Cinta Dokter

Cinta Dokter
Berita bahagia


__ADS_3

Gavin terlonjak bahagia mendengar berita kehamilan istrinya. ia mencium dan memeluk Bianca. ia mengelus perut istrinya itu.


"Berapa usia kandungannya sayang?". Tanya Gavin berbinar.


"Sudah dua bulan sayang, aku kira karena pengaruh hormon makanya telat datang bulan. tapi sudah ku pastikan aku memang hamil". Kata Bianca senang. Gavin kembali memeluknya.


Wasti sudah menyiapkan makan malam di meja makan. ada banyak makanan dan camilan serta kue yang di buat Bianca dan Wasti sore tadi. Bianca memasak ayam goreng istimewa kesukaan Fani. dan cumi saos hitam kesukaan Gavin. Bianca juga memasak rendang kesukaannya. semua menikmati makan malam dengan gembira. apa lagi setelah Fani tahu ia akan punya seorang adik nanti. Fani senang benar dan menciumi perut ibunya. ia mengobrol dengan calon dedek bayinya. Gavin menggenggam tangan Bianca penuh haru.


***


Indra pergi selama dua minggu ke Amerika. sementara Bima membantu mengurus usahanya. Adelia ikut membantu sebisanya. ia mulai merampungkan dekorasi ruang kerja Indra. Adelia membeli beberapa perabotan untuk mengisinya. ia juga memilih cat yang tepat untuk ruangan bernuansa kantoran. agar Indra tidak mudah jenuh dan lelah Adelia menghias sedikit dinding dengan memasang lukisan pemandangan disana. pot tanaman ia letakkan di samping pintu agar begitu memasuki ruang kerja Indra merasa nyaman. meja kursi khusus untuk Indra juga sudah di pesan Bima. Adelia dan Bima merampungkan kantor Indra selama Indra pergi.


***

__ADS_1


Gio merebahkan dirinya di atas kasur. ia baru saja membaca artikel tentang pembatalan tunangan antara putra pemilik yayasan besar dan putri diplomat. Gio mengingat wajah wanita itu. ia pernah tidak sengaja bertemu di rumah sakit dengan wanita cantik itu. sementara wajah Adelia terpampang disana. artikel itu menulis kebohongan kalau Adelia merebut tunangan dokter Luna.


Gio meletakan ponselnya. ia tidak tertarik lagi membacanya.besok ia berniat berkunjung ke rumah Gavin. ia kangen pada Fani. Gio membeli beberapa mainan untuk Fani.


Paginya Gio menuju rumah Gavin. hari itu hari libur pasti Gavin dan Bianca di rumah. Gio memarkir mobilnya di halaman rumah Gavin. di lihatnya Fani sedang bermain-main di halaman dengan Wasti.


"Hai Fani.........". Gio meraih Fani dan mengangkatnya ke udara.


"Ada apa Fani nanti jatuh".


"Mama ada om Gio". Bianca menoleh ke arah pintu. ada Gio yang berjalan masuk.


"Hai kakak ipar apa kabar mu?".

__ADS_1


"Gio kenapa tidak bilang dulu kalau mau datang?".


"Aku cemas kau akan menyambutku berlebihan jadi aku diam-diam saja". Katanya bergurau dengan Bianca. keduanya tertawa senang. Gavin turun dari lantai dua.


"Kau datang?". Sapanya pada Gio. Gio menghampiri kakanya dan mengobrol santai. Wasti membuatkan minuman untuk Gavin dan Gio.


"Fani mau es krim". Fani berlari mendekati Wasti dan merengek meminta es krim. setelah mendapatkan keinginannya Fani menghampiri ayahnya dan menunjukan mainan barunya dari om Gio.


"Papa mainan baru dari om Gio".


"Fani bilang apa sama om Gio?". Tanya Gavin.


"Makasih ya om". Kata Fani polos dan mencium pipi Gio seperti ia mencium Gavin kalau dapat hadiah dari ayahnya. Bianca menyusul dan duduk di samping Gavin ikut mengobrol dengan kakak beradik itu.

__ADS_1


__ADS_2