
Luna terlihat senang ketika tuan Biantoro mengundangnya ke rumah. meski sambutan Indra kurang ramah tapi lelaki itu memang seperti itu aslinya, pikir Luna.
Waktu tuan Biantoro mengumumkan Luna dan Indra akan bertunangan segera, Lunaerasa kaget sekaligus senang. ia tidak menyangka akan terpilih mendampingi Indra. Luna memang menyukai Indra sejak pertemuan pertama di rumah Bianca dan Gavin. dengan kelasnya ia berhasil membuat tuan Biantoro terkesima. tapi ia memang harus belerja keras meluluhkan hati Indra. ia akn membuktikan bahwa ia akan lebih baik dari Adelia. Luna duduk di depan meja rias. ia baru selesai mandi dan bersiap untuk berangkat bekerja. ia akan bercerita pada Gavin nanti.
***
Gio datang ke rumah sakit tempat Gavin bekerja. ia sengaja menunggu kakaknya. ada urusan tentang perusahaan ayahnya yang harus ia diskusikan dengan Gavin.
"Oh ya sekalian aku bisa meminta bantuan mu?".
"Apa kak?".
"Tolong kau jemput Bianca di rumah sakit tempat kerjanya, aku ada janji dengan pasien".
__ADS_1
"Tidak masalah dengan senang hati akan ku jemput kakak ipar".
Gio meluncur ke tempat kerja Bianca. ia sengaja menunggu Bianca di lobi rumah sakit. tak berapa lama Bianca berjalan keluar bersama Adelia. Gio memandang Bianca lalu pamdangannya beralih pada sosok Adelia.
"Gio kau disini?". Bianca menyapa Gio terlebih dulu.
"Ya aku sedang bertugas menjemput kakak ipar, karena Gavin sedang ada pasien". Bianca tertawa.
Keduanya berjabat tangan dan saling tersenyum ramah. Adelia segera pamit dan berjalan menuju mobilnya. sementara Bianca dan Gio juga menuju mobil Gio yang di parkir di pelataran rumah sakit. di perjalanan Gio dan Bianca mengobrol banyak hal. Gio berwawasan luas seperti Gavin jadi Bianca tidak kesulitan memilih topik pembicaraan dengan adik iparnya itu.
***
Adelia mamapir ke rumah Indra. ia ingin mengetahui kondisi Indra. pintu rumah sedikit terbuka Adelia masuk ke ruamh Indra. Bima tidak nampak di lantai bawah. Adelia berjalan menuju ruang kerja Indra. saat akan membuka pintu ruang kerja Indra tidak sengaja Adelia mendengar percakapan anatara Indra dengan ayahnya.
__ADS_1
"Ku mohon ayah jangan memaksaku". Indra terlihat sedih memandang ayahnya yang berdiri membelakanginya. tuan Biantoro memaksa Indra harius menjalani tunangan dengan Luna. ia melihat kegigihan Indra memperjuangkannya di depan ayahnya. air mata Adelia meleleh di pipinya. ia tak sanggup melihat Indra di tekan oleh ayahnya. Adelia memutuskan pergi dari rumah Indra. di depan ia berpalasan dengan Bima yang baru saja tiba. Adelia menyeka air matanya dan bergegas masuk ke dalam mobil tanpa menyapa Bima. Bima terkejut dengan sikap Adelia. ia berjalan menjju ruang kerja Indra.
Rupanya nona Adelia mendengar percakapan Tuan besar dan tuan muda.
Adelia berlari kekamarnya. ia mennagis sejadinya. ia membayangkan Indra bertunangan dengan Luna itu membuat hatinya sakit. selama ini ia mencintai Indra tapi oa terdia. diantara keduanya tidak pernah ada yang saling mengungkapkan isi hati mereka. melihat Indra tadi Adelia bertekat akan memperjuangakan Indra seperti lelaki itu memperjuangkannya di depan ayahnya. ponsel Adelia begetar, Indra menelponnya.
"Adelia". Suara Indra terdengar lembut.
"Ya tuan muda". Ucapnya sembari tersenyum sedih.
"Aku mencintai mu". Kata Indra di telpon. Indra ingin mengatakan secara langsung tapi ia tidak sabsr karena kata Bima, Adelia semoat mendengar pembicaraannya dengan ayahnya tentang pertunangannya dengan Luna.
"Aku....juga mencintai mu". Balas Adelia.
__ADS_1