
Adam duduk di ruang rawatnya dan sedang menunggu seseorang. Hari itu ia sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Seorang pria paruh baya menjemputnya dengan mobil. Melihat pria berwibawa yang katanya adalah ayahnya, Adam menebak dia sungguhan anak orang berada.
"Kau sudah tahu jika ingatanmu hilang untuk beberapa waktu?"
"Apa aku bisa mengingat semua lagi?"
"Tentu saja bisa, dokter di rumah sakit kita adalah yang terbaik. mereka akan merawat dan menyembuhkan mu"
"Ponsel milik mu terjatuh dan rusak saat kecelakaan, ayah meminta seseorang untuk memperbaikinya. Nanti jika sudah selesai ia akan mengantar ponselmu"
"Terimakasih....ayah"
Menyebut kata ayah saja Adam merasa aneh karena ia sama sekali tidak ingat dengan ayahnya. Ia sendiri bingung dan mencoba mengingat sesuatu tapi belum berhasil.
Sesampainya di rumah, Adam segera menuju kamarnya. Ia melihat-lihat seisi kamarnya. Ada rak buku tentang kedokteran disana. dan Ada nik name bertuliskan dr. Adam.
Jadi benar aku adalah seorang dokter? kenapa aku tidak ingat apapun?
Adam duduk di kursinya, ia membuka sebuah buku catatan kecil. Hampir mirip buku agenda. Ia membuka dan membacanya mencoba mencari petunjuk disana. Di tengah halaman buku itu ada sebuah foto seorang gadis.
__ADS_1
Gadis di foto itu terlihat istimewa. Ia berada di halaman dengan rerumputan hijau. Gadis itu tidak begitu tinggi nampaknya, rambutnya ikal berwarna cokelat gelap. bola matanya terlihat kuning kehijauan. kulit sawo matangnya membuatnya terlihat istimewa dan eksotis.
Adam tersenyum memandang foto itu. Sayang sekali di buku itu tidak ada keterangan apapun tentang si gadis.
Siapa dia, apa ayah mengenal gadis ini? nanti coba ku tanyakan padanya.
Adam melepas jaket kulitnya dan berbaring di ranjangnya yang empuk dan luas. Di relung hatinya ada sesuatu yang terasa aneh. Ia seperti mencemaskan seseorang. Tapi Adam tidak ingat dan bingung dengan perasaannya yang campur aduk. Di perparah ia tidak bisa mengingat apapun.
Pintu kamar Adam di ketuk seseorang. "Adam apa kau sudah tidur?" suara ayahnya terdengar di balik pintu kamar Adam.
"Sebentar" Adam lalu bangkit dan membuka pintu.
Adam mengikuti langkah ayahnya yang menuruni anak tangga menuju lantai utama. Disana berdiri seorang gadis, tapi bukan gadis yang di foto tadi. Adam juga tidak ingat siapa gadis itu.
"Adam kau selamat, syukurlah kau baik-baik saja" kata gadis itu sembari memeluk tubuh Adam.
"Kau siapa?" Adam merasa sedikit risih dan mencoba menyingkirkan tubuh gadis itu yang sedang memeluknya erat.
"Kau tidak mengingatku?"
__ADS_1
"Oh ini Angelica calon tunangan kamu Adam"
"Calon tunangan?"
"Iya sayang, kita akan bertunangan lusa tapi kau malah kecelakaan" kata Angelica dramatis.
"Benarkah? maaf aku lupa"
"Tidak masalah yang penting kau selamat jadi kita tetap bisa melangsungkan acara tunangan kita nanti"
Adam merasa kepalanya sakit, ia memohon diri untuk istirahat di kamarnya. Entah kenapa ia tidak tertarik dengan gadis bernama Angelica yang katanya adalah calon tunangannya itu. Justru gadis di dalam selembar foto tadi yang terus berada di pikiran Adam.
***
Helena terlihat pucat, ia sedang tidak enak badan karena kelelahan dan banyak pikiran. Semalaman ia tidak bisa tertidur karena memikirkan Adam yang tak juga muncul di hadapannya.
Helena cemas terjadi sesuatu pada pria itu. atau lebih parahnya Adam meninggalkannya setelah mendapat apa yang ia mau dari Helena.
Helena meembca berita online di ponselnya. Sekilas ada berita kecelakaan taxi di tengah kota yang menabrak sebuah mobil yang parkir di pinggir jalan. Penumpang taxi terluka cukup parah dan di larikan ke rumah sakit tapi belum di ketahui identitas dari si penumpang taxi itu.
__ADS_1
Helena meletakkan ponselnya dan kedapur membuat coklat panas. Ia berusaha untuk tidur karena badannya terasa lelah. Helena meminum coklat hangat dan memakan selembar roti tawar tanpa selai. Ia melupakan ponselnya yang tergeletak di atas meja makan. Helena pergi ke kamarnya untuk beristirahat.