
Athar menemani Luna ke rumah sakit. ibu menyuruh untuk memeriksakan kandungan karena dari gejalanya sepertinya Luna hamil.
Luna dan Athar sedang berada di ruang praktek Bianca. Luna sedang di periksa kandungannya.
"Ya benar kau sedang hamil dua minggu, selamat ya". Bianca memeluk Luna. Athar takjub ia akan menjadi ayah. wajahnya tetap terlihat tenang. Bianca melirik Athar.
"Kau tidak mengucapkan selamat pada Luna?". Kata Bianca.
Athar mengecup kening Luna. Luna tersenyum. ia senang sekali akan menjadi ibu.
"Kau jaga kondisi mu jangan kelelahan, jika ada apa-apa segera menghubungi ku atau langsung ke rumah skait saja". Kata Bianca.
"Tuan Athar aku titip Luna pada mu".
"Baik dokter, terimakasih" Kata Athar.
Athar mengemudikan mobil dengan hati-hati. ia tidak ingin Luna merasa tidak nyaman.
"Kau akan menjadi ayah, apa perasaan mu?". Tanya Luna.
Athar tersenyum. ia bingung menjelaskan perasaannya yang campur aduk.
Sesampainya di rumah semua sudah menyambut Luna dan Athar. ibu membuat makanan istimewa berjajar di meja makan.
"Selamat ya Luna". Ibu memberikan pelukan selamat pada Luna. begitu juga Tania dan Amar.
"Selamat kakak ipar". Kata Yeslin.
"Ayo kita rayakan dan makan bersama". Kata Amar.
Semua nampak senang dengan kehamilan Luna. kecuali Yeslin, ia terlihat kesal dengan iparnya itu. baginya ia hanya penyusup yang masuk ke dalam keluarga besarnya karena kebodohan kakaknya.
Athar mengajak Luna ke kamar untuk beristirahat. ia memeluk Luna sembari tiduran.
"Apa kau akan keluar dari pekerjaan mu dan meninggalkan Josh?". Tanya Luna, ia memegang lembut rahang Athar yang keras.
Athar menggenggam sebelah tangan Luna dan mengecupnya.
__ADS_1
"Akan kuselesaikan pekerjaan ku padanya".
"Athar...".
"Hmmm".
"Jika....jika benar Josh adalah ayah kandung mu bagaimana?".
"Aku tidak peduli dengan itu!".
"Bolehkah aku mendengar cerita tentang ayah kalian?, Aku tidak sempat mengenal pribadinya".
"Ayah kami orang yang hebat, penyabar dan menyayangi kami. ia selalu mengajak ku bicara menasehati dan bercerita banyak hal. ia mengajarkan ku arti keluarga yang sesungguhnya. mengajari bertanggung jawab dan selalu menanamkan kejujuran".
Athar mengenang ayahnya. matanya berkaca-kaca.
"Dokter kau beruntung dalam hidup mu, banyak yang menyayangi mu terutama ayah mu". Kata Athar.
"Lalu bagaimana ayah bisa tiada?".
"Ayah seorang detektif. ia terbunuh saat menjalankan tugasnya".
"Aku berusia 14 tahun, amar 10 tahun dan Yeslin baru 4 tahun".
Luna menatap wajah Athar. Athar mengecup bibir Luna. ia melanjutkan ceritanya.
"Aku bertanggung jawab atas ibu dan kedua adik ku begitu ayah tiada. keadaan kami cukup sulit waktu itu. aku pernah meminta pekerjaan di toko roti sebagai pelayan dan aku di beri upah roti ketika pulang. roti itu untuk ibu dan dua adik ku".
Luna menitikan air matanya. ia tidak membayangkan betapa berat kehidupan Athar waktu itu.
"Saat di toko roti, aku bertemu Josh dan anak buahnya. ia mengajak ku bicara, ia bilang akan menjadikan aku anak buah nya dan menjamin kehidupan keluarga ku. aku ikut bersamanya ku bawa ibu, Amar dan Yeslin ke kota. Josh mengajari ku banyak hal. beladiri, menembak, memanah. mengajariku bekerja memegang bisnis nya".
"Sayang....". Luna memeluk Athar. begitu berat yang di alaminya.
"Kau tahu dokter hati ku begitu sakit ketika mendengar kenyataan bahwa Josh adalah ayah kandung ku?".
"Rasanya sulit menerimanya". Air mata Athar terlihat jatuh menetes di pipi Luna yang sedang berada di pelukan Athar. Luna memeluk dan menenangkan Athar.
__ADS_1
Paginya Athar pergi menemui Josh di kediamannya.
"Aku akan pergi dari mu". Kata Athar.
"Apa ini karena dokter itu?".
"Bukan ini karena kemauanku!".
"Kau yakin?".
Athar terdiam, ia merasa kesal pada Josh. bahkan ia bicara tanpa menatap Josh.
"Jika kau berani bermain-main dengan ku aku akan menghancurkan keluarga mu, terutama ibu mu atau dokter itu".
Athar mengeluarkan senapan yang di selipkan di pinggangnya. ia menodongkan senapan itu di pelipis Josh.
"Baiklah aku ingin lihat bagaimana kau akan menghabisi ku!". Josh tertawa.
Sementara di kediaman ibu Athar. Yeslin terlihat bersama Luna di dapur. Luna terlihat sibuk membuat cake.
"Yeslin kau bisa membantu ku, tolong ambilkan air dingin aku perlu menguleni adonannya dengan air dingin".
Yeslin melangkah keluar dan menutup pintu dapur. ia mengunci pintu dapur itu dari luar dan membiarkan Luna panik di dalam ruang dapur yang terkunci dan kedap suara.
Luna terlihat meminta tolong. tiba-tiba ia terjatuh karena sesak nafas. Yeslin terlihat tersenyum ia merasa puas mengerjai kakak iparnya.
"Luna?!". Yeslin terlihat oanik saat Luna jatuh pingsan. Yeslin mencoba membuka pintunya tapi pintu itu macet karena sudah lama tidak di tutup.
Yeslin panik dan menelpon Athar. di rumah sedang tidak ada orang. ibu sedang pergi dengan Amar.
Athar langaung menaiki mobilnya menuju rumah. ia cemas dengan kondisi Luna.
Sesamppainya di halaman rumah, Athar bergegas turun dari mobil. Yeslin menghampirinya terlihat takut dan panik.
"Apa yang kau lakukan padanya?!!". Athar menarik rambut Yeslin.
"Maafkan aku Athar, aku tidak bermaksud melukainya". Kata Yeslin sambil menangis.
__ADS_1
Athar segera mendobrak pintu dapur. ia mengangkat tubuh Luna dan membawanya ke rumah sakit.