
Luna mengendarai mobilnya menuju rumah ayahnya. di perjalanan ia merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya. Luna mencoba mengerem tapi mobil tetap melaju dan akhirnya ia menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan.
Ada pengendara lain yang sedang melalui jalan itu dan melihat mobil Luna kecelakaan. ia bergegas menolong Luna dan membawanya ke rumah sakit.
Sementara Athar dan Amar sedang mengurus perusahaan baru yang mereka dirikan. lusa akan ada peresmian untuk perusahaan mereka. tapi sialnya Athar dan Amar di kepung segerombolan orang bersenjata. mereka terlibat perkelahian sampai ke halaman parkir. baku hantam terjadi. Amar terluka cukup berat. wajah nya berdarah dan sebelah tangannya sepertinya patah. Athar menyambar senapan dari pinggang Amar dan menembakannya ke arah gerombolan orang tadi.
Ponsel Athar di saku jasnya bergetar, panggilan dari rumah sakit. Luna beberapa kali menghubungi Athar.
Di rumah sakit Luna menangis histeris di pelukan dokter Bianca. ia harus mengambil keputusan berat untuk merelakan calon bayinya. karena terjadi pendarahan dalam saat ia kecelakaan sehingga ia harus di operasi dan kehilangan bayinya.
Akhirnya Luna memutuskan untuk di operasi tanpa di dampingi Athar. Gavin yang ikut menunggui Luna mencoba menghubungi Athar.
Athar membawa Amar menuju runah sakit. ia baru memeriksa ponselnya ada tujuh kali panggilan telepon dari Luna dan ada pesan dari Gavin masuk ke ponselnya.
Athar, cepat ke rumah sakit. Luna kecelakaan dan harus segera di tangani. -Gavin-
Athar memejamkan matanya, ia bergegas menuju rumah sakit tempat Luna di rawat. Athar menghubungi Ibu dan Tania untuk menjaga Amar.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Athar mencari keberadaan istrinya. Luna sudah di pindahkan ke ruang perawatan.
"Athar?!". Gavin berjalan menghampiri Athar yang terlihat panik dengan wajah sedikit memar.
"Apa terjadi sesuatu?". Tanya Gavin.
"Dimana Luna?".
"Kau bisa ikut bersama ku dan bianca?, biar Bianca menerangkan kondisi Luna pada mu". Athar menurut, ia menuju ruang kerja dokter Bianca.
"Athar, ini sungguh tak terduga. Luna mencoba menghubungi mu tapi snagat sulit kau tak menjawab teleponnya".
"Bagaimana keadaannya?".
"Luna baik-baik saja hanya...kalian kehilangan calon bayi kalian". Bianca mengatakannya dengan sedih. Athar menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ia merasa bodoh karena lalai menjaga Luna.
Airmata Athar menetes, kesedihan mendalam ia rasakan. mengingat Luna wanita yang sangat dicintainya.
__ADS_1
Perlahan Athar membuka pintu kamar perawatan Luna. Luna terkejut memandang Athar. tangisnya pecah di pelukan Athar.
Athar mencoba menenangkannya, tapi kejadian itu sungguh membuat keduanya bersedih.
"Maafkan aku sayang". Bisik Athar di dekat wajah Luna.
Luna melampiaskan tangisnya di pelukan Athar.
Dua hari kemudian Athar membawa Luna pulang dari rumah sakit. di rumah semua sudah cemas menunggu kedatangan Athar dan Luna. semua berkumpul di ruang tengah. tidak ada yang bersuara ketika Luna tiba.
Ibu memeluk Luna, ia mengantarkan Luna ke kamarnya. Amar menepuk bahunAthar mencoba menguatkan kakaknya. Yaslin memeluk Athar dan menangis ikut sedih dengan insiden yang menimpa kakak iparnya.
Luna terbaring, jahitan di perutnya masih terasa sakit dan geraknya terbatas.
Athar menyuapi Luna dan memberikan obat untuk Luna minum.
Athar memandikan Luna yang duduk di kursi. ia menggosok pelan bahun istrinya dengan sabun dan mencuci rambut Luna dengan shampo.
__ADS_1
ia membilas perlahan tubuh Luna yang berharga. lalu memakaikan jubah mandi dan mengangkat tubuh Luna menuju sofa. Athar memakaikan baju tidur pada Luna. Luna terdiam sejak pulang ia belum mau bicara.
Luna tertidur di pelukan Athar, terkadang ia bangun dari tidurnya dan menangis. Athar mencoba menenangkan Luna.