Cinta Dokter

Cinta Dokter
Part 87 Pelakor?


__ADS_3

"Dokter mau bicara apa?" Ivana sedikit ketakutan karena Alan membawanya ke pinggiran danau yang sedikit gelap. Disana hanya di terangi temaram lampu yang melingkari danau.


"Jauhi Gerald" kata Alan tanpa basa basi. Ivana terkejut dan memandang pria yang berdiri di sampingnya. Wajah Alan terlihat tidak suka, ia menatap tajam ke arah danau.


"Gerald? Maksud dokter?"


"Kau jangan pura-pura bodoh Ivana. Wajah mu yang naif itu tidak akan bisa menipu ku. Aku tahu kau simpanan adik ipar ku"


"Simpanan? Adik ipar?" Ivana semakin bingung. Pria itu baru saja menuduh dan memfitnahnya menjadi simpanan adik iparnya yang sama sekali tidak di kenal oleh Ivana.


"Kau jangan menghancurkan rumah tangga adikku. Jika kau melakukannya aku sendiri tidak segan untuk berhadapan dengan wanita seperti mu"


"Wanita seperti ku? Maksud dokter wanita yang bagaimana?" Ivana mulai meradang. Rasanya ia ingin memukul kepala pria itu dengaan batu agar ia tersadar dan berhenti melantur.


"Sudahlah Ivana kau jangan munafik, kau simpanan dan kau pelakor!" Alan menatap tajam ke arah wajah Ivana. Ia mencengkram kedua bahu Ivana hingga wanita itu meringis menahan sakit.

__ADS_1


"Sepertinya kau salah paham dokter, aku tidak tahu adik ipar mu siapa"


"Kau biasa memanggilnya Gary bukan?"


"Astaga Gary?"


"Lihat bagaimana kau menyebut nama baj*ngan itu, sungguh menjijikan Ivana!"


"Dokter Alan cukup! Kau menghinaku dengan berbagai cacian mu. Baru saja aku menganggap mu orang yang sangat baik karena sering menolong ku. Kau terlihat galak meski sebenarnya kau sangat manis. Tapi sekarang sepertinya aku salah menilai dirimu dokter Alan!"


Ivana berbalik dan berjalan menjauh. Alan tidak mengejarnya, ia hanya memandangi Ivana yang semakin menjauh. Ada gurat penyesalan di wajah Alan. Entah kenapa ia meras bersalah pad Ivana.


Kenapa ia sangat marah ketika aku menuduhnya merebut Gerald. Apa sebenarnya ia tidak ada hubungan dengan Gerald? tapi ...


"Sial!" Alan menendang batu kecil hingga terlempar ke danau dan menyebabkan riak kecil di dalam danau yang tenang.

__ADS_1


Wajah Ivana terus berada di benak Alan. Ia tidak bisa konsentrasi mengemudi sampai akhirnya mobilnya menabrak tiang.


Asap mengepul dari bagian depan mobil Alan. Dengan susah payah ia keluar dari dalam mobilnya berjalan tertatih ke pinggir jalan sampai ada seseorang yang menolongnya.


Tangannya berdarah karena terjepit mobil yang ringsek. Wajahnya juga terluka dan mengeluarkan darah.


Seseorang segera menelpon ambulan dan membawa Alan ke rumah sakit.


"Antarkan aku ke rumah sakit pusat kota, aku bekerja disana sebagai dokter" kata Alan.


Mery bergegas ke rumah sakit untuk melihat kondisi kakak nya. Ia cemas begitu mendengar Alan kecelakaan.


Ivana yang baru saja tiba di rumah dan terlihat lelah langsung kamarnya. ia tidak memperdulikan Dinda yang mengajaknya mengobrol.


Ponsel Ivana berbunyi pesan di group rumah sakit begitu ramai. Mereka membicarakan dokter Alan yang baru saja kecelakaan dan mendapat perawatan.

__ADS_1


Dokter Alan kecelakaan? oh tidak...ini pasti karena ia sangat marah pada ku tadi. Aku harus ke rumah sakit sekarang...


Ivana menyambar tasnya dan bergegas pergi lagi dengan ojek online. Ia mencemaskan pria galak itu. meski dia sudah ngelantur menuduh Ivana yang bukan-bukan tapi Ivana tetap tidak bisa mengabaikannya. entah kenapa Ivana sendiri juga bingung. Yang jelas ia ingin memastikan keadaan Alan.


__ADS_2