Cinta Dokter

Cinta Dokter
Bonus Part (Ketahuan)


__ADS_3

"Tinggalkan aku Angelica!" Adam memegangi pelipisnya yang terasa berdenyut sakit. Ia semakin malas bertemu dengan Angelica. Wanita itu selalu menekannya dan membicarakan pertunangan mereka. Di dalam hati Adam ia tidak merasakan cinta untuk Angelica. Entah karena lupa ingatan atau memang ia sudah tidak mencintai gadis itu.


"Adam, kau kenapa? kita memang harus segera membahas pertunangan kita"


Adam terdiam, ia mencoba mengingat banyak hal tapi percuma. Ia hampir frustasi terlebih Adam tertekan dengan keberadaan Angelica.


"Ini minumlah dulu agar kau tenang" Angelica menyodorkan secangkir teh herbal untuk Adam.


"Kenapa bukan kau yang meminumnya? kau selalu memberiku minuman yang aku tidak tahu kau buat dengan apa!"


"Adam jangan berlebihan ini hanya teh herbal memang aku membuatnya dengan apa?!"


"Kalau begitu minumlah, itu hanya teh herbal bukan? kenapa kau tidak mau meminumnya?"


"Adam cukup! aku membuatnya untuk mu dan kau tidak menghargainya"


"Angelica aku hanya ingin berbagi minuman itu dengan mu. Sekarang minumlah"


Angelica terlihat panik, ia tidak mungkin minum teh herbal itu karena ia sudah mencampurnya dengan obat untuk Adam. obat yang bisa mengganggu kinerja saraf Adam dan menghambat daya ingatnya.


____


Flash back di pemeriksaan kemarin.

__ADS_1


Adam bertemu dokter spesialis saraf terbaik di rumah sakit milik ayahnya. Dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya di temukan kandungan obat yang tidak semestinya di konsumsi oleh Adam. Dokter meminta kembali resep yang pernah di berikan pada Adam. Ia juga memeriksa kembali riwayat pemeriksaan Adam ketika ia di rawat di rumah sakit setelah kecelakaan terjadi. Dan nama obat itu tidak tercantum dalam resep yang dokter berikan.


"Dari mana kau dapat obat ini?" tanya dokter.


"Aku tidak pernah merasa meminumnya selama ini dokter"


"Adam kau juga seorang dokter, pasti kau tahu seberapa bahaya obat yang kau minum ini"


"Tapi aku tidak merasa meminumnya dokter. Aku hanya meminum obat yang kau berikan padaku"


Dokter terdiam dan mencoba menganalisa darimana obat itu bisa masuk ke tubuh Adam.


"Sepertinya ada yang memberikan obat ini padamu secara diam-diam. Bisa juga di campurkan ke makanan atau minuman. Untuk menjaga dirimu lebih baik kau tidak menerima makanan atau minuman dari siapapun terkecuali di rumahmu dan kau yang membuatnya sendiri"


Benar juga kenapa setiap bertemu Angelica ia merasa kepalanya selalu pusing dan badannya lemas.


Sepertinya aku harus berhati-hati dengan Angelica.


Kembali ke perdebatan Adam dan Angelica soal teh herbal. Angelica kekeh tidak mau meminumnya dan tetap membujuk Adam agar mau minum teh buatannya.


"Minum teh itu lalu aku akan menentukan tanggal pertunangan kita" kata Adam mencoba memancing apakah Angelica bersedia meminum teh nya.


"Adam kenapa harus seperti itu? yasudah kalau kau tidak mau minum teh ini, biarkan saja"

__ADS_1


"Tidak! aku ingin kau meminumnya Angelica!"


"Adam aku tidak mengerti dengan mu!" Angelica menyambar tas nya dan pergi dengan kesal. Ia mengomel dalam hati karena tidak bisa membodohi Adam.


Adam membawa sampel teh itu ke laboratorium rumah sakit. Petugas menelitinya dan hasilnya memang di temukan kandungan obat seperti yang dokter jelaskan kemarin.


Adam terduduk lemas di ruang tunggu rumah sakit. Ia tidak menyangka Angelica yang katanya mencintainya malah berbuat tega padanya. Adam menunduk dan mengusap wajah tampannya yang memucat karena terkejut dengan suami kenyataan yang ia baru ketahui.


"Kau baik-baik saja?" sebuah suara terdengar mencemaskan Adam.


"Kau? ah iya aku tidak apa-apa" jawab Adam sembari memandang Helena dan tersenyum.


"Kau pucat sekali, apa ada hasil pemeriksaan yang kurang baik?"


"Tidak, semua baik-baik saja, aku sudah menjalani terapi sejak kemarin"


Helena mengangguk ia merasa ada yang aneh dengan Adam.


"Oh ya Helena aku pergi dulu, lain kali kita bisa bicara lebih banyak lagi bukan?"


"Baiklah, lain kali kita mengobrol"


"Aku pergi dulu" Adam berjalan pergi menyusuri lorong rumah sakit. Helena memandang punggung Adam yang semakin terlihat menjauh dan hilang.

__ADS_1


__ADS_2