Cinta Dokter

Cinta Dokter
Bonus Part (Puing ingatan bag.2)


__ADS_3

Siang itu Angelica menemui Bianca di rumah sakit. Ia ingin tahu sejauh mana Bianca mengenal Adam.


"Jadi kau tunangan Adam?" tanya dokter Bianca sedikit tidak percaya. Ia ingat bagaimana Adam sangat menyukai Helena dan tiba-tiba gadis ini mengaku tunangan Adam.


"Dokter boleh saya bertanya sesuatu?"


"Tentu saja, silahkan"


"Sejak kapan anda mengenal Adam? maksudku dokter Adam"


"Sejak ia berteman dengan suamiku, dan sejak aku bekerja disini kami jadi semakin dekat"


" Oh begitu, apa anda mengenal wanita di foto ini?" Angelica menyerahkan selembar foto.


"Iya aku mengenalnya, dia dokter Helena"


"Apa hubungan Adam dan Helena?"


"Setahuku Adam tergila-gila dengan Helena. maaf tapi itu faktanya"


Angelica geram, ia merasa dokter Bianca tidak menyukainya. Ia segera pergi dengan wajah marah meninggalkan Bianca yang memandang Heran pada Angelica.


Selesai bekerja Bianca meengajak Helena bertemu. Mereka berdua duduk di kedai coffe shop depan rumah sakit. Helena terlihat sedikit murung.


"Kau sudah tahu soal Adam?" tanya Bianca sembari mengaduk latte di cangkirnya.


"Tadi pagi aku bertemu dengannya, dia hanya lelaki kebanyakan yang setelah mendapat apa yang ia mau lalu pergi"


"Helena ...kau tahu dia"

__ADS_1


"Iya aku tahu dia sudah memiliki kekasih"


"Apa dia mengenali mu?"


Helena terdiam, apa maksud Bianca bertanya demikian. Adam memang menanyakan apakah Helena mengenalinya. Sebenarnya ada apa ini. Helena jadi bingung, ia menatap Bianca seolah meminta penjelasan karena kepalanya sudah pusing memikirkan Adam.


"Helen, Adam mengalami kecelakaan dan ia lupa ingatan"


"Kecelakaan?"


"Benar, taxi yang ia tumpangi mengalami kecelakaan hebat. Adam berhasil selamat dan mendapat pertolongan medis tapi luka di kepalanya cukup parah hingga membuat ingatannya hilang karena trauma benturan"


Mata Helena berkaca-kaca,


apa mungkin Adam menumpang taxi itu untuk menuju stasiun karena ia ingin kembali ke desa dan menyusul ku?


"Tapi..." Helena tidak bisa berkata-kata lagi. Banyak hal berkecamuk di pikirannya.


"Lalu gadis itu..."


"Sebaiknya kalian berdua bertemu dan kau bicara dengan Adam, aku tadi sempat bertemu dengannya, bahkan ia tidak mengenaliku. gadis yang bersamanya itu ku rasa bukan lah wanita yang sebenarnya di sukai Adam. gadis itu bahkan menemui ku dan bertanya tentang mu"


"Tentang ku?"


"Iya sepertinya Adam menyimpan selembar fotomu, Angelica membawanya dan bertanya siapa gadis di foto itu padaku dan ada hubungan apa dengan Adam"


"Kau menjawabnya?"


"Tidak, temuilah Adam agar semua cepat selesai"

__ADS_1


"Baiklah..."


Keesokan paginya Adam kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Kali ini tidak ada Angelica. ia datang seorang diri dan menemui dokter bagian saraf.


Helena memandang Adam dari kejauhan. Matanya seperti berkaca-kaca. Selama ini ia salah mengira jika Adam meninggalkannya demi wanita lain. Tapi mendengar pria itu kecelakaan dan mengalami lupa ingatan Helena jadi iba.


Perlahan Helena mendekat ketika Adam duduk di ruang tunggu dokter spesialis saraf.


"Hai...." sapa Helena.


"Oh hai..." Wajah Adam tampak senang ketika Helena menyapanya.


"Kau siapa? maaf aku tidak bisa mengingatmu"


"Tidak apa, aku Helena"


"Iya aku tahu kau dokter Helena tapi kau siapa di kehidupanku? Karen aku menyimpan fotomu di buku harian milikku. Sepertinya kau sangat berarti bagiku?"


"Sebelum ini kita berteman baik"


"Berteman? hanya teman?"


"Iya...hanya berteman"


Ia bilang kami hanya berteman tapi kenapa aku merasa gadis ini sangat istimewa. Aku senang sekali ketika ia menyapaku tadi.


"Boleh aku meminta nomor ponsel mu Helena? sekarang aku harus menemui dokter, nanti jika sudah selesai aku akan menemui mu, apa kau keberatan?"


"Baiklah, ini nomor ponselku" Helena menyerahkan selembar kartu nama disana tertera nomor ponsel Helena.

__ADS_1


"Baiklah dokter Helena, tunggu aku" Adam tersenyum ia memandang Helena tanpa berkedip sebelum perawat memanggil namanya untuk kesekian kalinya karena dokter sudah menunggunya di dalam ruangan.


.


__ADS_2