Cinta Dokter

Cinta Dokter
Kejutan


__ADS_3

Malam itu Athar sengaja memberi kejutan pada Luna. ia mengajak Luna makan malam di sebuah tempat yang sudah ia pesan.


Athar membeli sebuah cincin berlian safir berwarna biru tua. ia memandangi cincin itu dan memasukannya ke dalam saku jasnya. ia menunggu kedatangan Luna.


Amar sengaja menjemput Luna dan mengantarkannya ke tempat Athar berada.


"Dimana Athar?". Tanya Luna.


"Entahlah, dia hanya meminta ku untuk menjemput mu".


"Apa dia baik-baik saja?".


"Ku rasa begitu".


Luna terlihat cemas, tidak biasanya Athar seperti itu. Amar membelokan mobilnya di sebuah tempat dan mengajak Luna masuk.


Di dalam di sebuah halaman berumput hijau terawat. disinari cahaya bulan dan bintang Athar menyiapkan makan malam romantis dengan Luna. ia sedang memabyangkan ketika Luna selalu bercerita keromantisan pria-pria di novelnya.


"Athar?". Luna terperangah memandang pemandangan di depannya.


"Apa ini sayang?". Tanya Luna senang. ia memeluk dan mencium pipi Athar.


Athar menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Luna untuk duduk. Luna tak berhenti tersenyum. ia merasa aneh dengan sikap Athar. ia tidak menyangka suaminya yang dingin dan kaku bisa berbuat seromantis itu.


"Aku ingin kau merasakan keromantisan yang ku miliki".


"Baiklah". Luna tidak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


"Apa ini sudah mirip dengan yang di novel?". Tanya Athar polos.


"Hahaha sayang ini lebih dari yang di novel!". Luna menggenggam sebelah tangan Athar.


Athar mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku jasnya. ia membuka kotak itu dan memandang cincin di dalamnya lalu memperlihatkan benda itu pada Luna.


"Apa kau suka?".


"Indah sekali, iya aku suka". Luna memandang haru pria di hadapannya itu.


"Kalau begitu pakailah sendiri". Athar menyodorkan kotak cincin itu dari tempanya duduk.


Luna kembali tertawa. ia sudah menduga akan seperti ini jadinya.


"Baiklah aku akan pakai sendiri, terimakasih sayang". Luna berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Athar, ia memeluk bahu Athar yang sedang duduk. Luna menyandarkan kepala nya di kepala Athar.


Luna menahan tawanya dan keduanya berdansa romantis di bawah bintang-bintang. Amar yang menyaksikan kebahagiaan mereka ikut terharu. selama ini ia tidak menyangka jika Athar bisa mencintai seorang wanita seperti ia mencintai Luna. Luna sudah banyak membuat Athar berubah.


Amar pergi meninggalkan Athar dan Luna. ia pulang lebih dulu.


Athar dan Luna sedang berdansa. Athar membayangkan kembali pertemuannya dengan Luna untuk pertama kali. ia menatap wajah cantik Luna dan mengecup kening Luna.


Sejauh ini Luna tetap bertahan di sisinya meski ia tahu siapa Athar. bahkan Luna mencintai Athar dengan tulus.


"Ayo kita makan". Kata Athar.


Keduanya menikmati makan malam. Athar menyuapkan makanan ke mulut Luna. bukan dengan sendok melainkan dengan tangan karena yang ia suapkan sejenis daun seperti untuk lalapan.

__ADS_1


Luna tertawa kembali. ia pasrah saja dengan tingkah Athar.


Sementara di tempat itu ada segerombolan orang mengintai Athar dari kejauhan. Athar yang merasa ada yang tidak beres langsung mengajak Luna pergi dari sana.


Ia dan Luna bergegas menaiki mobilnya. Athar meraih senapan yang di selipkan ke pinggangnya. dua buah mobil mengikutinya dari belakang dan menembak mobil Athar.


"Athar bagaimana ini?!, siapa mereka?!". Luna panik dan takut mendengar suara tembakan yang beruntun mengenai mobil Athar. Luna menutup kedua telinganya dengan telapak tangan. Athar membuka kaca mobil dan menembak ke arah belakang.


"Pegang kemudinya!". Kata Athar. kini Luna yang mengemudikan mobil sementara Athar sibuk menembak mobil di belakangnya.


Satu mobil terjerembab karena pecah ban. Athar kembali mengambil alih kemudi mobil. ia menambah kecepatan. Luna memejamkan matanya.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah. ibu dan Yaslin sudah tertidur. Athar dan Luna berjalan menuju kamar mereka.


Athar masuk ke dalam kamar mandi sentara Luna menenangkan diri di sofa.


Aku akan terbiasa dengan keributan seperti ini. dekat dengan mu membuat jantungku berdetak tidak normal.


Luna menghela nafasnya. ia menunggu Athar keluar dari kamar mandi.


"Kau tidak apa-apa?". Tanya Athar mendekati Luna yang duduk di sofa.


"Hmmmm".


Athar memegang tangan Luna. ia mengangkat tubuh Luna ke atas kasur.


"Beristirahatlah, kau pasti tegang sekali tadi". Kata Athar sembari menarik Luna ke dalam dekapannya.

__ADS_1


__ADS_2