Cinta Dokter

Cinta Dokter
Pertemuan Gio dan Luna


__ADS_3

Bianca dan Adelia bergegas menuju ruang operasi. keduanya sudah steril, ada pasien akan melahirkan caesar. Bianca yang akan memimpin jalannya operasi. sementara Adelia adalah dokter anak yang akan menemani di dalam ruang operasi.


setelah hampir satu jam operasi selesai. ibu dan anak selamat. bayi laki-laki yang di lahirkan pun sehat dan normal semua. Adelia keluar dari ruang operasi. membersihkan diri dan berganti pakaian. ia melihat ponselnya, Indra ingin bertemu dengannya. tiba-tiba dokter Smith menghampirinya dan mengajak meeting. Adelia membalas pesan Indra kalau ia tidak bisa pergi karena ada meeting dengan para dokter.


***


Gavin mengajak Fani mengunjungi yayasan yang merawat anak-anak yang sedang tidak sehat. ia yang membiayai mereka selama ini. lain kali ia juga akan mengajak Bianca. Fani terlihat sedih saat melihat anak-anak yang sedang sakit. beberapa masih bisa bermain dengan Fani. Fani membawa mainanya dan membagi dengan mereka.


"Papa nanti kita ajak mama kemari".


"Iya nanti kita aja mama". Keduanya berkeliling yayasan itu di temani petugas dan perawat di sana. mereka di tugaskan untuk membantu merawat anak-anak itu.


***


Bianca makan siang. ia membawa bekal dari rumahnya. wasti tadi pagi menyiapkan untuknya. tak lupa ia memakan buah pepaya dingin yang terlihat segar. Adelia menghamipira mengambil sepotong buah pelaya dan memakannya. ia duduk bersama Bianca.


"Kau sudah makan siang". Tanya Bianca.


"Sudah tadi".


"Aku ingin bertanya padamu Adel tapi ini masalah pribadi".

__ADS_1


"Tidak masalah katakan saja".


"Bagaimana hubungan mu dengan Indra?".


Adelia terdiam sejenak. ia sendiri bingung harus menjelaskan bagaimana.


"Kami berteman".


"Benarkah hanya berteman?".


"Benar sekali".


Adelia tertawa. ia tahu Bianca dan Gavin pasti tulus mendukung jika mereka memang ada hubungan.


"Ku rasa ia akan lebih serasi dengan yang lain, di kehidupannya banyak wanita cantik".


Bianca tersenyum. itu adalah kata-kata yang biasa di ucapkan orang yang jatuh cinta tapi merasa tidak percaya diri dengan hubungan yang di jalin.


"Tapi kalau ia memilih mu kurasa yang lain tidak akan bisa berbuat apa-apa".


"Entahlah aku masih ragu". Bianca menepuk bahu Adelia. ia kembali ke ruang kerjanya. ia memeriksa ponselnya dan melihat beberapa foto Fani dan Gavin yang terlihat bermain dengan anak-anak di yayasan. Fani terlihat senang berbagi mainan dengan anak-anak di yayasan. Bianca memberi oesan singkat pada Gavin ia bertanya jam berapa keduanya akan oulang ke rumah.

__ADS_1


***


Gio mendatangi rumah sakit tempat Gabin bekerja. ia bertemu dengan Luna di lobi rumah sakit. Luna tidak sengaja mendengar saat Gio nertanya tentang dokter Gabin pada resepsionis.


"Anda mencari dokter Gavin?".


Gio menoleh ke sumber suara. ia sesaat terpana dengan wanita yang mengenakan jas putih itu. cantik sekali, Gio tersenyum dan membenarkan.


"Benar saya ingin bertrmu dokter Gavin". Kata Gio mengulai perkataannya.


"Saya teman dokter Gavin, hari ini dia tidak ada jadwal kerja".


"Oh begitu". Gio terlihat sedikit kecewa. ada yang penting yang hatus ia bicarakan dengan kakaknya.


"Ke rumahnya saja". Kata Luna memberi sara.


"Kebetulan aku sudah dari rumahnya tapi dokter Gavin maupun istrinya sedang tidak di rumah".


Luna tahu Bianca sekarang bekerja di rumah sakit selain buka praktek di rumahnya.


"Kalau begitu terimakasih saya pergi dulu". Gio mengucapkan terimakasih pada Luna dan melangkah pergi. Luna masih memandangi Gio yang menghilang di balik pintu keluar. ia penasaran siapa lelaki itu dan krnapa mencari Gavin.

__ADS_1


__ADS_2