Cinta Dokter

Cinta Dokter
Sehari Bersama


__ADS_3

Indra mengajak Adelia pergi ke suatu tempat di pegunungan. udara dingin menyambut di sertai pemandangn yang menghampar hijau berkabut dan terlihat indah. Indra mengajak Adelia turun dari mobilnya berjalan kaki di seputaran kebun teh. Adelia berdecak kagum dengan pemandangan yang ia lihat. Indra menggenggam tangan Adelia tanpa melepasnya. keduanya menikmati makanan kecil yang di jajakan penjual di sekitaran kebun itu. Selesai dari kebun keduanya menuju penginapan yang sudah di pesan Indra. Adelia dan Indra nampak beristirahat duduk di sebuah balkon lantai dua dan menikmati pemandangan di hadapan yang mempesona. keduanya mendapat dua cangkir teh istimewa, teh itu buatan petani lokal yang sudah di jamin mutunya. Adelia menyesap tehnya dan terasa rileks. Indra memeluknya dari belakang, kalau bisa ia ingin sekalian menjatuhkan diri dari balkon berdua tapi itu sungguh pengecut dan tidak etis bagi Indra. ia juga ingin sekarang menghamili Adelia agar ayahnya setuju. tapi ia menjaga kehormatan wanita yang dicintainya. Indra mengecup kepala Adelia.

__ADS_1


"Aku akan istirahat sebentar". Pamit Indra. ia berjalan menuju kasur dan merebahkan diri. jasnya sudah di lepas dan Indra menggulung lengan kemeja putihnya. warna jam tangannya terlihat serasi dengan kulitnya yang bersih. Indra terlentang berbantalan tangannya menatap langit-langit kamar itu. Adelia mengikutinya dan duduk di sebelah Indra. ia melihat kesedihan di mata Indra dan Adelia tahu lelaki itu sedang menghindari tatapannya.

__ADS_1


Adelia bergerak dan mengecup bibir Indra. lelaki itu menatapnya seolah ingin menelannya bulat-bulat. Indra meraih lengan Adelia yang langsung terjatuh rebahan di sisi Indra. ia memeluk pinggang Adelia dan mencium kening gadis itu. setengah mati Indra menahan untuk tidak ******* bibir Adelia karena ia takut tidak bisa mengendalikan dirinya. ia memeluk Adelia tanpa bersuara, keduanya hanya membisu dengan berjuta perasaan di benak mereka.

__ADS_1


"Terimakasih hari ini tuan Indra Biantoro". Adelia berkata tanpa memandang Indra. tatapannya sedih. Indra memandangnya tanpa berkedip. ia keluar mobil dengan cepat dan menghampiri Adelia, Indra membuka pintu mobil dengan kasar. ia menunduk di hadapan wajah Adelia, Meraih leher belakang Adelia dan menghujani ciuman di bibir tanpa terlepas. Adelia mencoba menolak dengan menggeleng ke kanan kiri sebisanya tapi Indra dengan tenaganya menahan wajah Adelia menggunakan satu telapak tangannya dan tidak melepas ciuman brutal di bibir Adelia. Bima yang menunggu di dekat pintu rumah Adelia meyaksikan kejadian itu. Bima hanya bisa menunduk mengasihani tuannya. Indra masih belum melepas Adelia yang meronta mendorong dada Indra dengan kedua tangannya. Indra terhuyung ke belakang dan melepas ciumannya, ia lekat memandang wajah Adelia. saat akan pergi Indra menahan bahu Adelia dan mendudukannya kembali di mobil. ia mengecup lembut Adelia lalu membiarkannya pergi. Adelia berjalan memasuki rumah dengan menahan tangisnya. kali ini ia selamat dari pemecatan di rumah sakit tapi ia kehilangan Indra. Adelia tak menghiraukan keberadaan Bima di sana. ia membuka pintu dan bergegas masuk kedalam rumah. Adelia tak menyalakan lampu dan menangis sejadinya. Bima berjalan menuju mobil Indra menggantikan tuannya menyetir sementara Indra hanya terdiam seribu bahasa dengan mata berkaca-kaca. Indra menatap kedepan mengingat sehari yang ia habiskan bersama Adelia.

__ADS_1


__ADS_2