Cinta Dokter

Cinta Dokter
Indra Biantoro


__ADS_3

Gavin bangun dari tidurnya, Bianca sudah tidak ada di sampingnya. terdengar suara air dari kamar mandi. rupanya Bianca mandi pagi-pagi sekali. Gavin duduk di tepi ranjang dengan selimut menutupi di seputar pinggang dan pahanya. ia teringat kejadian semalam. senyum lebar terlihat di wajahnya yang tampan. ia mengenakan jubah mandi begitu Bianca selesai mandi.


"Sayang aku akan turun dulu melihat Fani". Kata Bianca masih dengan rambut basah. Gavin merangkul istrinya dan mengecup pipi Bianca. aroma sabun dan sampho begitu harum menggairahkan.


"Apa aku harus berangkat siang hari ini?". Gavin menggoda Bianca. wajah istrinya langsung memerah.


***


Indra menyelesaikan sarapannya dan bergegas pergi ke kantornya. Bima sudah menunggunya di dalam mobil. Indra duduk di kursi belakang dan sibuk dengan ponselnya.


"Apa gadis itu sudah mulai berangkat kerja?".


"Nona Adelia hari ini ada jadwal pagi tuan". Bima sudah mencari informasi tentang Adelia sebelum Indra memerintahnya. demi menjaga mood tuannya Bima langsung bergerak cepat. ia tahu Indra sedang tergila-gila dengan dokter Adelia. sekilas Bima mengingat Adelia, selain profesinya yang menarik karena sebagai seorang dokter anak, gadis itu juga pemberani dan wanita mandiri. dari segi fisik Adelia terlihat cantik dan manis meski tidak secantik Bianca atau Luna tapi gadis itu sangat menarik. pantas kalau Indra kepincut padanya.


"Kau sedang berfikir apa?". Indra mengagetkan pikiran yang berkecamuk di benak Bima.


"Tidak ada tuan".


"Fokuslah mengemudi".


"Baik tuan".

__ADS_1


Indra meminta Bima untuk singgah sebentar di jalan dekat rumah Adelia. gadis itu pasti akan berangkat bekerja. tak lama terlihat Adelia sudah rapi dan ia menaiki sebuah ojek online.


"Kenapa dia membonceng sembarangan orang?".


"Nona Adelia sedang menaiki ojek online tuan, mobilnya rusak dan di tinggal di bengkel".


"Benarkah?, segera suruh orang bengkel menyelesaikan mobilnya. aku tidak ingin melihatnya sembarangan berboncengan dengan orang asing".


"Baik tuan".


Bima semakin tidak habis pikir. sesuatu hal yang wajar jadi tidak wajar dimata Indra. kebodohan Indra terlihat, bosnya itu benar-benar tidak masuk akal. kalau sampai kolega dan para stafnya tahu tingkah Indra ini bisa menjatuhkan reputasinya sebagai pemilik perusahaan besar.


"Tuan tadi pagi dokter Luna mengirim pesan ke ponsel anda".


Ia tidak seantusias ketika mendapat pesan atau telpon dari Adelia. dengan Luna Indra bersikap lebih wajar dan santai. ia memang menganggap Luna hanya sebagai teman.


***


Adelia turun dari ojek online dan bergegas menyusuri lorong rumah sakit. ia berjalan cepat menuju ruang kerjanya. perawat memberikan daftar nama pasien pada Adelia. Adelia melihat nama-nama yang tertera di daftarnya. ia akan sibuk hari ini.


Dokter Smith memanggil Adelia ke ruangannya. direktur itu ingin membicarakan soal kasus R. dokter Smith juga ingin tahu keterlibatan Indra Biantoro di kasus itu.

__ADS_1


"Selamat pagi dokter Smith". Adelia datang ke ruang kerja direktur rumah sakit.


"Hai Adelia, kau sudah sehat?".


"Aku baik-baik saja dokter.


"Adel, aku sudah mendengar kasus R. aku salut dengan keberanian mu. aku juga ingin tahu apa keterlibatan Indra Biantoro di kasus R?".


"Adelia sedikit kaget mengetahui dokter Smith mengenal Indra".


"Anda mengenalnya?".


"Iya tepatnya aku lebih mengenal ayahnya sebagai pemilik rumah sakit ini".


Adelia semakin terkejut. ia tidak menyangka Indra anak pemilik yayasan.


"Tuan Indra menolong saya ketika saya di sekap di gudang".


Dokter Smith terdiam sebentar lalu mengangguk.


"Adelia jangan melibatkan Indra di kasus seperti ini, itu akan mencoreng nama baik pemilik yayasan".

__ADS_1


"Baik dokter".


"Kau boleh pergi". Adelia berjalan keluar ruang kerja dokter Smith. ia tidak mengangka Indra adalah anak pemilik yayasan. Adelia bergegas melihat foto di kalender kecil yang terletak di sudut meja kerjanya. di sana ada wajah ketua yayasan yang menghiasi sampul kalender bagian depan. dan benar wajah itu adalah yang Adelia lihat di bingkai foto yang ada di kamar Indra.


__ADS_2