Cinta Dokter

Cinta Dokter
Kenyataan


__ADS_3

Ada jamuan makan malam keluarga besar Athar. ibu, Amar, Tania istri Amar dan Yeslin adik perempuan Athar sudah berkumpul bersama tamu yang lain di acara itu. semua mengenakan gaun karena memang sudah tradisi di keluarga besar Athar seperti itu.


Athar masuk ke dalam kamarnya membawa tas belanja berisi gaun untuk Luna. Athar sudah mengenakan stelan jas rapi kali ini ia memadukan warna navy untuk jas dan kemejanya.


Athar tertegun menatap Luna yang sedang mandi di bawah shower. pintu kamar mandi yang bening membuat wajah Luna yang terguyur air dari shower terlihat oleh Athar.


"Sedang apa kau?!". Hardik Luna sambil membilas wajahnya. Athar berbalik dan melangkah menuju sofa. tak berapa lama Luna keluar kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya. Athar memalingkan pandangannya.


"Semua sudah berkumpul". Kata Athar tanpa memandang Luna. Luna sibuk merias wajahnya. ia mengenakan gaun hitam selutut dengan belahan di atas paha. Athar terkejut memandang gaun yang di kenakan Luna.


"Apa kau sudah benar-benar memakai baju?". Tanyanya sambil menyeringai menatap belahan gaun Luna. di bawah akan ada banyak tamu undangan laki-laki. sekalipun seorang penjahat ia tidak akan rela jika wanitanya menjadi pemandangan indah bagi pria lain.


"Apa besok aku sudah bisa mulai bekerja lagi?". Luna mengalihkan pembicaraan Athar. ia sedang malas berdebat tidak penting dengan Athar. ia hanya mau tahu besok sudah bisa kembali bekerja di rumah sakit atau tidak.


"Lakukan lah jika itu yang kau mau, kau bisa kembali bekerja". Sisi liar Athar sebagai seorang pria bangkit, Athar menyentuh lembut paha Luna yang sedikit terbuka karena gaun yang di kenakannya. kulit Luna terasa lembut dan halus. Luna memukul lengan Athar.


"Jangan kurang ajar terhadap ku!". Luna menutup pahanya dengan telapak tangan.

__ADS_1


Luna tahu maksud Athar, ia bergegas mengganti gaunnya dengan gaun yang di belikan Athar. gaun panjang berwarna senada dengan stelan jas Athar. membuat Luna tampak lebih anggun dan cantik.


"Pakai cincin mu". Athar mengulurkan cincin pernikahan yang Luna lepas di simpan di laci meja.


Semua tamu melihat pasangan itu, mereka terkesima dengan kecantikan Luna dan ketampanan Athar.


"Hai Luna kemarilah". Kata ibu. ibu Athar wanita keturunan Yunani ia terlihat sangat cantik dan elegan, tutur katanya selalu halus. terkadang Luna bingung Athar itu anak kandung atau ibunya sengaja mengasuhnya saja. karena sikap keduanya yang sangat berbeda.


Amar dan Tania terlihat senang, mereka selalu baik pada Luna sejak pertama kali Athar membawa Luna pulang ke vilanya.


Yeslin adik Athar yang angkuh dan sepertinya kurang menyukai Luna. Yeslin merasa Luna merebut perhatian kakaknya.


Ibu tiba-tiba menyelinap pergi dari pesta jamuan itu. ia bergegas menuju ruang kerja Athar yang berada di rumahnya. disana di dalam ruangan itu duduk seorang pria tinggi tegap seusia dengan ibu. pria itu adalah Josh bos mafia pimpinan Athar.


"Untuk apa kau kemari?". Tanya Ibu dengan nada marah.


"Aku ingin melihat anak ku". Jawab Josh sambil memandang ibu.

__ADS_1


"Anak mu?!, kau tahu jika ia sampai tahu kau adalah ayahnya dan memperkerjakannya sebagai penjahat seperti mu, apa yang akan dia lakukan pada mu?".


"Jika kau tidak mau mengakui aku ayahnya, aku yang akan mengatakannya".


"Katakan lah! aku jamin hubungan kalian akan berakhir!".


Athar menatap nanar ke arah ibunya yang sedang berbicara pada Josh. Luna mengikuti Athar dan berdiri di belakangnya. mengamati pembicaraan kedua orang tua itu.


Wajah Athar berubah pias, ibu melihatnya dengan gemetar. Athar berbalik dan berjalan pergi menuju vilanya. Luna mengikuti langkah Athar sampai tergopoh-gopoh. ia mengangkat gaunnya dan menenteng sepatunya.


"Athar...Athar!". Panghilnya tapi Athar tidak menjawab.


Sesampainya di vila Athar membanting dan menghancurkan barang-barang hingga Luna ketakutan. senapan yang terselip di pinggangnya ia keluarkan dan menembak secara sembarangan.


"Athar....". Panggil Luna dengan suara lembut.


Athar menembak guci besar di ruangan itu hingga pecah berserakan. Luna menangis karena ketakutan. Athar menarik kasar lengan Luna menuju kamar dan menjatuhkan badan Luna di sofa.

__ADS_1


"Athar...ada apa?, kau menakuti ku". Bisik Luna. Athar hanya terdiam. semalaman Athar tidak tidur ia hanya duduk diam, matanya berkaca-kaca. sementara Luna sedang tertidur di sofa di samping Athar.


__ADS_2