Cinta Dokter

Cinta Dokter
Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Athar Manik pria berusia 33 tahun. ia seorang pembunuh bayaran dari geng mafia terkenal. ia bekerja untuk ketua mafia yang merupakan ayah angkatnya.


Athar pindah ke ibu kota sejak ayahnya meninggal. ia bersama ibu, adik laki-laki dan seorang adik perempuan. Athar menjadi tulang punggung keluarganya ia membiayai sekolah adiknya hingga adik lelakinya menjadi seorang pengacara.


Athar memiliki fisik sempurna tinggi tegap. ibunya berdarah Yunani dan ayahnya masih keturunan Arab. jadi bisa di bayangkan ketampanannya.


Wajahnya selalu dingin dan jarang bicara. ayah angkatnya yang mengajarinya menggunakan senjata hingga ia mahir melakukannya.


Beberapa hari yang lalu Athar melukai seorang pria yang berhianat pada ayah angkatnya. pria itu menyembunyikan data penting milik ketua mafia. Athar memburu pria itu dan mencoba mendapat informasi tentang data yang di sebunyikan tapi keduanya terlibat perkelahian hingga Athar menghantam bagian kepalanya hingga tak sadarkan diri.


Athar kebingungan untuk membangunkan penghianat yang sedang sekarat itu. sampai ia memiliki ide untuk mendatangkan seorang dokter. ia kebetulan melihat seorang gadis turun dari mobilnya. gadis itu tergesa menuju ruangan kerjanya. di pintu ruangan itu tertulis Dokter Luna.


Athar berinisiatif membawa dokter Luna untuk mengobatinsi penghianat itu. karena terlalu berbahaya jika membawanya ke rumah sakit jika kepolisian tahu mereka bisa menangkap Athar dan Athar akan gagal mendapat informasi itu.


"Jadi kau ini pengacara?". Tanya Luna pada Amar. Amar sengaja menceritakan siapa kakaknya dan kenapa kakaknya membawa Luna ke vila itu.

__ADS_1


"Kau tahu kakak mu berada di dunia hitam bukan?, kenapa kau tak menghalanginya?".


"Tidak semudah itu. kakaku berada di dunia hitam sejak ia remaja. ia menyekolahkan ku dan adik perempuan ku sampai kami sukses".


"Dokter ku mohon bantulah dia, aku berjanji akan melindungi mu jika kakak ku berbuat sesuatu pada mu".


"Tapi kenapa aku?, Athar bisa kan mebawa dokter lain?!".


"Entahlah mungkin ini kebetulan dari Tuhan".


Amar keluar dari ruangan dan menginci kembali pintunya dari luar. Luna menangis takut. ia sedang di culik oleh seorang penjahat.


"Makan lah!". Athar meletakan nampan berisi makanan di depan Luna. ibu Athar yang memasak makanan itu. Luna melirik sekilas, perutnya keroncongan karena lapar. aroma masakan itu sungguh menggoda selera.


"Lepaskan aku, aku mohon padamu". Pinta Luna sembari menangis.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau membuat si brengsek itu bangun dari komanya!".


"Tapi apa salah ku?".


Athar memandang jengah ke arah Luna yang sedang menangis. ia melepas jaketnya dan melemparnya ke atas sofa. Luna melirik senapan yang terselip di pinggang Athar.


"Kau mau makan atau aku akan......".


Luna bergegas menyambar piring makanan dan memakannya dengan lahap. Athar memandangi Luna yang sedang makan.


"Apa kau tidak pernah makan?". Tanya Athar sambil menyerahkan air minum pada Luna.


Luna malas menjawab pria itu. ia lebih memilih diam. ia sedang cemas dengan keselamatannya. ponselnya entahbdi buang kemana oleh Athar. ia tidak bisa mwminta bantuan pada siapapun sekarang. tidak pada Gavin, Bianca atau pada ayahnya sendiri.


"Berapa lama kau bisa membuat nya terbangun kembali?". Tanya Athar dengan nada dingin.

__ADS_1


"Entahlah!, berhenti bertanya padaku!, kalau kau tidak mau dia mati kenapa kau memukulnya sampai ia hampir mati?!".


Athar tersenyum, ia berjalan keluar ruangan dan membiarkan Luna menangis ketakutan.


__ADS_2