ia berdebat dengan Bianca soal menyusui Fani. sekarang anak itu sudah 5 tahun.


"Gimana praktek kemarin?".


Selesai sarapan Gavin pergi terlebih dulu menuju mobilnya. ia ada meeting dengan dokter lain sebelum menjalankan operasi hari ini. Gavin bergegas dengan mobilnya. ia tidak memakai sopir karena sopir akan mengantar Bianca dan Fani nanti.

__ADS_1


***


Luna seperti biasa ia selalu tampak cantik dan segar. ia menghampiri Gavin yang baru saja tiba. keduanya langsung masuk ke ruang meeting. di dalam meeting Gavin berdebat dengan dokter senior dokter Smith.


"Tingkat keberhasilan pasien sangat rendah". Kata Gavin mencoba mengupayakan pengobatan selain operasi.


"Tapi masih ada kemungkinan untuk hidup bukan?". dokter Smith tetap pada pendiriannya.


"Kemungkinan itu kecil, operasi hanya akan membuatnya merasakan sakit yang lebih di banding sebelumnya". Semua yang berada di ruangan terdiam, menimbang perkataan dokter Gavin Hendrawan ada benarnya, ia selalu mengutamakan pasiennya.


"Kita akan tetap jalankan operasi sesuai prosedur". dokter Smith meninggalkan ruang meeting.

__ADS_1


***


Semua dokter yang berkepentingan mulai memasuki ruang operasi. Luna berdiri di samping Gavin bertindak sebagai asisten Gavin kali ini. dokter Smith yang akan menjalankan operasi penyakit bagian dalam kali ini. semua sudah siap, operasi di jalankan. ber jam-jam berada di ruang operasi beberapa perawat mulai kelelahan dan duduk di lantai. Luna juga merasa lelah dan mulai tidak fokus. hanya Gavin dan dokter Smith yang masih fokus menjalankan operasi. tiba-tiba terjadi pendarahan pada pasien. semua tampak panik tak terkecuali dokter Smith. Gavin mengupayakan keselamatan pasien. ia mencoba beberapa cara agar si pasien tertolong. tapi monitor menunjukan angka nol, operasi gagal. semua lemas, Luna yang duduk di lantai berdiri pucat di balik maskernya. dokter Smith terlihat gemetar sementara Gavin terdiam. ia mengatakan pada semua bahwa operasi sudah berakhir. pasien menderita gagal jantung di tengah operasi. Gavin membuka maskernya dan mengucapkan terimakasih pada semua staf di ruangan itu. ia bersama dokter Smith berjalan keluar diikuti yang lain. kini hal terberat yang harus di jalaninya sebagai seorang dokter dan sebagai manusia. ia harus mengabarkan pada keluarga pasien tentang keadaan si pasien.


__ADS_2