
Gavin memesan tempat di restoran mewah untuk merayakan ulangtahun pernikahannya dengan Bianca yang ke 6. Gavin tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. ia membeli buket bunga mawar kesukaan Bianca, cokelat dan memesan makannan enak untuk mereka berdua. Bianca terlihat cantik sekali dengan gaun panjangnya sementara Gavin tampan dengan stelan jasnya. Bianca merapikan dasi Gavin. lelaki itu tersenyum senang. wajahnya berseri ia menghujani Bianca dengan cinta tulusnya. sejak bertemu Bianca pertama kali ia sudah mulai jatuh cinta. jika orang bicara tentang jatuh cinta pada pandangan pertama itu memang nyata adanya, Gavin merasakannya. Keduanya menaiki mobil menuju tempat yang sudah di pesan Gavin. kali ini Fani tidak ikut serta, ia sudah tertidur di temani Wasti.
Bianca berjalan anggun menggamit lengan Gavin. Bianca terperangah dengan kejutan yang di berikan Gavin. ia mengecup bibir Gavin dan memeluknya. Bianca memandang hangat mata teduh suaminya itu.
"Kau melakukan semua ini Vin?". Gavin meraih tangan Bianca dan menggenggamnya. ia ingin Bianca menatapnya dengan cinta.
"Apa kau sudah mencintaiku?, bukan demi Fani tapi demi aku?". Kata Gavin memelas. sorot matanya sedih. Bianca menatap lekat mata Gavin, menyentuh wajah tampan itu dan menitikan air mata. ia mencintai Gavin dan Fani. mereka berdua hidup mati bagi Bianca. hanya ia tak menunjukan rasa cintanya di hadapan Gavin karena takut tersakiti. Gavin di kelilingi wanita cantik dalam hidupnya. wajah tampannya mengundang decak kagum wanita di luar sana. itulah yang membuat Bianca membangun benteng di antar mereka. tapi kali ini melihat tatapan Gavin benteng yang di Bangun oleh Bianca hancur. ia luluh terhadap ketulusan Gavin. Bianca memeluk Gavin erat ia tidak memepedulikan apapun. ia hanya ingin meluapkan cinta tulusnya pada Gavin. melupakan masalalu mereka dan menjalani kisah baru bersama.
keduanya kembali ke rumah selesai makan malam di luar. Gavin melepas jasnya ia menatap lekat Bianca, Gavin melangkah dan mencium bibir Bianca dengan lembut. keduanya menikmati kebahagian mereka. banyangan di masa lalu ketika Gavin melakukan keburukan pada Bianca telah sirna. Bianca membalas ciuman Gavin, tangannya bergerak membuka kancing kemeja Gavin. Gavin mengangkat Bianka ke tempat tidur. menarik tali gaun Bianca dan terlepas tergeletak di lantai. Gavin ******* bibir Bianca dan menghujani tanda di leher putih istrinya. ia memeluk tubuh Bianca yang sudah polos tanpa sehelai benang pun. Gavin menarik ikatan rambut Bianca, rambut itu kini tergerai indah melengkapi kecantikan Bianca. Bianca membalas ciuman dan pelukan Gavin. keduanya melalui malam panjang, mencurahkan cinta yang selama ini tertahan. Bianca tertidur di pelukan Gavin dengan wajah damainya. Gavin menyelimuti tubuh mereka berdua dan ikut terlelap.
***
Indra menggendong Adelia sampai di kamarnya. ia melepas jasnya dan meminta pelayan mengambil air hangat untuk membersihkan luka Adelia. Indra menatap wajah Adelia yang masih belum sadar dari pingsannya. ia menyentuh luka di wajah Adelia dengan handuk kecil yang sudah di basahi. tak lama Bima datang. Bima mengantar R ke rumah sakit baru menyusul Indra dan Adelia pulang.
"Bima dan seorang pelayan mencoba membangunkan Adelia. mata Adelia terbuka ia mengerjap, meringis merasakan perih di wajah dan tangannya. Indra berdiri diam menatap tubuh mungil itu. ia tersenyum kesal dengan keberanian gadis itu.
__ADS_1
"Kau sudah sadar?". Indra menyentuh wajah Adelia. gadis itu memandang sekeliling.
"Dimana ini?".
"Di gudang, bukan kah kau tadi pergi ke gudang itu sebagai pahlawan?". Indra menyeringai sembari mengolesi luka di wajah Adelia dengan salep.
"Dimana R?, apa dia selamat?.
"Saya membawanya ke rumah sakit nona, R sedang di obati, ia selamat". Jawab Bima.
"Darimana kalian tahu aku disana?".
"Bianca panik mencemaskan mu". Jawab Indra yang masih mengolesi salep di luka Adelia.
Adelia tak bertanya lagi. ia memandangi pakaiannya yang lusuh dan kotor terkena debu. Indra membawakan sebuah kemeja putih untuk Adelia. Bima dan pelayan keluar dari kamar Indra. Adelia mengganti bajunya di kamar mandi. ia memandang dirinya di cermin dengan kemeja kedodoran berukuran L. ia keluar kamar mandi dengan canggung. Indra masih di sana tak menatapnya. lelaki itu sibuk dengan ponselnya. Adelia terpaksa menginap di rumah Indra karena sudah larut malam dan di luar turun hujan.
__ADS_1
"Kau bisa beristirahat di sini aku akan di kamar sebelah". Kata Indra sembari melangkah pergi.
"Tuan Indra". Adelia menghentikan langkah Indra yang hampir menutup pintu kamar.
"Terimakasih".
Indra tersenyum dan berjalan pergi menuju kamar samping. Indra merebahkan dirinya di atas kasur. ia mengingat kejadian saat menemukan Adelia dalam kondisi terikat dan pingsan. ia gemas kenapa gadis itu ceroboh sekali. masih untung ia dan Bima menemukan gadis itu dengan selamat.
Sementara Adelia langsung berbaring di atas kasur. aroma sisa parfum Indra tercium di bantal dan selimut. kamar yang luas dan indah, Adelia merasa seperti menginap di hotel bintang 5. disisi ranjang ada sebuah meja, diatas meja itu ada sebingkai foto pria dan wanita. sepertinya itu orangtua Indra. Adelia memejamkan matanya dan tertidur.
Keesokan harinya Bima datang membawa baju baru untuk Adelia. Biama menyerahkan baju itu dan Adelia segera berganti pakaian. Indra sudah duduk di meja makan sementara Bima seperti biasa berdiri di samping Indra dengan wajah datarnya.
"Makan lah dulu sebelum kau pulang". Indra mempersilahkan Adelia untuk duduk. pelayan mengambilkan makanan di piring untuk Indra. Adelia menatap kegiatan pelayan itu. ia begitu hati-hati meletakan makanan di piring itu. Adelia teringat ketika ia mengajak Idra makan di rumah makan sederhana.
Pantas saja ia tak bisa memakan makanannya waktu itu, di rumahnya ia seperti seorang raja. batin Adelia. keduanya sarapan bersama, setelah menghabiskan sarapnnya Adelia pulang ke rumahnya di antarkan sopir Indra.
__ADS_1
"Lihat dia Bima, badannya kecil tapi nyalinya besar sekali. kalu lihat dia kedodoran dengan kemejaku?". Indra tertawa lepas. Bima mengerutkan keningnya. ia tahu untuk sehari ini mood tuannya akan bagus dan meeting di perusahaan hari ini akan lancar.