
Ivana mulai masuk kerja kembali. Ia menyapa beberapa perawat sebelum memasuki ruang kerjanya. Ia mengenakan jas putihnya dan meraih kertas absensinya. Ia harus meminta tanda tangan dari Alan.
Ivana menghela napas berat, ia menyiapkan diri bertatap muka dengan laki-laki yang saat ini menduduki posisi utama yang paling ia hindari dalam hidupnya.
Tapi mau tidak mau Ivana harus taat peraturan rumah sakit. Ivana masih ingin bekerja di rumah sakit itu. Saat ini sulit untuknya mencari pekerjaan lain karena Mery sudah membuat nama baik Ivana hancur. Wanita itu dan kakaknya bersekongkol menuduh Ivana sebagai pelakor.
Tanpa disadari Ivana telah sampai di depan pintu ruang kerja dokter Alan. ia hanya berdiri mematung disana. sampai handel pintu tiba-tiba terbuka.
"Hai dokter Ivana...kau sudah kembali dari cuti mu?" sapa dokter Kief yang kebetulan keluar dari ruang kerja Alan.
"Kau mencari dokter Alan?"
Ivana menunduk dan mengangguk, ia terlihat canggung.
"Masuklah dokter Alan ada di dalam"
__ADS_1
Dokter Kief beranjak pergi sembari menggelengkan kepala. Ia semakin tidak mengerti dengan anak muda jaman sekarang. Sangat berbeda dengan jamannya dulu.
"Permisi dokter" kata Ivana pelan. Alan sibuk dengan rekapan kesehatan pasien yang tengah ia periksa.
Alan Sama sekali tidak memandang Ivana dan sengaja membiarkan Ivana berdiri berlama-lama di hadapannya.
"Maaf dokter jika anda sibuk nanti saya akan kembali lagi" Ivana sudah berbalik dan hampir berjalan pergi. Sebuah suara menahannya.
"Tunggu"
Alan mendongakkan wajah tampannya dan kali ini ia memandang Ivana. Gadis itu terlihat pucat dan tidak ceria seperti biasanya. Cuti tiga hari saja sudah bisa memperlihatkan penurunan berat badan Ivana ia nampak lebih kurus di banding biasanya.
Ivana menyerahkan daftar absensinya pada Alan. suasana begitu canggung dan Ivana ingin segera pergi dari sana.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Alan setelah memberikan tanda tangannya dan mengembalikan buku absensi milik Ivana.
__ADS_1
Ivana rasa ia tidak perlu menjawab pertanyaan Alan. Ia bergegas pergi dari ruang kerja Alan.
***
Flash back
Alan mendengar dokter Kief menyapa Ivana di depan ruang kerjanya. Pintu sedikit terbuka dari celah itu Alan bisa melihat wajah Ivana. Gadis itu baru saja memotong rambutnya menjadi pendek.
Alan menghela napasnya dan merasakan jantungnya berdebar kencang. Ia adalah seorang dokter kardio ia tahu pasti jika jantungnya sehat. hanya saja gadis yang berdiri di depan sana berhasil membuat jantungnya berdegup lebih kencang seolah ia habis lari seratus meter.
Alan menunggu Ivana masuk ke ruang kerjanya. Ia ingin memandang dan melihat kondisi Ivana setelah tiga hari ia tidak bisa melihat atau memantau apa yang terjadi pada Ivana.
Yang di dapati Alan adalah tubuh yang mengurus dan wajah pucat seperti tak bergairah hidup.
Hanya satu yang tidak berubah dari Ivana yaitu suara lembutnya. Ia masih bicara dengan nada lembut pada Alan.
__ADS_1
Apa yang telah aku lakukan padanya?! aku membencinya karena ia merusak rumah tangga adikku. Tapi apa bedanya dengan ku sekarang, aku lebih kejam lagi karena aku telah merusaknya dan menjatuhkan harga dirinya.
Ivana aku minta maaf, apa ia akan Sudi jika aku memberinya tiket konser Renata besok malam. Apa dia masih mau pergi bersama orang seperti ku? aku ingin sekali meminta maaf dan menghiburnya.