
Adam meraih lengan kurus Helena. Ia menarik gadis itu hingga menabrak tubuhnya yang kokoh.
"Adam?.."
"Helen mau kemana kau? kenapa? apa kau cemburu melihatku dengan para gadis itu?"
"Cemburu? apa kau bermimpi?!"
"Helen berhentilah menggodaku dengan wajah kesalmu itu. Saat marah kau sangat cantik dan sexy"
Adam menatap lekat mata Helena dan ia menyentuh wajah Helena dengan jemarinya.
"Berhenti merayuku, aku tidak akan tergoda oleh rayuanmu!"
"Benarkah? bagaimana jika aku merayu mu untuk menikah denganku?" Adam masih menatap lekat mata Helena, kali ini terpancar keseriusan di wajah pria itu. Helena panik, ia semakin tidak berdaya.
"Gurauan mu sudah melebihi batas dokter Adam!"
"Siapa yang bergurau? aku serius Helen. Kau mau menikah denganku?" Adam menyentuh lembut dada Helena sebelah kiri.
__ADS_1
"Ada yang berdebar kencang disana, apa kau takut Helen?" Adam tersenyum menggoda. Dan celakanya Helena tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia mulai terpesona dengan pria tampan di hadapannya. Pria yang sejak pertama kali bertemu sudah ia hindari setengah mati tapi lihat hari ini Helena terjebak juga oleh umpan Adam.
"Ayolah Helena...Aku mencintaimu. Kau gadis yang sangat unik dan cantik. Kau juga galak dan sedikit tempramen. Selain itu kau nakal sekali menggodaku dengan binar matamu itu Helen"
"Adam...hentikan"
"Tidak...."
Adam menggendong tubuh Helena menuju sebuah kamar pribadi di kapal itu. Ia meletakkan tubuh Helena di atas sofa empuk. Di meja sudah ada buket besar bunga mawar merah lengkap dengan hiasannya.
Sepertinya Adam sudah merencanakan semua.
Helena terkesima tidak bisa bicara, Ia terkejut, bimbang dan kebingungan dengan semua yang terjadi padanya. Semua terlalu cepat seperti mimpi.
"Adam aku....."
Adam menatap Helena dengan wajah seriusnya, ia lalu memakaikan cincin itu ke jari manis Helena.
Adam mulai mencium bibir Helena, ********** dan lama kelamaan sentuhan itu meraba setiap jengkal tubuh Helena.
__ADS_1
Helena tidak tahu ia harus berontak atau bagaimana. Malam yang panjang telah mereka lalui bersama. Adam memperlakukan Helena dengan sangat lembut. Hari yang tidak akan pernah terlupakan oleh Helena. Ia menyerahkan segalanya pada Adam. Helena memandangi cincin berlian di jari manisnya.
Ia sedang berada di kereta, perjalanan kembali ke desa untuk melakukan tugasnya disana. Sementara Adam akan menyusul dalam beberapa hari karena ia masih harus mengurus pekerjaannya di kota terkait hasil penggalangan dana yang akan di salurkan kembali ke beberapa yayasan dan di gunakan untuk fasilitas kesehatan.
***
"Apa kau jatuh cinta padanya?" Bianca bertanya pada Adam ketika mereka bertiga yaitu Adam, Gavin dan Bianca makan siang bersama di rumah Gavin.
"Iya aku jatuh cinta pada gadis itu" jawab Adam sedikit malu. Gavin tersenyum mendengar jawaban Adam.
"Apa yang kau rasakan hampir sama dengan yang kurasakan dulu. Jadi berjuanglah dan dapatkan dia" kata Gavin.
Adam mengenang malamnya bersama Helena. Terasa indah dan tidak bisa ia lupakan. Setelah semua urusan beres ia ingin segera pergi ke desa menemui Helena. Ia sudah sangat rindu dengan gadis tempramen itu.
"Gav apa dulu Bianca juga menolak mu?"
"Tentu saja aku menolaknya" jawab Bianca sambil mencubit hidung mancung Gavin.
"Baiklah kalau begitu restui dan do'akan aku berhasil dengan Helena agar kami bisa berbahagia seperti kalian berdua"
__ADS_1