Cinta Dokter

Cinta Dokter
Keberanian Adelia 2


__ADS_3

Adelia mencari tahu keberadaan R. ia akhirnya mendapat informasi dari pihak sekolah kalau R di sekap di gudang. Adelia berangkat menuju rumah orang tua angkat R. ia memarkir mobil diluar pintu gerbang. Adelia datang seorang diri. ia menekan tombol di pintu gerbang tapi tak ada yang membuka. Adelia memanjat pintu gerbang yang cukup tinggi. tubuh mungilnya terlihat lincah. Adelia melompat ke sebuah pekarangan luas. pandangannya sibuk mencari letak gudang di rumah itu. rumah terlihat gelap, sepertinya tidak ada orang di dalam rumah. Adelia mengendap mendekati bagian samping rumah. benar saja di sana ada sebuah ruangan kecil dan ia pastikan itu adalah gudang. Adelia berjalan menuju gudang itu dan mencoba membuka gemboknya. tapi sialnya gerakannya terekam cctv di rumah itu. seorang lelaki dan seorang perempuan tertawa keras melihat Adelia mengendap-endap masuk ke rumah mereka. Salah satu dari mereka keluar dan berdiri di belakang Adelia, orang itu menghantam kepala Adelia sampai pingsan.


Bianca cemas sekali ia terlihat tidak tenang dan memegangi ponselnya. Bianca menyuruh Wasti untuk menemani Fani makan malam. sementara di ruang tamu sedang ada Luna dan Indra yang mengobrol bersama Gavin.


"Sayang ada apa?, kenapa kau terlihat cemas?". Gavin yang menyadari perubahan istrinya segera memanggil Bianca untuk mendekat.


"Soal Adelia". Indra terkejut ia menunggu Bianca bercerita lebih banyak.

__ADS_1


"Kenapa dengan Adel?".


Bianca memulai ceritanya tentang pasien Adelia yang berinisial R. Bianca juga menceritakan niat Adelia untuk menyelamatkan anak itu yang katanya di sekap di gudang. tapi hari sudah larut dan Adelia sama sekali tak memberi kabar. ponselnya pun tak bisa di hubungi. Bianca cemas takut jika terjadi sesuatu pada Adelia. Indra yang mendengar cerita dari Bianca nampak terkejut. ia juga ikut khawatir dengan gadis ceroboh itu.


"Akan ku suruh Bima untuk melacak keberadaannya". Kata Indra yang terlihat mulai cemas. sementara Luna dan Gavin memperhatikan tingkah Indra. Luna sedikit cemburu ia tidak suka Indra terlalu mengurusi Adelia karena saat ini Indra sedang mengobrol dengan Luna.


"Temui aku secepatnya". Indra menghubungi Bima melalui telepon.

__ADS_1


"Baik tuan". Bima mengganti baju santainya dengan kaos hitam dan jaket berwarna hitam pula. ia masuk ke dalam mobilnya dan bergegas menuju keberadaan Indra. tak berapa lama Bima menemukan mobil Indra terparkir di pinggir jalan. Bima turun dan menghampiri bosnya itu.


"Gadis ceroboh itu sedang berada di dalam sana". Indra menunjuk sebuah rumah yang terlihat gelap tanpa penerangan. seolah menunjukan yang punya rumah sedang pergi. Bima memanjat pagar depan dan menghantam cctv di sana. lalu berjalan menuju teras dan ia merusak cctv di bagian itu juga. Bima mengendap, ada sebuah suara dari gudang di samping rumah. ia berjalan dan menendang pintu gudang. Indra dan Bima masuk bersamaan ke gudang. di dalam gudang itu ada tiga orang lelaki dan seorang perempuan yang sepertinya pemilik rumah itu. semua panik dan terkejut menyadari kedatangan Indra dan Bima. Adelia masih tak sadarkan diri ia diikat di sebuah tiang dari kayu besar. wajahnya terluka di samping Adelia ada seorang anak yang juga terluka cukup parah. Bima menghajar tiga orang lelaki yang tiba-tiba akan menyerang indra. salah seorang mengeluarkan senjata dan akan melukai Indra dengan cepat Bima menangkisnya dan melumpuhkan orang-orang itu. tinggal si perempuan yang ketakutan dan meminta ampun pada Indra dan Bima. Indra melepaskan ikatan Adelia. ia menggendong tubuh mungil Adelia menuju mobilnya.


"Sisanya kau bereskan".


"Baik tuan". Bima bergegas mengangkat anak kecil yang terluka itu ke dalam mobilnya. sementara si perempuan dan tiga orang lelaki itu, Bima serahkan pada polisi.

__ADS_1


__ADS_2