Cinta Dokter

Cinta Dokter
Kehamilan Bianca


__ADS_3

Bima menghampiri Adelia di tempat kerjanya


Adelia sudah selesai dengan pasiennya.


"Nona bisa minta waktu bicara sebentar". Kata Bima dengan sopan.


"Ada apa, apa terjadi sesuatu dengannya?". Adelia mulai cemas.


"Tuan akan pergi ke Amerika nona dan kemungkinan selama dua minggu untuk kepentingan usaha barunya".


"Usaha baru?".


"Tuan tidak mewarisi sepeserpun harta tuan besar. jadi ia akan memulai semuanya sendiri".


"Kapan ia akan berangkat?".

__ADS_1


"Nanti malam nona, jangan bilang kalau saya yang mengatakan semua pada anda. tuan Indra melarang saya memberitahu nona".


"Terimakasih Bima, kau bisa percaya pada ku. akan ku temui dia. dan kau jangan cemas, aku akan menemani di masa sulitnya. aku akan ada untuknya". Adelia mengucapkannya dengan tulus. lelaki itu berkorban besar untuknya. jadi ia pun akan memberikan yang terbaik untuk hubungan mereka. Bima pamit pergi sementara Adelia menemui Indra di rumah barunya. rumah Indra tetap bagus meski tidak semewah dulu. Adelia berjalan mengetuk pintu. pintu terbuka Indra terlihat berdiri dengan kaos berwarna hitam ketat dan celana pendek berwarna abu-abu. badannya sedikit kotor terkena debu. Indra membuka masker kesehatan yang ia kenakan untuk menangkal debu.


"Kau?, darimana kau tahu aku disini?". Indra terlihat terkejut. tapi ia langsung tahu jelas dari Bima. Adelia memeluk erat Indra. kakinya menggantung selutut Indra. ia memeluk erat pundak Indra yang kokoh.


"Maafkan aku sayang". Adelia benar-benar menyayangi lelaki itu. Indra tersenyum membalas pelukan Adelia dan menggendongnya masuk ke rumah. di dalam rumah banyak tumpukan kain bergulung besar.


"Kau lihat, ini pekerjaan ku sekarang. aku akan membuka usaha textil dan aku memulainya dari sini".


"Sepertinya kau mencintai ku sekarang?". Tanya Indra menggoda Adelia.


"Sangat!, aku sangat mencintai mu sayang".


"Jangan pergi dari ku, aku berjuang untuk mu". Indra berbisik di telinga Adelia. Adelia mengangguk.

__ADS_1


***


Bianca merasa mual dan tidak enak badan. ia tahu sepertinya ia sedang hamil. ia bergegas memastikan pada rekannya yang dokter kandungan juga dan ternyata ia memang hamil muda. Bianca mengelus perutnya. Gavin pasti senang, Gavin suka sekali dengan anak-anak. Bianca memutuskan memberi kejutan pada Gavin. ia pulang lebih awal dan meminta Wasti untuk menyiapkan makan malam spesial. Bianca buru-buru untuk sampai di rumah. hari itu ia diantar dan di jemput sopir. sesampainya di rumah Bianca mencari Fani.


"Mama.....". Fani berhambur pada ibunya. Bianca memeluk dan mencium gemas pipi Fani yang gembul.


"Wasti".


"Iya bu".Wasti muncul dari dapur.


"Tolong kamu belanja dan masak makan malam yang enak ya. nanti saya bantu ".


"Baik bu". Bianca memberikan lembaran uang pada Wasti yang langsung berangkat belanja di antar sopir.


Bianca mengganti bajunya dengan baju rumahan. ia mengikat rambutnya dan bermain dengan Fani di ruang tengah. wajahnya terlihat sumringah. Bianca membayangkan akan memiliki anak kedua yang lucu. Gavin dan juga Fani pasti senang mendengar berita itu.

__ADS_1


__ADS_2