
Luna datang ke acara seminar bersama teman seprofesinya. mereka di berikan fasilitas menginap di hotel mewah.
Di loby hotel Luna tak sengaja bertemu dengan Gio adik Gavin. keduanya memang sempat dekat dan terlihat akrab.
"Dokter Luna?". Sapa Gio sembari berjalan ke arah Luna. Luna terlihat senang bertemu Gio.
"Kau disini Gio?". Tanya Luna antusias.
"Ya aku menginap disini karena ada urusan pekerjaan".
"Kau dengan siapa?".
"Dengan teman-teman, kami sedang ada seminar".
"Oh ya kau menginap di kamar berapa?". Tanya Gio.
Luna enggan memberikan nomor kamarnya pada Gio. ia tidak ingin terjadi kesalah pahaman bila Athar tiba-tiba datang. entah kenapa ia berharap Athar akan datang dan menjelaskan semuanya.
"Baiklah nanti malam kau ada rencana?".
"Tidak".
"Kau bersedia makan malam dengan ku?". Tanya Gio.
Luna terdiam sejenak. ia bimbang mengiyakan atau tidak ajakan Gio.
"Hanya makan malam biasa, tenanglah".
__ADS_1
"Baiklah".
Malam itu Luna terlihat sangat cantik, ia turun ke loby dan menemui Gio yang menunggunya di sana. keduanya pergi makan malam dengan di temani dokter Beno teman Luna.
Athar mengamati gerak gerik Gio yang terlihat tertarik dengan wanitanya. ia meraih senapan di pinggangnya dan hampir membidik kepala Gio dari kejauhan. tapi itu jelas tidak di lakukannya karena Luna bisa membencinya seumur hidup jika ia melakukan itu pada Gio.
"Sila!". Umpat Athar.
Athar mengenakan jaket kulitnya. ia mengawasi Luna dan Gio dari kejauhan. setelah selesai makan malam Luna akan kembali ke kamarnya.
"Luna...". Panggil Gio.
"Iya.."
"Ini untuk mu". Gio memberikan sekotak cokelat untuk Luna. Luna menerimanya sembari mengucap terimakasih. ia bergegas menuju kamarnya untuk beristirahat.
"Istri?". Tanya Gio heran.
"Luna!". Jawab Athar.
"Jadi Luna sudah menikah?". Gumam Gio sambil memegangi wajahnya yang terluka.
Paginya saat sarapan Gio bertemu kembali dengan Luna. tentu saja Athar masih mengawasinya dari kejauhan.
"Gio?, ada apa dengan wajah mu?". Tanya Luna panik.
"Tidak aku hanya terpeleset lalu jatuh dan mengenai sudut meja".
__ADS_1
"Hati-hati Gio. sekarang makan lah". Luna menyodorkan sepiring makanan kepada Gio.
Selesai sarapan Luna dan Beno keluar loby hotel menuju tempat parkir mobil. bersamaan dengan Gio juga akan pergi mengurus pekerjaannya.
Langkah Luna terhenti, ia tidak sengaja menatap mobil Athar terparkir di gedung itu. Luna menatap plat mobil dan benar saja itu milik Athar.
"Athar?!....Athar?!".
"Athar?". Beno terlihat bingung.
"Dia ada di sini". Gumam Luna.
------bayangan Luna-----
Di dalam lift Athar memukul gio karena Athar cemburu. dan luka memar di wajah Gio bukan karena ia terjatuh melainkan bekas pukulan Athar.
Pantas saja Gio menjaga jarak dan sedikit aneh pada ku.
Athar keluar dari persembunyiannya di balik mobilnya. ia berjalan santai menuju Luna.
Luna tidak habis pikir Athar bukan menyelesaikan permasalahannya tapi malah bersikap kekanakan dengan mengikutinya.
"Athar!, apa kau sydah menyelesaikan masalah mu dengan Wila?".
Athar terdiam, ia tidak mampu menatap wajah Luna. wajah yang ia rindukan. Athar menghirup pelan aroma parfum Luna.
Luna meninggalkan Athar sendiri, ia pergi melanjutkan seminarnya. Luna mencoba mengabaikan perasaannya pada Athar.
__ADS_1
Rasanya ia tidak kuasa lagi menahan rindu tapi ia juga harus memastikan jika Sheril.memang bukan anak Athar dengan Wilanova.