Cinta Dokter

Cinta Dokter
Ciuman Pertama


__ADS_3

Indra menemui Adelia, ia menunggu di dalam mobilnya. ia sengaja mengemnudi sendiri tidak membawa Bima. Adelia terlihat berjalan menuju mobil Indra. gadis itu mengikat rambutnya ke atas dan menenteng jaketnya.


"Kau sduah makan?". Tanya Adelia begitu ia duduk di samping Indra.


"Belum, aku ingin makan di rumah mu".


"Apa?, memang kita mau ke rumah ku?, tapi aku tak mengundang mu ke rumah".


"Kalau begitu undanglah aku. kumohon". Indra terlihat benar-benar memohon. Adelia tertawa melihat tingkah Indra.


"Baiklah kali ini akan aku undang kau. tuan Indra bersediakan kau mampir ke rumah ku yang sederhana?".


"Dengan senang hati nona". Keduanya tertawa dengan kebodohan mereka. untung Bima tidak ikut, kalau sampai ia melihat kelakuan Indra dan Adelia ia bisa mengelus dada menahan kesal.


Adelia mengajak Indra berbelanja di supermaket dekat rumahnnya. ia membeli sayuran, daging, sosis dan buah-buahan.


Sesampainya di rumah Adelia bergegas mengganti bajunya dan memasak di dapur. sementara Indra melepas jas dan dasinya lalu menggulung lengan kemejanya. ia duduk di ruang tamu menyalakan tv. sembari mengamati Adelia memasak. gadis itu terlihat lincah dan sudah terbiasa di dapur. Indra berjalan menghampiri Adelia, ia melihat masakan yang sudah siap. aromanya tercium harum membuat perut lapar.

__ADS_1


"Aku tidak sabar". Indra membantu Adelia menata makanna di meja makan. Adelia membuat teh herbal untuk keduanya.


"Kau pasti jarang dan hampir tidak pernah makan yang seperti ini".


"Tidak juga, aku sering makan seperti ini di rumah Bima".


Adelia menyeringai. Indra pasti makan dengan menu yang enak seperti di restoran berbintang. Adelia sempat ikut makan di rumah Indra dan dia terbelalak dengan menu yang disajikan pelayan.


"Oh ya apa kemarin itu adik perempuan mu?".


"Benar dia Mila".


"Ya dia memang cantik, dia adik sambung ku. yang di rumah itu bukan ibu kandung ku". Adelia meletakan sendok makannya dan meminum teh herbalnya. ia menatap Indra ada sedikit kesedihan di mata lelaki itu.


"Apa ia sering memasak untuk mu?".


"Ya dia selalu membuatkan ku masakan, menyiapakan keperluan ku. ia merawat ku sedari usia ku lima tahun".

__ADS_1


Adelia menyendokan makan ke mangkuk Indra. ia terlihat lahap memakan masakan Adelia.


"Apa kau tahu dokter Luna suka pada mu?".


Indra tersedak makanannya mendengar ucapan Adelia barusan.


"Apa kau cemburu?". Indra menatap menggoda Adelia. gadis itu terlihat kikuk dan malu.


"Jelas tidak. kita kan hanya berteman kau bebas dengan siapapun".


"Tapi kau tak boleh dengan siapapun kecuali aku". Indra memberi peringatan. Adelia cukup terkejut dengan pernyataan Indra. wajah lelaki itu terlihat serius ketika bicara tadi.


Selesai makan keduanya bersantai di sofa sembari melihat siaran televisi.


"Apa kau sengaja tak mengajak Bima?".


"Tidak juga ia sedang ada tugas dari ku untuk keluar kota".

__ADS_1


Indra memandang lekat Adelia. ia menghalau helaian rambut yang menutupi mata Adelia. Indra mengecup bibir Adelia. gadis itu terperanjat, Ia meronta menolak perlakuan Indra. tapi Indra memegangnya dengan kuat. Adelia mendorong dada Indra agar lelaki itu mundur darinya. Indra melepas pelukannya dan menatap Adelia.


"Aku anggap ini tidak pernah terjadi". Kata Adelia berdiri dari tempat duduknya. ia meraih jas dan dasi Indra memberikannya agar lelaki itu segera pulang dari rumahnya. Indra tersenyum, ia berjalan keluar rumah di antar Adelia. keduanya hanya terdiam sampai mobil Indra menghilang di balik pagar rumah Adelia.


__ADS_2